Miris! Fahri Hamzah Ungkap 6 Juta Keluarga Terjebak Backlog Ganda, Tinggal di Rumah Tak Layak yang Bukan Miliknya

Avatar photo

Selasa, 9 Desember 2025 - 22:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana panel diskusi BIG 40 Conference saat Fahri Hamzah mempresentasikan peta persebaran backlog perumahan di Indonesia di hadapan para peserta dan pemangku kepentingan.

Suasana panel diskusi BIG 40 Conference saat Fahri Hamzah mempresentasikan peta persebaran backlog perumahan di Indonesia di hadapan para peserta dan pemangku kepentingan.

JAKARTA, Metrosiar — Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Fahri Hamzah, mengungkap fakta memprihatinkan terkait kondisi hunian masyarakat Indonesia. Hingga kini, enam juta keluarga masih hidup dalam kondisi backlog ganda—menempati Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang bukan milik sendiri.

“Enam juta keluarga ini tinggal di hunian dengan sanitasi buruk, atap, lantai, dan dinding tidak layak. Yang lebih memprihatinkan, rumah tersebut bukan miliknya,” ujar Fahri dalam agenda Bisnis Indonesia Group 40 Conference di Jakarta, dikutip Selasa (9/12/2025).

Wamen PKP RI Fahri Hamzah memaparkan kondisi backlog perumahan nasional saat menjadi pembicara dalam forum Bisnis Indonesia Group (BIG) 40 Conference di Jakarta.

Fahri menegaskan, tantangan perumahan nasional tidak cukup dijawab hanya dengan menyediakan rumah dari sisi kuantitas. Pemerintah, kata dia, juga harus memastikan kualitas hunian dan sanitasi agar masyarakat benar-benar tinggal di lingkungan yang sehat dan aman.

Baca juga:  Ulang Tahun ke-57 Kapolri, Polda Banten Sampaikan Doa dan Harapan Ini

Ia juga menekankan pentingnya penyusunan kebijakan perumahan berbasis data nasional, yang melibatkan koperasi serta memanfaatkan kearifan lokal, baik dari sisi material bangunan maupun konsep pembangunan yang ramah lingkungan.

Melalui berbagai kebijakan tersebut, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman menegaskan komitmennya menjadikan sektor perumahan sebagai penggerak pembangunan nasional sekaligus pilar penting dalam mewujudkan kedaulatan ekonomi.

“Program 3 Juta Rumah yang menjadi arahan Presiden dirancang sebagai kebijakan masif berbasis data untuk menjawab persoalan backlog perumahan sekaligus kualitas hunian masyarakat di seluruh Indonesia,” pungkas Fahri.

Baca juga:  Nikmati Manfaat Kopi Hitam Untuk Meningkatkan Energi, Fokus, Metabolisme, dan Kesehatan Otak dengan Seteguk Kopi Tanpa Tambahan Gula atau Susu

 

Data Backlog Perumahan Nasional

Berdasarkan data Kementerian PKP, Indonesia saat ini memiliki 93.554.082 kepala keluarga (KK). Dari jumlah tersebut:

  • Backlog kepemilikan rumah: 12.573.383 KK
  • Backlog kualitas (RTLH): 16.597.839 KK

 

Jika ditinjau berdasarkan wilayah:

Kawasan urban:

  • Backlog kualitas: 2,10 juta keluarga
  • Backlog kepemilikan: 4,56 juta keluarga

Wilayah pesisir:

  • Backlog kualitas: 5,22 juta keluarga
  • Backlog kepemilikan: 2,60 juta keluarga

Data tersebut menunjukkan bahwa persoalan rumah tidak layak huni lebih dominan terjadi di kawasan pesisir dibandingkan wilayah perkotaan.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sikap Gibran Kemungkinan Disebut Perintah Jokowi Bukan Diatur Prabowo
Cara Cek Kena Tilang ETLE atau Tidak Tanpa ke Kantor Polisi, Bisa Dilakukan dalam Hitungan Menit
Kapolda Banten Beberkan Ancaman Baru, Pengamanan Objek Vital Kini Tak Bisa Lagi Cara Lama
Posyandu Mawar 6 Pasar Kemis Jadi Andalan Banten, Siap Tembus Tingkat Nasional
Sambut HUT RI ke-81, PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar Tranformasikan FABA Menjadi Ruang Belajar di Sekolah Sekitar Perusahaan
Lirik Potensi Ngada! SMKN 1 Larantuka Kirim Siswa PKL ke KPI Bejo, Belajar Langsung di Jantung Industri Perikanan
Laut Riung hingga Tambak Air Tawar Siap Dongkrak Ekonomi Ngada, Kadis Dominikus Bobi Isu: Potensinya Luar Biasa, Saatnya Dimaksimalkan
Nanik S. Deyang Mundur dari Kepala BGN, Bocorkan Calon Penggantinya: “Adik Saya”
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:40 WIB

Sikap Gibran Kemungkinan Disebut Perintah Jokowi Bukan Diatur Prabowo

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:49 WIB

Cara Cek Kena Tilang ETLE atau Tidak Tanpa ke Kantor Polisi, Bisa Dilakukan dalam Hitungan Menit

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:00 WIB

Posyandu Mawar 6 Pasar Kemis Jadi Andalan Banten, Siap Tembus Tingkat Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:20 WIB

Sambut HUT RI ke-81, PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar Tranformasikan FABA Menjadi Ruang Belajar di Sekolah Sekitar Perusahaan

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:38 WIB

Lirik Potensi Ngada! SMKN 1 Larantuka Kirim Siswa PKL ke KPI Bejo, Belajar Langsung di Jantung Industri Perikanan

Berita Terbaru

Menko Polkam Djamari Chaniago (tengah) memberikan keterangan kepada awak media usai menghadiri puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido, Bogor.

Hukum & Kriminal

3,37 Ton Narkoba Dimusnahkan, Pesan Menko Polkam Langsung Jadi Sorotan

Jumat, 24 Jul 2026 - 18:57 WIB

Petugas Tenaga kesetan Puskemas Kutabumi

Kesehatan

Pelayanan Puskesmas Kutabumi Diapresiasi Warga.

Kamis, 23 Jul 2026 - 18:30 WIB