Tessa Nur Aliyah Minta Maaf Usai Ketahuan Belanja Pakai Editan: Aksi Nekat Terekam CCTV

Jumat, 18 April 2025 - 11:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi Tessa Nur Aliyah Edit Bukti Transfer Belanja di PIM 2 Viral, Minta Maaf dan Tak Ditahan Usai Mediasi dengan Pihak Toko Jenahara (Foto: Dok. Polres Metro Jakarta Selatan)

Aksi Tessa Nur Aliyah Edit Bukti Transfer Belanja di PIM 2 Viral, Minta Maaf dan Tak Ditahan Usai Mediasi dengan Pihak Toko Jenahara (Foto: Dok. Polres Metro Jakarta Selatan)

Aksi Tessa Nur Aliyah Edit Bukti Transfer Belanja di PIM 2 Viral, Minta Maaf dan Tak Ditahan Usai Mediasi dengan Pihak Toko Jenahara

Metrosiar – Jakarta! Aksi nekat seorang wanita bernama Tessa Nur Aliyah (31) akhirnya berujung permintaan maaf publik setelah dirinya kepergok melakukan “belanja tipu-tipu” di salah satu gerai fashion ternama, Jenahara, yang berlokasi di Pondok Indah Mall (PIM) 2, Jakarta Selatan.

Tak tanggung-tanggung, Tessa diduga memalsukan bukti transfer senilai lebih dari Rp2 juta demi bisa membawa pulang barang incaran tanpa membayar sepeser pun.

Bukannya pakai PayLater, dia malah pilih jalur Photoshop.

Aksinya yang super santai lengkap dengan jilbab putih, outfit merah jambu, dan kacamata, tertangkap jelas oleh CCTV toko dan langsung viral di media sosial.

Baca juga:  Viral Terbongkar Kebohongan Aqua Tentang Asal Sumber Airnya Yang Bukan Dari Mata Air Pegunungan.

Dalam video klarifikasi yang diterima awak media dari pihak kepolisian, Kamis (17/4/2025), Tessa akhirnya buka suara.

Ia menyampaikan permohonan maaf kepada pihak toko atas aksi manipulatifnya.

“Saya, pelaku penipuan di toko Jenahara PIM 2, mengucapkan permohonan maaf sebesar-besarnya,” ucap Tessa.

Ia juga berterima kasih karena masih diberi kesempatan untuk menebus barang yang telah dibawa tanpa pembayaran.

Bahkan, ia mengapresiasi kasir toko yang memberinya kemudahan dalam proses ganti rugi.

Yang mengejutkan, meskipun sempat viral dan jadi sorotan publik, Tessa tak sampai dijebloskan ke sel.

Kompol Nurma Dewi, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, mengonfirmasi bahwa kasus ini berakhir damai setelah dilakukan mediasi antara pelaku, korban, dan pelapor.

Baca juga:  Petani Padi Desa Patra Manggala Kecamatan Kemiri Merugi, Pembeli Gabah Raib Tanpa Jejak

“Sudah mediasi, enggak ditahan,” ujar Nurma, Kamis.

Sebelumnya, aksi Tessa ramai diperbincangkan setelah video CCTV menunjukkan betapa lancarnya ia memperlihatkan hasil editan bukti transfer kepada staf toko. Siapa sangka, keahlian ngedit bisa dipakai buat “belanja gratis”?

Untungnya, kasus ini selesai secara kekeluargaan.

Tapi, semoga ke depan tidak ada lagi yang lebih memilih jadi “editor kriminal” dibanding pembeli jujur. Toko bukan tempat pamer skill edit, ya!

Kalau kamu ada kejadian serupa di sekitarmu, jangan lupa cek dua kali bukti transfer, siapa tahu hasil karya digital.(*)

Editor : Ndaya Coya Wodo

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sungai Cisadane Tercemar, Aktivis Desak KLH dan Polisi Tetapkan Tersangka: PT Biotek dan Pengelola Taman Tekno BSD Diduga Lalai
Polresta Tangerang Lakukan Penyelidikan Kasus Pembunuhan Suami Diduga oleh Istri di Tigaraksa
Terungkap! Modus Lowongan Kerja Restoran Berujung Perdagangan Orang, Pasutri di Banten Ditangkap
Komisi III DPR RI Meminta Polri Dan Kejaksaan Tidak Menghentikan Kasus Penjambretan Di Sleman
Kawal Kasus Mafia Tanah Kupang Timur, Hendrikus Djawa LP2TRI Desak Kepastian Hukum di Polda NTT, Soroti Kinerja Pengacara
Vape dan Minuman Energi Ternyata Berisi Narkotika, Sindikat Internasional Dibongkar di Bandara
Reaksi Pemerintah RI Setelah Pemerintah AS Menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Nadiem Jalankan Pengadaan Chromebook Semata Untuk Kepentingan Bisnis Pribadi
Tessa Nur Aliyah tertangkap kamera melakukan penipuan dengan memalsukan bukti transfer di toko Jenahara PIM 2. Aksinya viral di media sosial namun diselesaikan secara damai lewat mediasi polisi tanpa proses hukum lanjut.

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 17:52 WIB

Sungai Cisadane Tercemar, Aktivis Desak KLH dan Polisi Tetapkan Tersangka: PT Biotek dan Pengelola Taman Tekno BSD Diduga Lalai

Jumat, 6 Maret 2026 - 18:48 WIB

Polresta Tangerang Lakukan Penyelidikan Kasus Pembunuhan Suami Diduga oleh Istri di Tigaraksa

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:56 WIB

Terungkap! Modus Lowongan Kerja Restoran Berujung Perdagangan Orang, Pasutri di Banten Ditangkap

Jumat, 30 Januari 2026 - 16:32 WIB

Komisi III DPR RI Meminta Polri Dan Kejaksaan Tidak Menghentikan Kasus Penjambretan Di Sleman

Kamis, 8 Januari 2026 - 02:20 WIB

Kawal Kasus Mafia Tanah Kupang Timur, Hendrikus Djawa LP2TRI Desak Kepastian Hukum di Polda NTT, Soroti Kinerja Pengacara

Berita Terbaru

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada Yohanes Ghae (tengah) didampingi jajaran perangkat daerah saat memberikan keterangan usai apel gabungan terkait penertiban aset dan kepatuhan pajak kendaraan dinas di halaman Kantor Bupati Ngada.

Nusantara

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Kamis, 23 Apr 2026 - 22:44 WIB