Metrosiar – Bupati Ngada, Raymundus Bena menyampaikan komitmennya dalam memperkuat ekonomi masyarakat melalui tagline pembangunan “Membangun Desa, Menata Kota”.
Penegasan itu ia sampaikan dalam pidato peringatan HUT ke-80 RI di Bajawa, Ibu Kota Ngada, pada Sabtu (16/8/2025).
Ray Bena menyebut, arah pembangunan Ngada selaras dengan Prinsip Ekonomi Pancasila, yang membuka ruang kebebasan pasar namun tetap memberi perlindungan bagi masyarakat kecil melalui jaring pengaman sosial.
Desa sebut Ray, diharapkan menjadi pusat produksi komoditas pertanian, peternakan, perikanan, sekaligus tujuan wisata yang menopang transformasi ekonomi daerah.
Strategi Penguatan Ekonomi Ngada
Ray Bena menjelaskan, pemerintah menyiapkan langkah-langkah strategis, antara lain:
- Peningkatan kualitas dan daya saing produk tani, ternak, dan nelayan melalui hilirisasi.
- Penyediaan sarana, prasarana, serta teknologi pasca panen untuk menjamin mutu hasil pertanian.
- Digitalisasi pemasaran produk pertanian, peternakan, perikanan, dan pariwisata.
- Penguatan Badan Usaha Milik Petani serta pembentukan BUMD Ngada Multi Investasi.
- Penyediaan bibit bersertifikat dan sertifikasi produk pertanian serta produk budaya.
Gebrakan di Tiga Sektor
Sejumlah program telah berjalan di berbagai sektor.
- Peternakan: inseminasi buatan pada 250 sapi, distribusi ternak babi di tiga kecamatan, dan vaksinasi 51 ribu ekor hewan.
- Perikanan: budidaya bandeng dan rumput laut di Kecamatan Riung, serta ikan air tawar di Bajawa.
- Pertanian: pembibitan 40 ribu anakan kopi Arabika S795, perbanyakan benih padi varietas Cakra Buana Agreetan di Desa Seso, serta program pangan lestari bagi keluarga dengan kasus gizi kurang dan ibu menyusui.
Program tambahan juga mencakup Pekarangan Pangan Bergizi di enam kecamatan untuk menekan angka stunting, penyaluran cadangan pangan pemerintah di 12 kecamatan, serta pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat.
Fasilitas Penunjang Pertanian dan Perikanan
Pemerintah Ngada turut memfasilitasi kelompok tani, ternak, dan nelayan dengan bantuan alat pertanian dan perikanan, antara lain 17 unit traktor roda empat, 18 unit traktor roda dua, 3 rice transplanter, 49 pompa air, 112 handsprayer, 17 mesin kapal, 8 kapal penangkap ikan, 750 gillnet, hingga rehabilitasi sentra pengolahan ikan di Aimere.
Kolaborasi dengan APBD, sektor swasta, dan Bank NTT juga mendukung penyediaan sarana hortikultura, termasuk 300 unit viber, alsintan, kelapa genjah, dan infrastruktur pertanian lainnya.*
Editor : Frans Dhena
Sumber Berita: Metrosiar









