Rencana Kota Modern di Gaza Didanai Rp1.642 Triliun Tuai Kecaman

Avatar photo

Kamis, 4 September 2025 - 14:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi - Rencana kota modern

Foto Ilustrasi - Rencana kota modern "Gaza Riviera" yang dirancang Presiden AS Donald Trump bocor, sebut relokasi 2 juta warga Palestina dan dana Rp1.642 triliun, menuai kecaman dunia. (Instagram.com/@realdonaldtrump)

Metrosiar – Rencana pembangunan kota modern di Gaza kembali jadi sorotan setelah dokumen prospektusnya bocor ke media internasional asal Amerika Serikat (AS), Washington Post.

Bocoran ini muncul di tengah kondisi Gaza yang masih dilanda serangan militer Israel.

Menurut laporan Washington Post, dokumen setebal 38 halaman tersebut berisi gagasan proyek bernama “Gaza Riviera” yang digagas Presiden AS, Donald Trump. Rencana ini mencakup pembangunan kota berteknologi tinggi dengan konsep mirip Neom di Arab Saudi.

Isi dokumen juga menyebut seluruh 2 juta penduduk Gaza akan dipindahkan secara paksa, sementara wilayah tersebut ditempatkan di bawah perwalian AS selama sedikitnya sepuluh tahun.

“Relokasi sementara seluruh populasi Gaza lebih dari 2 juta orang,” tertulis dalam laporan yang dilansir Washington Post, Rabu (3/9/25).

Penduduk yang memiliki tanah di wilayah Palestina itu juga disebut akan mendapatkan kompensasi berupa “token digital”.

Token tersebut dapat digunakan untuk membiayai kehidupan baru mereka di negara lain atau di wilayah khusus yang ditentukan.

Baca juga:  Derby Panas di Partai Puncak Belajen Cup 1: Makmur Jaya FC Tantang Pricom FC

“Mereka akan ditawari token digital sebagai imbalan atas hak membangun kembali,” demikian tertulis dalam prospektus AS tersebut.

Didukung Dana Rp1.642 Triliun

Proyek kota modern ini juga diberi nama The Gaza Reconstitution, Economic Acceleration and Transformation Trust atau “GREAT”.

Rencana tersebut digagas sejumlah pihak asal Israel bersama Gaza Humanitarian Foundation, dengan dukungan AS dan Israel. Konsultan global Boston Consulting Group turut dilibatkan dalam perencanaan keuangannya.

Proyek ini disebut tidak akan mengandalkan dana dari pemerintah AS, melainkan investor swasta hingga mencapai 100 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.642 triliun. Gaza akan disulap menjadi kota pelabuhan modern dengan delapan kota satelit berbasis kecerdasan buatan (AI).

Selain itu, prospektus juga memuat rencana pembangunan kawasan manufaktur bernama “Elon Musk” di bekas zona industri Erez. Area tersebut sebelumnya dibangun dengan dana Israel untuk memanfaatkan tenaga kerja murah Palestina, namun kemudian dihancurkan militer Israel.

Meski demikian, belum ada kejelasan apakah rencana tersebut benar mencerminkan kebijakan resmi AS. Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS menolak memberikan komentar terkait bocoran itu.

Baca juga:  Mengenal Ordo-Ordo Katolik Terbesar di Dunia

Rencana tersebut dinilai sejalan dengan pernyataan Donald Trump yang sebelumnya ingin “membersihkan” Gaza dan membangun ulang wilayah tersebut.

Kecaman dari Komunitas Internasional

Gagasan “Gaza Riviera” langsung memicu kritik keras dari komunitas internasional.

Direktur Eksekutif Trial International, Philip Grant, menilai proposal itu sebagai bentuk deportasi massal terselubung.

“Ini adalah cetak biru untuk deportasi massal, yang dipasarkan sebagai pembangunan,” ujar Grant dalam laporan Washington Post.

Ia mengatakan rencana seperti ini bisa menjadi contoh nyata kejahatan internasional, termasuk pemindahan paksa, rekayasa demografi, dan hukuman kolektif.

“Hasilnya? Sebuah kasus buku teks tentang kejahatan internasional dalam skala yang tak terbayangkan,” kata Grant.

“Siapa pun yang terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek seperti ini, termasuk pihak swasta, bisa menghadapi tanggung jawab hukum selama beberapa dekade ke depan,” tegasnya.*

Editor : Lisan Al-Ghaib

Sumber Berita: washingtonpost.com, reuters.com, theguardian.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sungguh Malang Trump Disoraki Saat Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026 ke Spanyol
Piala Dunia 2026 Jelang Perancis vs Inggris Perebutan Tempat ke 3
Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina Ada 10 Fakta Menarik
Semi Final Piala Dunia 2026, Perancis Nilai Paling Tinggi, Argentina Paling Subur, Spanyol Paling Minim Kebobolan dan Inggris Dengan Supporter Yang Sangat Berisik.
Israel Ditantang Turki, Segini Teknologi Perangnya
Hamas Resmi Bubar ! Setelah 19 Tahun Kuasai Gaza
Kunjungan PM. Modi, India Akan Pasok Rudal BrahMos ke Indonesia
Piala Dunia 16 Besar, Mostaza Ziko, Wasit Telah Merampas Kemenangan Mesir
Berita ini 20 kali dibaca
Dokumen bocoran Washington Post mengungkap rencana ambisius "Gaza Riviera" yang digagas Donald Trump. Proposal setebal 38 halaman itu menyebut seluruh 2 juta penduduk Gaza akan direlokasi sementara dan wilayah ditempatkan di bawah perwalian AS. Proyek senilai Rp1.642 triliun ini menuai kecaman internasional karena dinilai sebagai bentuk deportasi massal.

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 19:35 WIB

Sungguh Malang Trump Disoraki Saat Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026 ke Spanyol

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:25 WIB

Piala Dunia 2026 Jelang Perancis vs Inggris Perebutan Tempat ke 3

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:29 WIB

Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina Ada 10 Fakta Menarik

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:54 WIB

Semi Final Piala Dunia 2026, Perancis Nilai Paling Tinggi, Argentina Paling Subur, Spanyol Paling Minim Kebobolan dan Inggris Dengan Supporter Yang Sangat Berisik.

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:47 WIB

Israel Ditantang Turki, Segini Teknologi Perangnya

Berita Terbaru

Menko Polkam Djamari Chaniago (tengah) memberikan keterangan kepada awak media usai menghadiri puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido, Bogor.

Hukum & Kriminal

3,37 Ton Narkoba Dimusnahkan, Pesan Menko Polkam Langsung Jadi Sorotan

Jumat, 24 Jul 2026 - 18:57 WIB