Metrosiar – Jumlah kasus demensia dan Alzheimer terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun, mendorong dunia medis untuk mencari solusi pencegahan yang lebih efektif.
Sebuah penelitian terbaru dari tim peneliti di Stanford Medicine, Amerika Serikat, menemukan bahwa vaksin herpes zoster yang selama ini dikenal untuk mencegah ruam akibat infeksi virus varicella-zoster atau cacar ular juga memiliki potensi untuk menurunkan risiko demensia.
Mengutip laporan dari Medical Daily pada Senin (7 April 2025), studi tersebut menunjukkan bahwa individu dewasa yang menerima vaksin herpes zoster memiliki kemungkinan 20 persen lebih rendah untuk mengalami demensia dalam periode tujuh tahun setelah vaksinasi.
Sebelumnya, sejumlah penelitian telah menyebutkan adanya kaitan antara vaksinasi herpes zoster dan penurunan risiko gangguan kognitif.
Tetapi masih ada kekhawatiran bahwa temuan tersebut mungkin dipengaruhi oleh faktor gaya hidup, mengingat orang yang memilih untuk divaksinasi umumnya lebih sadar akan kesehatan, termasuk dalam hal pola makan dan aktivitas fisik.
Untuk meminimalkan bias tersebut, para peneliti menggunakan data dari kebijakan vaksinasi berbasis usia yang diterapkan di Wales pada tahun 2013.
Saat itu, vaksin hanya diberikan kepada warga yang genap berusia 79 tahun pada 1 September, sedangkan mereka yang sudah berusia 80 tahun sebelum tanggal tersebut tidak memenuhi syarat.
Kedua kelompok ini memiliki karakteristik yang sangat mirip, baik dari segi kesehatan, pendidikan, maupun akses layanan medis, sehingga memungkinkan analisis yang lebih objektif terhadap dampak vaksin.
“Yang membuat studi ini luar biasa adalah karena secara alami terbentuk seperti uji coba terkontrol secara acak, dengan kelompok yang memenuhi syarat vaksinasi dan kelompok yang tidak,” jelas Dr. Pascal Geldsetzer, salah satu peneliti, dikutip dari ANTARA.
Hasilnya, efek perlindungan vaksin terhadap demensia tampak lebih kuat pada perempuan.
Para ilmuwan menduga hal ini berkaitan dengan perbedaan sistem kekebalan tubuh antara pria dan wanita, serta bagaimana demensia berkembang pada masing-masing gender.
“Ini adalah kali pertama kami bisa menyatakan dengan lebih yakin bahwa vaksin herpes zoster benar-benar berkontribusi pada penurunan risiko demensia. Jika hubungan ini memang bersifat kausal, maka ini adalah penemuan yang sangat signifikan,” tambah Dr. Geldsetzer.(*)
Editor : Lisan Al-Ghaib
Sumber Berita: Medical Daily









