Modernisasi Mulai Menggeser Praktik Pangan Lokal, Joni Watu Tekankan Tiga Hal Ini

Senin, 29 September 2025 - 15:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penjabat Sekda Ngada, Yohanes C. Watu Ngebu (Joni Watu). (Foto: Elfrat Frans Dhena)

Penjabat Sekda Ngada, Yohanes C. Watu Ngebu (Joni Watu). (Foto: Elfrat Frans Dhena)

Metrosiar – Penjabat Sekda Ngada, Yohanes C. Watu Ngebu yang akrab disapa Joni Watu menekankan tiga hal penting yang dinilai mampu menjaga praktik pangan lokal.

Ia menilai, saat ini praktik pangan lokal sudah mulai digeser akibat modernisasi.

Hal ini disampaikan Joni Watu ketika mewakili Bupati Ngada, dalam sambutannya saat pergelaran Pesta Pangan Lokal Masyarakat Adat di Festival Budaya Ngada, Senin (29/9/25) di Bajawa.

Dia mejelaskan, Ngada dengan tiga sub etnis besar yakni, Ngadu Bhaga, Soa Seroga dan Riung Seriwu, memiliki kekayaan pangan lokal yang sangat beragam.

Dari ritus panen, pola tanam tradisional, hingga teknik pengolahan makanan yang ramah lingkungan, semua ini ujar Joni Watu adalah kekuatan kita.

Penjabat Sekda Ngada, Yohanes C. Watu Ngebu atau Joni Watu menghadiri pergelaran Pesta Pangan Lokal Masyarakat Adat dalam Festival Budaya Ngada, Senin 29 September 2025 di Bajawa.
Penjabat Sekda Ngada, Yohanes C. Watu Ngebu atau Joni Watu menghadiri pergelaran Pesta Pangan Lokal Masyarakat Adat dalam Festival Budaya Ngada, Senin 29 September 2025 di Bajawa. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

Namun lanjut dia, tantangan kita juga nyata, modernisasi telah menggeser banyak praktik pangan lokal, dan jika tidak kita rawat bersama warisan ini bisa perlahan menghilang.

Melalui Pesta Pangan Lokal ini, Joni Watu menekankan beberapa hal yakni;

Pertama, mengangkat pangan lokal sebagai simbol kekuatan budaya dan kemandirian pangan daerah.

Kedua, menguatkan peran masyarakat adat sebagai penjaga utama keberlanjutan pengetahuan kuliner dan pertanian tradisional.

Baca juga:  Kapolda Banten Hadiri Wisuda Purnabakti Ketua Pengadilan Tinggi, Pesan Ini Jadi Sorotan

Ketiga, medorong kolaborasi antar komunitas, pelaku UMKM, dan generasi muda dalam memanfaatkan kekayaan pangan lokal untuk menciptakan dan nilai tambah ekonomi, tukasnya.

Dia mengatakan, pesta pangan lokal yang diselenggarakan hari ini adalah perayaan identitas, perayaan warisan leluhur, dan pengakuan atas kearifan lokal, yang telah membentuk peradaban masyarakat adat kita sejak dahulu kala.

Pangan lokal adalah bagian tak terpisahkan dari Kebudayaan Masyarakat Adat Ngada.

Tersimpan Nilai-Nilai Filosofi

Joni Watu mengungkapkan, dibalik setiap jenis umbi-umbian, jagung, padi ladang, hasil hutan serta olahan pangan tradisional yang disajikan saat ini tersimpan nilai-nilai filosofi, gotong royong, keberlanjutan dan rasa syukur kepada alam.

Pesta pangan seperti ini, menjadi momentum untuk mengangkat kembali pengetahuan lokal tentang pertanian, kuliner, dan ketahanan pangan berbasis budaya.

Penjabat Sekda Ngada, Yohanes C. Watu Ngebu atau Joni Watu menghadiri pergelaran Pesta Pangan Lokal Masyarakat Adat dalam Festival Budaya Ngada, Senin 29 September 2025 di Bajawa.
Penjabat Sekda Ngada, Yohanes C. Watu Ngebu atau Joni Watu menghadiri pergelaran Pesta Pangan Lokal Masyarakat Adat dalam Festival Budaya Ngada, Senin 29 September 2025 di Bajawa. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

“Mari kita jadikan kegiatan ini, sebagai ruang edukasi, ruang apresiasi, dan ruang regenerasi,” pungkasnya.

