Insiden Tak Menyenangkan Menimpa Pewarta ANTARA di Stasiun Tawang, Ini Tampang Ajudan Kapolri Arogan

Avatar photo

Senin, 7 April 2025 - 11:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ipda Endry Purwa Sefa Ajudan Kapolri Pukul Jurnalis Antara dan intimidasi jurnalis lain. (Foto: Tangkap Layar)

Ipda Endry Purwa Sefa Ajudan Kapolri Pukul Jurnalis Antara dan intimidasi jurnalis lain. (Foto: Tangkap Layar)

 

Metrosiar – Insiden tak mengenakkan dialami oleh jurnalis foto Kantor Berita ANTARA Jateng, Makna Zaezar, saat tengah meliput kunjungan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Stasiun Tawang, Kota Semarang, pada Sabtu, 5 April 2025.

Saat hendak mengabadikan momen Kapolri menyapa masyarakat, Zaezar justru menjadi korban kekerasan oleh ajudan Kapolri yang bernama Ipda Endry Purwa Sefa.

Tindakan Arogan Ajudan Kapolri

Ipda Endry yang seharusnya bertugas sebagai pengaman justru bersikap arogan dengan mendatangi dan memukul kepala Zaezar.

Aksi kekerasan ini terjadi ketika para jurnalis berusaha merekam Kapolri yang sedang menyapa seorang penumpang pengguna kursi roda. Kekerasan tersebut bahkan disertai dengan ancaman verbal yang mengarah ke seluruh jurnalis di lokasi.

Permintaan Maaf Terbuka dari Pelaku

Peristiwa yang dengan cepat viral di media sosial ini akhirnya mendorong Ipda Endry untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di Kantor ANTARA Jateng.

Baca juga:  Terbongkar! Modus "Sedot Tangki" BBM Subsidi di Hutan Wolobobo Berakhir, Polres Ngada Sita 670 Liter Pertalite

Didampingi oleh Kabid Humas Polda Jateng Kombes Artanto, ia menemui Direktur Pemberitaan ANTARA Irfan Junaidi dan Makna Zaezar untuk meminta maaf secara langsung.

Dengan mengenakan kemeja biru tua dan HT di dada, Endry menyampaikan penyesalannya secara terbuka kepada Zaezar dan seluruh awak media.

Ia berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya serta menjadikan insiden ini sebagai pembelajaran untuk bersikap lebih profesional dan humanis ke depannya.

Kronologi Kejadian di Lokasi Liputan

Menurut Ketua Pewarta Foto Indonesia Semarang, Dhana Kencana, kejadian bermula saat para jurnalis meliput kegiatan Kapolri dari jarak aman.

Namun, tiba-tiba ajudan Kapolri mendorong mereka dengan kasar sambil meminta menjauh. Zaezar memilih berpindah posisi, tetapi tetap menjadi sasaran kekerasan saat ajudan tersebut mengejarnya dan memukul kepalanya.

Bahkan, ajudan tersebut melontarkan ancaman verbal kepada jurnalis lain yang sedang bertugas. Sejumlah wartawan melaporkan mengalami intimidasi dan kekerasan fisik, termasuk seorang jurnalis perempuan yang hampir dicekik oleh petugas yang sama.

Baca juga:  Rekam Jejak Dony Oskaria yang Ditunjuk Presiden Prabowo Jadi Plt Menteri BUMN, Terungkap Punya Kekayaan Rp33,5 Miliar

Kecaman dari Komunitas Jurnalis

Tindakan kekerasan terhadap jurnalis ini mendapat kecaman keras dari Pewarta Foto Indonesia (PFI) Semarang dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang.

Mereka menyatakan insiden ini merupakan pelanggaran serius terhadap Undang-Undang Pers, baik secara fisik maupun psikologis terhadap ruang kerja jurnalis.

Ketua Divisi Advokasi AJI Semarang, Daffy Yusuf, mendesak agar pelaku diberi sanksi tegas oleh institusi Polri. Ia menegaskan bahwa kekerasan terhadap jurnalis tidak boleh menjadi kebiasaan yang dibiarkan.

Kapolri Janji Tindaklanjuti

Terkait insiden ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan akan memeriksa kebenaran laporan tersebut. “Saya akan cek dulu, karena saya baru tahu dari link berita ini,” ujar Kapolri.(*)

Editor : Konrad

Sumber Berita: Liputan6

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tangis Iringi Kepergian Ibu Maria Felnditi
Tak Mau Warga Lama Mengungsi, BNPB Percepat Pembangunan Huntara di Ngada
Tanggap Darurat Tinggal Hitungan Hari, BNPB Gaspol Kejar Huntara Ngada Rampung 1,5 Bulan
Polres Ngada Bongkar 3 Kasus Kriminal: Motor Digondol, Pertalite Disedot, hingga Kasus Seksual Anak
PMI Ngada Gaspol Tangani Dampak Gempa, Selter hingga Kelas Darurat Dibangun
BNPB Puji Ngada Kompak Hadapi Gempa, Isroil: Ini Modal Besar Pemulihan
Rp24,8 Miliar untuk Gempa Ngada, Banpres Rp20 Miliar Jadi Suntikan Terbesar
99 Persen Bantuan Gempa Ngada Sudah Tersalur, BPBD Kejar Tuntas 100 Persen Pekan Ini
Berita ini 23 kali dibaca
"Jurnalis ANTARA Makna Zaezar mengalami kekerasan oleh Ipda Endri ajudan Kapolri saat liputan di Stasiun Tawang. Insiden ini dikecam komunitas pers sebagai pelanggaran UU Pers. Pelaku sudah minta maaf, namun desakan agar diberi sanksi tegas terus disuarakan."

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 12:13 WIB

Tangis Iringi Kepergian Ibu Maria Felnditi

Jumat, 11 September 2026 - 18:43 WIB

Tak Mau Warga Lama Mengungsi, BNPB Percepat Pembangunan Huntara di Ngada

Jumat, 11 September 2026 - 18:00 WIB

Tanggap Darurat Tinggal Hitungan Hari, BNPB Gaspol Kejar Huntara Ngada Rampung 1,5 Bulan

Jumat, 11 September 2026 - 17:19 WIB

Polres Ngada Bongkar 3 Kasus Kriminal: Motor Digondol, Pertalite Disedot, hingga Kasus Seksual Anak

Jumat, 11 September 2026 - 07:28 WIB

PMI Ngada Gaspol Tangani Dampak Gempa, Selter hingga Kelas Darurat Dibangun

Berita Terbaru

Ucapan duka keluarga besar AW Salembun atas berpulangnya Almarhumah Maria E. A.A.A. Felnditi, S.H., ke pangkuan Bapa di Surga.

Nusantara

Tangis Iringi Kepergian Ibu Maria Felnditi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 12:13 WIB