Reputasi Diplomatik Presiden Prabowo Diuji RI Tak Masuk Anggota Permanen BoP

Avatar photo

Selasa, 10 Februari 2026 - 09:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Image ref 85292946. Copyright Rex Shutterstock No reproduction without permission. Please see www.rexfeatures.com for more information.

Image ref 85292946. Copyright Rex Shutterstock No reproduction without permission. Please see www.rexfeatures.com for more information.


Jakarta, Metrosiar – Pemerintah menegaskan keikutsertaan Indonesia ke dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang diinisiasi Presiden AS Donald Trump tidak bersifat tetap. Pakar Hubungan Internasional Teuku Rezasyah meyakini Indonesia memiliki reputasi diplomatik di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Reputasi diplomatik RI dan kualitas kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sudah sejak dini dihargai Presiden Donald Trump,” kata Teuku kepada wartawan, Jumat (6/2/2026).


Teuku Rezasyah, ahli hubungan internasional dari Unpad. (Dok. Unpad)
Dosen Hubungan Internasional Universitas Padjajaran (Unpad) itu berpandangan Indonesia akan memiliki pengaruh dalam forum internasional tersebut. Termasuk dalam bertarung gagasan di hadapan AS mengenai nasib Palestina.



“Diperkirakan dalam BoP nanti, RI akan bertarung konsepsi dengan AS, tanpa beban dan mengandalkan idealisme dan pengalaman diplomasi di PBB, OKI, dan Liga Arab, serta doa tulus masyarakat Palestina yang masa depannya terwakili,” katanya.

Teuku pun mendukung keanggotaan Indonesia yang tidak bersifat permanen di BoP. Dengan begitu, menurutnya, Indonesia dapat menarik keanggotaannya jika badan itu tidak sesuai dengan idealisme negara

“Di dalam BoP nantinya, RI bisa menarik diri, sekiranya badan ini berperilaku menyimpang dan berseberangan dengan idealisme RI,” katanya.


Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan keikutsertaan Indonesia ke dalam Board of Peace tidak bersifat tetap. Indonesia, tegas dia, bisa menarik diri dari keanggotaan sewaktu-waktu.

“Keanggotaan bersifat tidak bersifat tetap. Indonesia sewaktu-waktu dapat menarik diri dari keanggotaan,” kata Teddy dalam keterangannya, Kamis (5/2).

Namun hal keikutsertaan Indonesia merupakan langkah konkret demi mewujudkan gencatan senjata di Gaza. Indonesia turut berperan dan memiliki suara, bukan hanya sekadar menghadiri konferensi.

“Keikutsertaan Indonesia merupakan langkah konkret untuk turut serta secara langsung dalam mengurangi peperangan di Palestina, dan bukan hanya sebatas ikut konferensi, rapat, diskusi, atau pertemuan resmi,” ujarnya.

Mengenai iuran USD 1 miliar, Teddy menjelaskan dana tersebut diperuntukkan rekonstruksi Gaza dan tidak bersifat wajib. Ia menegaskan Indonesia belum pada tahap membayar.


Baca juga:  Bhabinkamtibmas Gencar Lakukan Monitoring Desa Binaan Dukung Ketahanan Pangan
Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Sampah Jadi Paving Blok, Pemuda Beiwali Bangkit Kelola Limbah Jadi Produk Bernilai
GMI Gebrak Banten, Kepengurusan Pemuda Resmi Terbentuk
Karya Bakti Kopassus di Ciracas, TNI Bawa Semangat Gotong Royong
Dari Jalur Ekstrem hingga Api Unggun, Festival Komodo Riung 2026 Makin Menggigit
895 Jembatan Presisi Dibangun, Banten Jadi yang Terbanyak
Sempadan Sungai Diawasi, Lurah Kutabumi Tegaskan Penertiban
Golkar NTT Buka Jalan Rp350 Miliar KUR, 2.800 UMKM Dibidik Jadi Penggerak Ekonomi NTT
AM Cup 2026 Masuki Babak Puncak, Empat Tim Berebut Tiket Final
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:02 WIB

Dari Sampah Jadi Paving Blok, Pemuda Beiwali Bangkit Kelola Limbah Jadi Produk Bernilai

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:05 WIB

GMI Gebrak Banten, Kepengurusan Pemuda Resmi Terbentuk

Jumat, 14 Agustus 2026 - 05:37 WIB

Karya Bakti Kopassus di Ciracas, TNI Bawa Semangat Gotong Royong

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:48 WIB

Dari Jalur Ekstrem hingga Api Unggun, Festival Komodo Riung 2026 Makin Menggigit

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:20 WIB

895 Jembatan Presisi Dibangun, Banten Jadi yang Terbanyak

Berita Terbaru

Sosial Kemasyarakatan

GMI Gebrak Banten, Kepengurusan Pemuda Resmi Terbentuk

Jumat, 14 Agu 2026 - 06:05 WIB

TNI POLRI

895 Jembatan Presisi Dibangun, Banten Jadi yang Terbanyak

Kamis, 13 Agu 2026 - 21:20 WIB