Metrosiar – Setiap 20 Mei, Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) sebagai momentum bangkitnya semangat persatuan melawan penjajahan. Peringatan ini berawal dari berdirinya Budi Utomo (1908), organisasi modern pertama yang digagas pelajar STOVIA.
Di balik gerakan besar ini, terdapat tokoh-tokoh inspiratif yang menjadi penggerak perubahan. Siapa saja mereka? Berikut 7 pahlawan Kebangkitan Nasional yang wajib dikenang:
1. Dr. Wahidin Soedirohusodo – Pelopor Pendidikan untuk Rakyat
Asal Yogyakarta, Dr. Wahidin prihatin melihat anak muda cerdas tak bisa sekolah karena kemiskinan. Ia berkeliling Pulau Jawa menggalang dana beasiswa, menjadi inspirasi berdirinya Budi Utomo.
2. Dr. Soetomo – Pendiri Budi Utomo & Aktivis Politik
Selain dokter, Dr. Soetomo aktif di Indonesische Studies Club (ISC) dan mendirikan Partai Indonesia Raya (Parindra, 1935). Ia memperjuangkan kemajuan bangsa lewat pendidikan dan politik.
3. Ernest Douwes Dekker – Jurnalis Pejuang Kemerdekaan
Meski berdarah Indo-Eropa, Douwes Dekker tegas mendukung Indonesia. Lewat tulisan kritis di koran, ia menentang penjajahan Belanda hingga diasingkan.
4. Dr. Cipto Mangunkusumo – Dokter Rakyat yang Vokal
Anggota Indische Partij ini dikenal sebagai “Dokter Rakyat” karena gigih membela kaum tertindas. Ia tak gentar meski terus ditekan pemerintah kolonial.
5. Ki Hajar Dewantara – Bapak Pendidikan Indonesia
Pendiri Taman Siswa ini memperjuangkan pendidikan inklusif. Semboyannya, “Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani”, masih dipakai hingga kini.
6. HOS Tjokroaminoto – Pemimpin Kharismatik Sarekat Islam
Guru dari Soekarno, Musso, dan Kartosuwiryo ini membangun kesadaran rakyat lewat ekonomi dan politik. Sarekat Islam di bawah kepemimpinannya menjadi organisasi massa terbesar.
Mengapa Hari Kebangkitan Nasional Penting?
Harkitnas 20 Mei mengingatkan kita pada perjuangan para tokoh yang mempersatukan bangsa melalui organisasi, pendidikan, dan politik. Semangat mereka harus terus hidup dalam membangun Indonesia maju.(*)
Editor : Konrad
Sumber Berita: Media Siber









