Jurnalis Diduga Dianiaya Saat Liput Program Makan Bergizi Gratis di Pasar Rebo

Avatar photo

Selasa, 30 September 2025 - 23:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Insiden wartawan diduga dianiaya saat liput program Makan Bergizi Gratis di SPPG Pasar Rebo, Jakarta Timur, menuai sorotan publik. (Istimewa)

Insiden wartawan diduga dianiaya saat liput program Makan Bergizi Gratis di SPPG Pasar Rebo, Jakarta Timur, menuai sorotan publik. (Istimewa)

Metrosiar – Sejumlah wartawan diduga mengalami tindak kekerasan saat meliput penyajian program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gedong 2, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (30/9/25).

Insiden bermula ketika jurnalis mencari lokasi dapur SPPG yang disebut sebagai tempat penyajian MBG bagi siswa SDN 01 Gedong.

Program ini tengah disorot publik setelah beberapa siswa diduga keracunan makanan.

Namun, upaya peliputan berujung cekcok. Seorang oknum pegawai SPPG marah dan mengusir wartawan dari lokasi.

Saat jurnalis merekam video di area luar gedung, oknum tersebut kembali mendatangi dan melarang aktivitas peliputan.

“Nggak lama saya lihat ada mobil SPPG Gedong 2 datang, lalu saya ambil video. Si bapak tua itu melarang. Saya bilang, ini area publik, nggak bisa larang-larang,” ujar salah satu wartawan yang mengaku menjadi korban.

Baca juga:  Erika Carlina: Dari Sosial Media ke Layar Lebar, Perjalanan Karier Sang Ratu Senoparty

Situasi semakin panas ketika wartawan hendak meninggalkan lokasi. Salah satu jurnalis mengaku dicekik, sementara rekannya hampir dipukul.

“Saya sudah jelaskan mau pindah ke SPPG Gedong 1, tapi bapak itu malah kepalkan tangan, mau pukul, terus tiba-tiba cekik saya dan rekan saya,” jelasnya.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) selaku pihak yang menaungi SPPG.

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, ketika dihubungi belum memberi keterangan. Sementara itu, para wartawan korban insiden menyatakan telah membuat laporan ke Polsek Pasar Rebo.

BGN Ingatkan Prosedur Kunjungan

Dalam pernyataan sebelumnya, Kabiro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menegaskan setiap pihak luar yang ingin mengunjungi SPPG wajib mengikuti prosedur resmi dengan bersurat ke BGN.

“Kami banyak menerima laporan kunjungan ke SPPG. Perihal ini, kami minta bersurat resmi dengan mencantumkan latar belakang, tujuan, lokasi, serta jadwal kunjungan,” jelasnya pada (10/9/25).

Baca juga:  Tanggapi Sorotan Anggota DPRD, Proyek Jalan Bontor-Santak Belum Rampung, PPK Beri Adendum 50 Hari

Menurutnya, aturan tersebut untuk menjaga ketertiban dan memastikan aktivitas SPPG tidak terganggu.

“Tentu kami terbuka, tapi selektif. Proses di SPPG tidak boleh terganggu oleh pihak luar,” tegasnya.

Program MBG Kembali Jadi Sorotan

Kasus dugaan penganiayaan ini menambah panjang daftar kontroversi program MBG, salah satu program prioritas pemerintah.

Sebelumnya, ribuan siswa di sejumlah daerah dilaporkan keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program ini.

Pemeriksaan menyebutkan penyebabnya antara lain dapur yang tidak higienis dan penggunaan bahan pangan tidak segar.

Kritik publik pun menguat, menyoroti kesiapan infrastruktur serta standar keamanan pangan.

Kini, selain masalah teknis penyajian makanan, muncul pula persoalan keselamatan kerja wartawan dalam melaksanakan tugas jurnalistik di lapangan.*

Editor : Wodo Ndaya Coya

Sumber Berita: konteks.co.id

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LMP Banten Resmi Punya Pangda Baru, Tiga Jabatan Strategis Sekaligus Dilantik
Pemerataan Pendidikan Bergerak Cepat! Wabup Berni Dhey Letakkan Batu Pertama TK Sta. Veronika Wolowio
Raymundus Bena Tuntaskan Penantian Puluhan Tahun! SMP Negeri Rawangkalo Resmi Berdiri, Pendidikan Kini Makin Dekat dengan Rakyat
Bukan Sekadar KKN! 254 Mahasiswa STKIP Citra Bakti Siap Mengabdi 3 Bulan di Nagekeo, Bawa Misi Ubah Perilaku Masyarakat Kelola Sampah
Longsor Sejak April, Jalan Were–Mataloko Kian Kritis: Proposal Sudah Masuk, Penanganan Belum Terlihat
Disambut Bak Pahlawan! Diaspora Ngada Maumere Kobarkan Spirit PSN Ngada U-17, Manajer: “Serang Duluan, Jangan Tunggu Lawan!”
Sikap Gibran Kemungkinan Disebut Perintah Jokowi Bukan Diatur Prabowo
Cara Cek Kena Tilang ETLE atau Tidak Tanpa ke Kantor Polisi, Bisa Dilakukan dalam Hitungan Menit
Berita ini 23 kali dibaca
Sejumlah wartawan diduga mengalami tindak kekerasan saat meliput program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Gedong 2, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Insiden ini terjadi ketika jurnalis berusaha merekam aktivitas dapur MBG yang tengah disorot publik usai kasus keracunan siswa SDN 01 Gedong. Peristiwa ini menambah kontroversi program MBG.

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:47 WIB

LMP Banten Resmi Punya Pangda Baru, Tiga Jabatan Strategis Sekaligus Dilantik

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:30 WIB

Pemerataan Pendidikan Bergerak Cepat! Wabup Berni Dhey Letakkan Batu Pertama TK Sta. Veronika Wolowio

Senin, 27 Juli 2026 - 20:10 WIB

Raymundus Bena Tuntaskan Penantian Puluhan Tahun! SMP Negeri Rawangkalo Resmi Berdiri, Pendidikan Kini Makin Dekat dengan Rakyat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:38 WIB

Bukan Sekadar KKN! 254 Mahasiswa STKIP Citra Bakti Siap Mengabdi 3 Bulan di Nagekeo, Bawa Misi Ubah Perilaku Masyarakat Kelola Sampah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:18 WIB

Longsor Sejak April, Jalan Were–Mataloko Kian Kritis: Proposal Sudah Masuk, Penanganan Belum Terlihat

Berita Terbaru

Penyerahan SK oleh Rudi Ongky G selaku Ketua Markas Daerah Provinsi Banten kepada Panji Kuswanto selaku Ketua Markas Cabang Kabupaten Lebak yang baru

Sosial Kemasyarakatan

LMP Banten Resmi Punya Pangda Baru, Tiga Jabatan Strategis Sekaligus Dilantik

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:47 WIB