Bareskrim Polri Hentikan Penyelidikan Dugaan Ijazah Palsu Jokowi: Ijazah Terbukti Asli

Avatar photo

Minggu, 25 Mei 2025 - 21:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi. (Instagram.com/@jokowi)

Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi. (Instagram.com/@jokowi)

Metrosiar – Bareskrim Polri secara resmi menghentikan penyelidikan terkait dugaan ijazah palsu milik Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo.

Keputusan ini disampaikan langsung oleh Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim, Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro.

Setelah melewati serangkaian proses pemeriksaan dan uji laboratorium forensik, pihak kepolisian memastikan bahwa ijazah Jokowi adalah otentik dan sah.

Penegasan ini diperkuat dengan perbandingan terhadap tiga ijazah milik alumni seangkatan dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), tempat Presiden Jokowi menempuh pendidikan sarjananya.

“Dari proses pengaduan dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbuatan pidana sehingga perkara ini dihentikan penyelidikannya,” ujar Djuhandhani dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (22/5/2025).

Baca juga:  Yayat Rohiman: Media Mitra Penting Pemerintah dalam Menyerap Aspirasi Masyarakat

Djuhandhani juga menambahkan penyidik berhasil memperoleh dokumen asli ijazah atas nama Joko Widodo, lengkap dengan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) 1681 KT yang diterbitkan pada (5/11/1985).

Untuk memastikan keasliannya, dokumen tersebut diuji secara forensik dan dibandingkan dengan dokumen serupa dari alumni UGM lainnya.

“Telah diuji secara laboratoris berikut sampel pembanding dari tiga rekan pada masa menempuh perkuliahan di Fakultas Kehutanan UGM,” jelasnya.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa elemen-elemen seperti cap stempel dan tinta tanda tangan dekan serta rektor identik dengan dokumen pembanding.

Baca juga:  Keaslian Ijazah SMA Presiden Ke-7 Jokowi Ditegaskan Bareskrim Polri

“Cap stempel dan tinta tanda tangan milik dekan dan rektor dari peneliti tersebut, maka antara bukti dan pembanding adalah identik atau berasal dari satu produk yang sama,” imbuh Djuhandhani.

Dengan hasil ini, pihak Bareskrim berharap isu terkait keaslian ijazah Presiden Jokowi tidak lagi menjadi polemik publik.

Djuhandhani pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas nasional, terutama di tengah upaya pemerintahan membangun iklim investasi dan gejolak ekonomi dunia.

“Kita semua berharap situasi negara ini menjadi semakin tenang. Kita bantu pemerintah yang saat ini dipimpin oleh Bapak Prabowo,” pungkasnya.(*)

Editor : Wodo Ndaya Coya

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

3,6 Km Irigasi Dibangun di Ngada, Wabup Dorong Sawah Petani Makin Produktif
147 CPNS Ngada Resmi Lulus, Bupati Ray: Jangan Terjebak Rutinitas, Hadir untuk Masyarakat
Polantas Genap 71 Tahun, Polres Ngada Teguhkan Semangat “Presisi, Mengabdi untuk Negeri”
Musancab 2026, PKB Ngada Panaskan Mesin Politik: Bidik Tambahan Kursi di Legislatif
Uji Publik Data Gempa Golewa: 1.539 Rumah Diverifikasi, 953 Tak Masuk Kriteria
15.722 Guncangan Tercatat! Nagekeo Perpanjang Tanggap Darurat hingga 27 September
Camat Sepatan Timur Hadir di Sekolah, Siswa Diajak Cerdas Bermedia Digital
Data Kerusakan Gempa Riung Barat Diuji, Warga Minta Kriteria Penilaian Dibuka Terang
Berita ini 37 kali dibaca
Bareskrim Polri resmi menghentikan penyelidikan dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo setelah hasil uji forensik membuktikan keaslian dokumen tersebut. Ijazah Jokowi dibandingkan dengan milik tiga alumni seangkatan dari Fakultas Kehutanan UGM dan dinyatakan identik. Cap, stempel, serta tinta tanda tangan dekan dan rektor juga terbukti otentik. Bareskrim berharap isu ini tidak lagi menjadi polemik dan masyarakat mendukung stabilitas nasional.

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 17:49 WIB

3,6 Km Irigasi Dibangun di Ngada, Wabup Dorong Sawah Petani Makin Produktif

Selasa, 22 September 2026 - 17:26 WIB

147 CPNS Ngada Resmi Lulus, Bupati Ray: Jangan Terjebak Rutinitas, Hadir untuk Masyarakat

Selasa, 22 September 2026 - 16:42 WIB

Polantas Genap 71 Tahun, Polres Ngada Teguhkan Semangat “Presisi, Mengabdi untuk Negeri”

Minggu, 20 September 2026 - 00:36 WIB

Musancab 2026, PKB Ngada Panaskan Mesin Politik: Bidik Tambahan Kursi di Legislatif

Sabtu, 19 September 2026 - 06:59 WIB

Uji Publik Data Gempa Golewa: 1.539 Rumah Diverifikasi, 953 Tak Masuk Kriteria

Berita Terbaru

Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. (kanan) berdiskusi bersama Prof. Dr. H. Jimly Asshiddiqie, S.H., M.H. (kiri) dalam pembahasan Police Governance.

TNI POLRI

Wakapolri Bicara Transformasi Polri di Hadapan Jimly

Rabu, 23 Sep 2026 - 09:15 WIB

Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan (kiri depan) bersama Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni (tengah) dan jajaran meninjau kawasan KHDTK Tumbang Nusa di tengah kondisi berkabut asap.

Peristiwa & Bencana

Karhutla Kalteng Makin Serius, Langkah Tegas Disiapkan

Rabu, 23 Sep 2026 - 00:00 WIB

Warga dan para tamu undangan mengikuti acara syukuran peresmian Jalan Arjuna dalam suasana penuh kebersamaan.

Politik

36 Titik Jalan Dicor, Supriyatna: “Ini Baru Luar Biasa”

Selasa, 22 Sep 2026 - 23:25 WIB

Peristiwa & Bencana

Kebakaran Hebat di Kebayoran Lama,18Rumah Terdampak

Selasa, 22 Sep 2026 - 23:02 WIB