Darurat Lingkungan! Kebakaran Gudang Kimia Taman Tekno Diduga Sebabkan Pencemaran Cisadane

Avatar photo

Selasa, 10 Februari 2026 - 07:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Metrosiar, Kota Tangerang Selatan – Kebakaran gudang bahan kimia di kawasan pergudangan Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, bukan sekadar insiden biasa. Peristiwa ini diduga kuat menjadi biang kerok pencemaran Kali Jaletreng, anak Sungai Cisadane, yang kini berubah menjadi aliran beracun.

 

Dampaknya nyata dan memantik amarah publik. Ikan-ikan tampak mabuk hingga mati mengapung di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane. Air yang selama ini menjadi penopang ekosistem dan kehidupan warga kini tercemar zat kimia berbahaya.

 

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan telah turun tangan dengan mengambil sampel air untuk diuji di laboratorium.

 

“Hasil pengecekan sementara menunjukkan pencemaran diduga akibat kebakaran gudang kimia di kawasan Taman Tekno. Pengambilan sampel dilakukan di empat titik, yakni lokasi kebakaran, aliran air terdampak, gorong-gorong, dan kawasan The Green,” ungkap Pengawas DLH Tangsel Kecamatan Serpong, Firda Yofiyana.

Baca juga:  Kenali Shampoo Non-SLS: Pilihan Lebih Lembut untuk Rambut dan Kulit Kepala

 

Firda menambahkan, sampel tersebut akan menjalani uji laboratorium di DLH Tangsel dan hasilnya diperkirakan keluar dalam 14 hari kerja.

 

“Proses uji laboratorium membutuhkan waktu hingga dua pekan,” jelasnya.

 

DLH Tangsel juga mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat agar tidak mengonsumsi ikan dari aliran kali yang tercemar, mengingat potensi kandungan zat kimia berbahaya.

 

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memanfaatkan atau mengonsumsi ikan dari aliran kali tersebut,” tegasnya.

 

Namun, proses birokrasi yang memakan waktu ini justru memicu kemarahan aktivis lingkungan. Koordinator Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung), Ade Yunus, menyebut pencemaran ini sebagai kejahatan lingkungan serius yang tidak boleh dibiarkan berlarut.

Baca juga:  Tips Hidup Minim Sampah Saat Perjalanan

 

“Kami minta Kementerian Lingkungan Hidup segera menangkap dan memidanakan pemilik gudang kimia tersebut. Ini bukan insiden sepele. Ini momentum bagi KemenLH untuk menertibkan pergudangan dan industri kimia yang berdiri dekat DAS Cisadane,” tegas Ade dengan nada geram.

 

Ia menilai, lemahnya pengawasan akan membuka peluang terulangnya bencana lingkungan serupa.

 

“Tak boleh lemah dan lengah. Kalau dibiarkan, Cisadane akan terus jadi korban. Hari ini ikan yang mati, besok bisa manusia,” tandasnya. [red]

 

 

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

10 Sesat Pikir yang Diam-Diam Bisa Menjebak Cara Berpikir
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, PDIP Kehilangan Sosok Seniman Besar
Enam Gunung Api Erupsi Bersamaan, Driver Ojol Diminta Waspada
Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ojol Diminta Waspada
Ratna Jumila A.Md.Keb., Ingatkan Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau bagi Kesehatan
Bakti Sosial Mabes Polri, Ratusan Driver Ojol Dapat Layanan Kesehatan Gratis
GMKI Palangka Raya Kritik Penanganan Karhutla Kalteng: Negara Harus Hadir Sebelum Asap
Karhutla Kalteng Jadi Sorotan GMKI Palangka Raya Bukan Sekadar Api
Berita ini 197 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 09:41 WIB

10 Sesat Pikir yang Diam-Diam Bisa Menjebak Cara Berpikir

Sabtu, 26 September 2026 - 08:49 WIB

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, PDIP Kehilangan Sosok Seniman Besar

Senin, 7 September 2026 - 12:27 WIB

Enam Gunung Api Erupsi Bersamaan, Driver Ojol Diminta Waspada

Minggu, 6 September 2026 - 23:50 WIB

Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ojol Diminta Waspada

Minggu, 6 September 2026 - 11:42 WIB

Ratna Jumila A.Md.Keb., Ingatkan Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau bagi Kesehatan

Berita Terbaru

Sosial Kemasyarakatan

Ribuan Ojol Padati Kodam Jaya, HUT TNI Diwarnai Aksi Sosial

Sabtu, 26 Sep 2026 - 11:14 WIB

Kesehatan

10 Sesat Pikir yang Diam-Diam Bisa Menjebak Cara Berpikir

Sabtu, 26 Sep 2026 - 09:41 WIB