Ada Yang Coba-Coba Ingin Suap Prabowo Rp 16,5 T

Avatar photo

Minggu, 19 Oktober 2025 - 07:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

yyyyyyMetrosiar – Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan ada pihak yang ingin menyogok Presiden Prabowo Subianto sebesar US$ 1 miliar atau setara Rp 16,5 triliun. Hal itu diungkapkan Hashim saat menghadiri acara Indonesia Berdoa yang digelar FORMAS di Kuningan City, Jakarta Selatan, Sabtu (18/10/2025).
Baca:
Prabowo Ulang Tahun ke-74, Netizen Ramai-ramai Kirim Doa Ini


Mulanya, dia mengatakan kalau beberapa bulan lalu, Prabowo meneleponnya ketika malam Minggu. Prabowo menanyakan aktivitas Hashim dan lantas dijawab sedang membaca buku.

“Kenapa telepon? ‘Saya mau cerita aja, saya baru mau disogok orang’,” kata Hashim menirukan omongan Prabowo.

Hashim lantas bertanya kepada Prabowo perihal nominal uangnya. Prabowo lantas menjawab US$ 1 miliar. 

“Ya Pak Fahri (Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah) sudah dengar ya ceritanya. Saya buka aja. Orang-orang nekat, presiden kita mau disogok US$ 1 miliar dolar,” ujar Hashim.

Ia lantas menanyakan respons Prabowo terhadap tawaran tersebut. Prabowo, menurut Hashim, menolak.

“Dan saya mau sampaikan, beberapa bulan kemudian. Saya datang ke kakak saya. ‘Eh, kamu mau disogok US$ 1 miliar dolar?’ Kamu suruh pergi. Saya baru mau disogok US$ 1,5 miliar,’ kata Hashim.

Sebagaimana Prabowo, Hashim pun menolak tawaran tersebut. Ia mengaku hal tersebut tak lepas dari pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Saya kira Tuhan kita yang menolong. Tuhan kita menolong. Ini perjuangan yang kita hadapi. Kita berbuat baik atau coba baik, setan-setan datang, pak,” ujar Hashim.

“Setan datang ke Prabowo. Tapi ternyata Tuhan Yang Maha Kuasa juga melindungi dia. Tuhan jaga saya. Ini yang kita hadapi, ancaman bangsa Indonesia hadapi,” lanjutnya.

Ia lantas mengungkapkan keberhasilan pemerintah menguasai sekitar 3,7 juta hektare lahan perhutanan yang sebelumnya ditanami kelapa sawit secara ilegal oleh pengusaha-pengusaha nakal. Pun tambang-tambang ilegal yang dikuasai kembali pemerintah serta mafia migas yang sudah mulai dibongkar.

“Tapi penjahat-penjahat tetap ada. Mau sogok presiden, mau sogok adik presiden, mau sogok yang lain-lain. Kita harus waspada. Satu tahun banyak tantangan, banyak cobaan. Saya kira kita bersyukur, kita pemerintah kuat. Pemerintah utuh,” kata Hashim.


Baca juga:  Laporan Pengaduan Masyarakat
Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Camat Sepatan Timur Hadir di Sekolah, Siswa Diajak Cerdas Bermedia Digital
Data Kerusakan Gempa Riung Barat Diuji, Warga Minta Kriteria Penilaian Dibuka Terang
Tanggap Darurat Usai, Ngada Kebut Huntara dan Bangkitkan Ekonomi Warga Pascagempa
Tanggap Darurat Usai, Polres Ngada Tegaskan Pelayanan Warga Tak Boleh Berhenti
PAUD HI Ngada Diperkuat, Satu PAUD Disiapkan Jadi Percontohan Layanan Anak Terpadu
Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru
Uskup Agung Ende Serukan Bangkit dari Reruntuhan: Pascagempa, Gereja Harus Hadir dan Perkuat Solidaritas
Tak Peduli Medan Berat, PMI Ngada Tembus Riung Barat Antar Harapan untuk Penyintas Gempa
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 09:51 WIB

Camat Sepatan Timur Hadir di Sekolah, Siswa Diajak Cerdas Bermedia Digital

Kamis, 17 September 2026 - 06:39 WIB

Data Kerusakan Gempa Riung Barat Diuji, Warga Minta Kriteria Penilaian Dibuka Terang

Rabu, 16 September 2026 - 07:22 WIB

Tanggap Darurat Usai, Ngada Kebut Huntara dan Bangkitkan Ekonomi Warga Pascagempa

Rabu, 16 September 2026 - 06:58 WIB

Tanggap Darurat Usai, Polres Ngada Tegaskan Pelayanan Warga Tak Boleh Berhenti

Selasa, 15 September 2026 - 05:56 WIB

PAUD HI Ngada Diperkuat, Satu PAUD Disiapkan Jadi Percontohan Layanan Anak Terpadu

Berita Terbaru

Keuangan & Perpajakan

Mahasiswa Global Institut Ajarkan QRIS dan Canva di Desa Gempol Sari

Kamis, 17 Sep 2026 - 13:51 WIB

Sosial Kemasyarakatan

Meta AI WhatsApp Bikin Ibu-Ibu PKK Gempol Sari Punya Cara Baru Promosi UMKM

Rabu, 16 Sep 2026 - 21:11 WIB