Bukan hanya adat yang perlu diwariskan, tetapi juga resep, cara tanam, cara olah, dan filosofi hidup yang menyertainya.

“Kiranya momentum ini sebagai titik tolak pergerakan budaya menuju masa depan. Budaya bukan sekedar masa lalu yang kita jaga, tapi jalan hidup yang terus kita perbarui dan kembangkan, termasuk melalui bidang pangan,” imbuhnya.

Baca juga:  Cari Titik Temu Antara Modernisasi dan Tradisi Dibalik Dialog Budaya dalam FBN

Semoga melalui Pesta Pangan Lokal ini, kita tidak hanya mengenang apa yang pernah ada, tapi juga menyusun masa depan yang berakar pada kearifan leluhur dan berorientasi pada kesejahteraan seluruh masyarakat Ngada.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telahterlibat: komunitas budaya, unsur PKK, para peserta, UMKM, pelajar-mahasiswa, dan seluruh elemen masyarakat yang telah berpartisipasi mendukung kegiatan ini. Mari kita rayakan kekayaan budaya Ngada ini dengan semangat kebersamaan, keberlanjutan, dan kebanggaan,” ucap Joni Watu.

Informasi yang diterima, Pesta Pangan Lokal Masyarakat Adat ini, merupakan bagian dari rangkaian besar Festival Budaya Ngada 2025, yang merupakan bagian dari Program Nasional Gerakan Kebudayaan Indonesia (GAYAIN).

Hadir dalam acara ini, Pamong Budaya Ahli Utama Christryati Ariani, Anggota DPRD Ngada Siprianus Ndiwal, sejumlah Kepala OPD lingkup Pemda Ngada, Para Camat, serta Para Kepala Desa.

Pesta Pangan Lokal ini diramaikan oleh 50 kelompok kuliner dari 50 desa se-Kabupaten Ngada.*

Editor : Frans Dhena

Sumber Berita: Metrosiar

Berita Terkait

40 Negara Kompak “Perang” Vape, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!
Jembatan Merah Putih Presisi Dibangun Kilat, Target Rampung 2 Bulan!
Meter Air Buram dan Rusak Kini Bisa Diganti Gratis, Ini Caranya
Mahkamah Agung Menghentikan Diskriminasi Hukum Terhadap Hendra Lie, Gus Rofi : “Harusnya Korupsinya Di Usut”
Mengupas Rahasia Hidup Tenang, Komunitas RUBIK Hadirkan Kajian Bersama Ust Kiswoko Al Ghifari S.Pd
Situ Warung Rebo: Ramai Pengunjung, Warga Raup Peluang Usaha
Home Prospek Nine Stars Buka Peluang Sehat dan Cuan
Penjabat Sekda Ngada, Yohanes C. Watu Ngebu yang akrab disapa Joni Watu menekankan tiga hal penting yang dinilai mampu menjaga praktik pangan lokal. Ia menilai, saat ini praktik pangan lokal sudah mulai digeser akibat modernisasi.

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 00:45 WIB

40 Negara Kompak “Perang” Vape, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Kamis, 23 April 2026 - 22:44 WIB

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Kamis, 23 April 2026 - 22:01 WIB

Jembatan Merah Putih Presisi Dibangun Kilat, Target Rampung 2 Bulan!

Rabu, 22 April 2026 - 13:31 WIB

Meter Air Buram dan Rusak Kini Bisa Diganti Gratis, Ini Caranya

Selasa, 21 April 2026 - 15:58 WIB

Mengupas Rahasia Hidup Tenang, Komunitas RUBIK Hadirkan Kajian Bersama Ust Kiswoko Al Ghifari S.Pd

Berita Terbaru

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada Yohanes Ghae (tengah) didampingi jajaran perangkat daerah saat memberikan keterangan usai apel gabungan terkait penertiban aset dan kepatuhan pajak kendaraan dinas di halaman Kantor Bupati Ngada.

Nusantara

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Kamis, 23 Apr 2026 - 22:44 WIB

“Jusuf Hamka (kanan) berbincang dengan Hary Tanoesoedibjo (kiri) dalam suasana persidangan, terkait putusan gugatan perdata yang berujung kewajiban ganti rugi sebesar Rp 531 miliar.”

Hukum

Gugatan Jusuf Hamka Dikabulkan, MNC Kena Rp531 Miliar!

Kamis, 23 Apr 2026 - 14:50 WIB