Prabowo Teken PP Energi Nasional, Sampah Jadi Sumber Listrik Bersih

Avatar photo

Jumat, 26 September 2025 - 09:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto memberikan keterangannya kepada awak media, di New York, pada Rabu, 24 September 2025. (Foto: BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Subianto memberikan keterangannya kepada awak media, di New York, pada Rabu, 24 September 2025. (Foto: BPMI Setpres)

Metrosiar – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemanfaatan sampah sebagai sumber energi terbarukan untuk memperkuat bauran energi bersih di pembangkit listrik nasional.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang ditandatangani pada (15/9/25).

Beleid anyar itu menggantikan PP Nomor 79 Tahun 2014. Dalam aturan baru tersebut, biomassa dan sampah diarahkan untuk menggantikan sebagian batu bara dalam sektor ketenagalistrikan.

“Biomassa dan sampah diarahkan untuk menggantikan sebagian batu bara pada ketenagalistrikan,” demikian tertulis dalam PP KEN, dikutip Rabu (24/9/25).

Selain untuk pembangkit listrik, pemanfaatan sampah dan biomassa juga diarahkan bagi produksi biogas di sektor transportasi maupun industri.

Pemerintah Percepat Proyek PLTSa

Pemerintah tengah mendorong percepatan program pengolahan sampah menjadi listrik setelah lama terhambat persoalan tipping fee di daerah.

Tahun ini, model bisnis Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sedang dirombak melalui revisi Perpres Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Targetnya, revisi perpres tersebut rampung akhir 2025.

Baca juga:  Kapolsek Kresek Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional Lewat Penanaman Jagung Hibrida

Jika regulasi sudah diteken, PT PLN (Persero) dijadwalkan membuka lelang proyek PLTSa secara terbuka.

Tarif Listrik Dipatok US$20 Sen

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani menyampaikan tarif listrik PLTSa akan dipatok sebesar US$20 sen per kilowatt hour (kWh). Penetapan harga ini, menurutnya, akan memutus negosiasi berlarut antara PLN dan Independent Power Producer (IPP).

“Sangat jelas dari segi pricing, satu harga US$20 sen, jadi tidak ada negosiasi lagi, harga sudah jelas,” ujar Rosan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/9/25).

Rosan menambahkan, minimal pasokan sampah yang wajib diolah IPP mencapai 1.000 ton per hari.

“Kalau di Jakarta 1 titik bisa sampai 2.500 ton per hari,” katanya.

Ia menargetkan sejumlah proyek PLTSa sudah bisa memulai konstruksi sebelum akhir tahun ini, termasuk empat titik di Jakarta.

PLN Ajukan Skema Baru

Sebelumnya, PLN sempat mengusulkan tarif lebih tinggi, yakni US$22 sen per kWh, saat memberi masukan revisi Perpres PSEL.

Baca juga:  IHSG Menguat Pasca Pertemuan Prabowo dengan Konglomerat di Istana

Kenaikan tarif tersebut dikaitkan dengan rencana penghapusan tipping fee di tingkat daerah, yang kemudian akan dihitung sebagai ongkos produksi listrik dan dibebankan ke PLN.

Sebagai kompensasi, PLN mengajukan dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat lewat APBN.

Skema kompensasi ini tidak pernah diatur dalam perpres lama, di mana tipping fee ditanggung APBD dan feed-in tariff listrik maksimal dipatok US$13,35 sen per kWh.

Selain itu, PLN mengusulkan model kontrak take and pay dengan annual contracted energy (ACE) untuk menjamin pengembalian investasi bagi para pengembang PLTSa.

Status Proyek PLTSa

Hingga semester I-2025, PLN telah menandatangani perjanjian jual beli listrik (PJBL) untuk PLTSa Palembang, Sunter, Surabaya, dan Surakarta. Namun, baru dua yang beroperasi, yaitu PLTSa Putri Cempo di Solo dengan kapasitas 5 megawatt (MW) dan PLTSa Benowo di Surabaya berkapasitas 9 MW.*

Editor : Nedu Wodo Mezhe

Sumber Berita: Bloombergtechoz

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar KKN! 254 Mahasiswa STKIP Citra Bakti Siap Mengabdi 3 Bulan di Nagekeo, Bawa Misi Ubah Perilaku Masyarakat Kelola Sampah
Longsor Sejak April, Jalan Were–Mataloko Kian Kritis: Proposal Sudah Masuk, Penanganan Belum Terlihat
Disambut Bak Pahlawan! Diaspora Ngada Maumere Kobarkan Spirit PSN Ngada U-17, Manajer: “Serang Duluan, Jangan Tunggu Lawan!”
Sikap Gibran Kemungkinan Disebut Perintah Jokowi Bukan Diatur Prabowo
Cara Cek Kena Tilang ETLE atau Tidak Tanpa ke Kantor Polisi, Bisa Dilakukan dalam Hitungan Menit
Kapolda Banten Beberkan Ancaman Baru, Pengamanan Objek Vital Kini Tak Bisa Lagi Cara Lama
Posyandu Mawar 6 Pasar Kemis Jadi Andalan Banten, Siap Tembus Tingkat Nasional
Sambut HUT RI ke-81, PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar Tranformasikan FABA Menjadi Ruang Belajar di Sekolah Sekitar Perusahaan
Berita ini 49 kali dibaca
Presiden Prabowo Subianto meneken PP Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional yang mendorong pemanfaatan sampah sebagai energi bersih. Pemerintah menargetkan percepatan pembangunan PLTSa dengan tarif listrik dipatok US$20 sen per kWh, serta menyiapkan skema baru untuk menjamin investasi pengembang.

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:38 WIB

Bukan Sekadar KKN! 254 Mahasiswa STKIP Citra Bakti Siap Mengabdi 3 Bulan di Nagekeo, Bawa Misi Ubah Perilaku Masyarakat Kelola Sampah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:18 WIB

Longsor Sejak April, Jalan Were–Mataloko Kian Kritis: Proposal Sudah Masuk, Penanganan Belum Terlihat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:15 WIB

Disambut Bak Pahlawan! Diaspora Ngada Maumere Kobarkan Spirit PSN Ngada U-17, Manajer: “Serang Duluan, Jangan Tunggu Lawan!”

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:40 WIB

Sikap Gibran Kemungkinan Disebut Perintah Jokowi Bukan Diatur Prabowo

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:11 WIB

Kapolda Banten Beberkan Ancaman Baru, Pengamanan Objek Vital Kini Tak Bisa Lagi Cara Lama

Berita Terbaru

Menko Polkam Djamari Chaniago (tengah) memberikan keterangan kepada awak media usai menghadiri puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido, Bogor.

Hukum & Kriminal

3,37 Ton Narkoba Dimusnahkan, Pesan Menko Polkam Langsung Jadi Sorotan

Jumat, 24 Jul 2026 - 18:57 WIB