Jusuf Kalla Apresiasi Fenomena ‘Kabur Aja Dulu’ Sebagai Peluang Anak Muda Menjelajah Budaya Luar

Avatar photo

Rabu, 26 Februari 2025 - 19:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Eks Wapres RI, Jusuf Kalla (kiri) dan Presiden RI Prabowo Subianto (kanan) saat acara peluncuran Investasi Danantara di Jakarta.

Potret Eks Wapres RI, Jusuf Kalla (kiri) dan Presiden RI Prabowo Subianto (kanan) saat acara peluncuran Investasi Danantara di Jakarta.

Metrosiar – Fenomena viral ‘Kabur Aja Dulu’ yang belakangan ramai dibicarakan di media sosial Indonesia, mengajak warganet untuk mempertimbangkan hidup di luar negeri, kini mendapatkan tanggapan dari berbagai pihak.

Jusuf Kalla, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, memberikan pandangan positif terhadap ajakan tersebut.

“Baru-baru ini sempat jadi pembicaraan banyak pihak soal kabur aja dulu. bagi saya itu positif,” kata Jusuf Kalla di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada Senin, 24 Februari 2025.

Menurut Kalla, perkembangan globalisasi telah membuka banyak peluang kerja di luar negeri.

Pandangan Jusuf Kalla terhadap Fenomena ‘Kabur Aja Dulu’

Ia menilai, tidak hanya barang dan komoditas yang berkembang, tetapi juga perubahan dalam dunia kerja yang memungkinkan seseorang untuk bekerja di berbagai negara, termasuk Amerika dan Tiongkok.

“Jadi bukan hanya barang yang berubah. Tidak hanya komoditas yang berubah, tetapi orang juga sudah berubah,” terang Jusuf Kalla.

“Sehingga kita bisa kerja di mana saja. Di Amerika, Tiongkok, dan di negara lainnya.”

Kalla juga menekankan pentingnya mencontoh budaya kerja keras negara-negara seperti Tiongkok dan Jepang, yang terkenal dengan etos kerja mereka yang tinggi.

Baca juga:  Rencana Kota Modern di Gaza Didanai Rp1.642 Triliun Tuai Kecaman

“Kita harus bisa mencontoh budaya kerja keras seperti Tiongkok serta budaya Jepang yang lebih terkenal dengan ketelitian,” tambahnya.

Dubes Jepang: TKI di Jepang Dihargai dan Didorong Untuk Lebih Banyak

Di kesempatan lain, Masaki Yasushi, Duta Besar Jepang untuk Indonesia, juga memberikan pandangannya mengenai fenomena ‘Kabur Aja Dulu’.

Dalam sebuah acara di Jakarta pada 20 Februari 2025, Masaki menegaskan bahwa tenaga kerja Indonesia (TKI) sangat dihargai di Jepang dan misi utamanya adalah meningkatkan jumlah TKI yang bisa bekerja di Negeri Sakura.

“Mereka sangat dihargai oleh orang Jepang. Jadi, misi saya adalah meningkatkan jumlah orang seperti itu,” ujar Masaki.

Dubes Jepang itu juga menekankan bahwa pekerja Indonesia diterima di berbagai sektor pekerjaan di Jepang, asalkan memiliki kemampuan dasar berbahasa Jepang, meski tidak perlu fasih. Salah satu contoh yang disebutkan adalah seorang sopir bus Indonesia yang pertama kali bekerja di Jepang.

Baca juga:  Link Pendaftaran Mudik Gratis Lebaran 2025 dari Pemprov DKI Jakarta, BUMN Antara, Jasa Raharja, dan Pelindo

“Di bidang apa pun, saya rasa orang Indonesia diterima. Dan saya dengar, ada seorang sopir bus dari Indonesia itu pertama di Jepang,” jelasnya.

‘Kabur Aja Dulu’ Menjadi Sorotan Media Tiongkok

Fenomena ‘Kabur Aja Dulu’ juga menarik perhatian media internasional, termasuk South China Morning Post (SCMP) di Tiongkok.

Dalam artikel yang diterbitkan pada 14 Februari 2025, SCMP menilai gerakan ini sebagai bentuk aspirasi anak muda Indonesia yang merasa frustrasi dengan minimnya kesempatan kerja di dalam negeri.

“Gerakan ‘perlawanan budaya’ di Indonesia ini mendorong orang untuk bermigrasi, sekaligus menunjukkan rasa frustasi atas kurangnya kesempatan kerja,” ungkap SCMP.

Media tersebut menyoroti bahwa fenomena ini mengungkapkan ketidakpuasan anak muda Indonesia terhadap dunia kerja dan kehidupan sosial di dalam negeri, serta keinginan untuk mencari peluang yang lebih baik di luar negeri.

“Anak muda Indonesia menyuarakan aspirasinya untuk pindah ke luar negeri demi bekerja dan belajar lewat tagar #KaburAjaDulu di berbagai platform medsos seperti X dan TikTok,” tandas SCMP.(*)

Editor : Lisan Al-Ghaib

Sumber Berita: Pemberitaan Media Siber

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ditemukan di Dasar Samudra Atlantik Dunia Yang Hilang
Viral! Ribuan Jamaah Haji Jalan Kaki di Tengah Panas 42 Derajat
Viral! Kakek Jamaah Haji Asal Indonesia Hilang Misterius di Tanah Suci
Heboh! Pagi Hari di Makkah Berasa di Bogor, Jemaah Diingatkan Selalu Bawa Kartu Nusuk
Kacau di Terminal Ajyad! Jamaah Haji Saling Dorong demi Naik Bus Sholawat
Geger Penembakan di Gala Dinner Gedung Putih, Ini Sosok Cole Tomas Allen, Sang Guru Terbaik yang Menjadi Pelaku
Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu
Awas! Share Video Serangan di Saudi Bisa Dipidana
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:16 WIB

Ditemukan di Dasar Samudra Atlantik Dunia Yang Hilang

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:19 WIB

Viral! Ribuan Jamaah Haji Jalan Kaki di Tengah Panas 42 Derajat

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:35 WIB

Viral! Kakek Jamaah Haji Asal Indonesia Hilang Misterius di Tanah Suci

Minggu, 17 Mei 2026 - 21:05 WIB

Heboh! Pagi Hari di Makkah Berasa di Bogor, Jemaah Diingatkan Selalu Bawa Kartu Nusuk

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:26 WIB

Kacau di Terminal Ajyad! Jamaah Haji Saling Dorong demi Naik Bus Sholawat

Berita Terbaru

Foto : Mantan Wakil Ketua BGN Sony Sonjaya

Hukum & Kriminal

Diduga Terlibat Korupsi MBG Beredar 20 Nama Petinggi

Rabu, 10 Jun 2026 - 13:35 WIB

Foto : Wamenlu RI Anis Matta

Nusantara

Tanda Tanda Keruntuhan Israel Ungkap Wamenlu RI

Rabu, 10 Jun 2026 - 11:38 WIB

Foto : Victor Lai

Olahraga

Menyenangkan Bertanding di Istora

Rabu, 10 Jun 2026 - 10:48 WIB