Metrosiar – Proses evakuasi jenazah dua pendaki Carstensz Pyramid, Papua Tengah, yaitu Elsa Laksono dan Lilie Wijayanti Poegiono, yang keduanya merupakan bagian dari komunitas Hiking Queens, sempat terkendala oleh cuaca buruk dan medan yang sangat sulit.
Evakuasi jenazah kedua pendaki yang meninggal dunia saat mendaki tersebut, memerlukan penggunaan helikopter dan tim profesional yang memahami kondisi medan setempat.
Sebelumnya, kedua pendaki wanita tersebut diduga mengalami gejala Acute Mountain Sickness (AMS), atau penyakit ketinggian yang dapat berakibat fatal, serta hipotermia, yakni penurunan suhu tubuh yang drastis, yang sangat berbahaya.
Hipotermia biasanya terjadi akibat paparan dingin dalam waktu lama.
Jenazah Lilie Wijayanti Poegiono dilaporkan masih berada di lokasi kejadian dan dijadwalkan untuk dievakuasi pada Senin, 3 Maret 2025.
Karena medan yang terjal dan cuaca yang tidak mendukung, proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan helikopter serta tim yang memiliki keahlian di area tersebut.
Seperti yang dikutip dari Kompas.com, jenazah Lilie Wijayanti Poegiono masih belum berhasil dievakuasi dari Puncak Carstensz Pyramid akibat kondisi cuaca yang buruk.
Hal ini juga dikonfirmasi oleh Kapolres Mimika, AKBP Bily Hildiarto Budiman.
“Kondisi cuaca yang kurang bagus, sehingga belum dilakukan evakuasi terhadap jenazah Lilie yang masih berada di basecamp,” katanya, Minggu kemarin.
Bily menyatakan, pihaknya harus menunda proses evakuasi terhadap jenazah Lilie karena kondisi cuaca kurang bagus di Mimika.
Oleh karena itu, proses evakuasi akan dilakukan pada Senin, hari ini.
“Rencana tadi mau dievakuasi, tetapi cuaca kurang bagus, sehingga ditunda besok (hari ini) dilakukan evakuasi. Jenazahnya sudah di basecamp, tinggal dilakukan evakuasi ke Mimika,” ungkapnya.
Analis Basarnas, Joshua Banjarnahor, juga mengatakan bahwa cuaca buruk membuat proses evakuasi tidak bisa dilakukan menggunakan helikopter.
“Besok (hari ini) evakuasi akan dilanjutkan kembali,” katanya.
Sementara itu, jenazah Elsa Laksono telah dievakuasi ke RSUD Mimika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Minggu, (2/3).*
Editor : Lisan Al-Ghaib









