Dugaan Kebocoran Data 81 Juta Pelanggan JNE Dijual di Forum Gelap

Avatar photo

Jumat, 15 Agustus 2025 - 12:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi dugaan kebocoran data milik pelanggan JNE. (Freepik)

Foto ilustrasi dugaan kebocoran data milik pelanggan JNE. (Freepik)

Metrosiar – Kasus dugaan kebocoran data besar-besaran kembali mencuat, kali ini menimpa PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE).

Informasi peretasan ini dipublikasikan pada Senin (11/8/25) lalu, dan pertama kali diungkap oleh seorang pengguna forum gelap dengan nama samaran “R0m4nce”.

Pelaku mengeklaim telah memperoleh data logistik JNE dari periode Mei hingga (8/8/25) lalu, dengan total 81,47 juta baris informasi.

Data tersebut memuat nomor resi, nama penerima, alamat lengkap, nomor telepon, hingga rincian barang kiriman—informasi yang sangat sensitif dan berpotensi disalahgunakan.

Dijual Terbuka, Dilengkapi Cuplikan Data

Dalam unggahannya, “R0m4nce” menyebut telah mencoba menghubungi pihak JNE namun tak mendapat respons. Karena itu, ia memutuskan untuk menjual data secara terbuka di forum gelap.

“Kami sudah mencoba menghubungi perusahaan JNE, namun tidak ada balasan. Mungkin mereka memilih untuk mengabaikannya, jadi kami memutuskan untuk menjual data di sini,” tulisnya di laman darkforums.st, Rabu (13/8/25).

Baca juga:  Menteri P2MI Abdul Kadir Karding Sidak BP3MI Jawa Tengah, Soroti Lambannya Verifikasi Dokumen

Pelaku mengaku menyimpan data dalam format CSV dan JSON dengan ukuran 245 GB (tanpa kompresi). Sebagai bukti, ia membagikan cuplikan data yang dapat diunduh bebas, memperlihatkan informasi pribadi pelanggan secara jelas.

Harga yang dipatok untuk seluruh data adalah 2.000 dolar AS atau sekitar Rp32 juta. Pelaku juga menawarkan opsi pembelian sebagian data dengan harga yang bisa dinegosiasikan.

Keluhan Warganet Menguatkan Dugaan

Sebelum kabar ini ramai dibicarakan, sejumlah pengguna media sosial sudah melaporkan kasus dugaan penipuan yang melibatkan data pribadi mereka kepada akun resmi JNE di X (Twitter).

Salah satu warganet, akun @ngopimasszeh, menulis:

“Tolong kalau memang ini benar mohon konfirmasinya, telepon saya melalui nomor resmi JNE. Jika ini penipuan saya minta pertanggung jawaban kepada data saya bisa bocor @JNECare.”

Baca juga:  Truk Tambang Bikin Resah, Polda Banten Siapkan Langkah Tegas

Akun lain, @justIluvb, mengungkapkan pengalaman serupa:

“Halo min, data kita pelanggan kok bisa sampai bocor ke penipu, nelepon pura-pura jadi kurir katanya barang saya hilang, mana benar semua data-datanya, padahal itu saya pesan dari marketplace orange, berarti ada indikasi ini orang dalam pegawai JNE sendiri.”

Belum Ada Respons Resmi JNE

Hingga berita ini dirilis, pihak JNE belum mengeluarkan pernyataan resmi maupun konfirmasi terkait dugaan peretasan ini. Tidak diketahui pula apakah kasus ini sudah dilaporkan ke aparat penegak hukum.

Kebocoran data berskala besar seperti ini dinilai berbahaya karena berpotensi dimanfaatkan untuk penipuan, pencurian identitas, hingga serangan phishing. Para pakar keamanan siber mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan segera mengamankan data pribadinya.*

Editor : Nedu Wodo Mezhe

Sumber Berita: Metrosiar

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dojang Sapto Unjuk Keberanian di PORCAM Taekwondo Pasarkemis: Ajang Seleksi & Tryout POPDA 2028
545 Calon Jemaah Haji Jalani Tes Kebugaran dan Pemeriksaan Gratis
Kemenko Pangan Salurkan Rp1,2 Miliar, Korban Gempa Ngada Dapat Bantuan Tunai hingga Logistik
Naas! Minibus EB 1539 DI Terjun ke Jurang 50 Meter di Golewa Selatan, 2 Tewas
Deputi BNPB Cek Gudang Logistik Ngada: Stok Sangat Memadai, Jangan Lama Disimpan!
3,6 Km Irigasi Dibangun di Ngada, Wabup Dorong Sawah Petani Makin Produktif
147 CPNS Ngada Resmi Lulus, Bupati Ray: Jangan Terjebak Rutinitas, Hadir untuk Masyarakat
Polantas Genap 71 Tahun, Polres Ngada Teguhkan Semangat “Presisi, Mengabdi untuk Negeri”
Berita ini 18 kali dibaca
Kasus dugaan kebocoran data 81 juta pelanggan JNE mencuat setelah seorang pengguna forum gelap mengeklaim menjual informasi sensitif, termasuk nama, alamat, dan nomor telepon, dengan harga Rp32 juta.

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 23:37 WIB

Dojang Sapto Unjuk Keberanian di PORCAM Taekwondo Pasarkemis: Ajang Seleksi & Tryout POPDA 2028

Jumat, 25 September 2026 - 12:07 WIB

545 Calon Jemaah Haji Jalani Tes Kebugaran dan Pemeriksaan Gratis

Kamis, 24 September 2026 - 20:45 WIB

Kemenko Pangan Salurkan Rp1,2 Miliar, Korban Gempa Ngada Dapat Bantuan Tunai hingga Logistik

Kamis, 24 September 2026 - 13:45 WIB

Naas! Minibus EB 1539 DI Terjun ke Jurang 50 Meter di Golewa Selatan, 2 Tewas

Rabu, 23 September 2026 - 14:15 WIB

Deputi BNPB Cek Gudang Logistik Ngada: Stok Sangat Memadai, Jangan Lama Disimpan!

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Wakil Rektor IT&B Karo Ditemukan Tewas, Mobil dan HP Hilang

Senin, 28 Sep 2026 - 01:04 WIB

Peristiwa & Bencana

11 Korban Ditemukan, 71 Masih Dicari: Operasi KM Virgo Diperpanjang

Minggu, 27 Sep 2026 - 16:47 WIB