EBT Penuhi 32 Persen Kebutuhan Listrik Dunia pada 2024 karena Lonjakan Permintaan dan Krisis Energi

Avatar photo

Rabu, 9 April 2025 - 20:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang menampilkan reaktor nuklir sebagai sumber utama energi. (Sumber: Pixabay/David Roumanet)

Ilustrasi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang menampilkan reaktor nuklir sebagai sumber utama energi. (Sumber: Pixabay/David Roumanet)

 

Metrosiar – Berdasarkan laporan lembaga kajian Ember, pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) memasok 32 persen kebutuhan listrik global selama 2024, naik dari 30 persen pada tahun sebelumnya.

Analis Ember, Euan Graham, mengungkapkan bahwa peningkatan ini disebabkan oleh naiknya permintaan listrik akibat gelombang panas yang terjadi di banyak wilayah. Di samping itu, meningkatnya kekhawatiran atas keamanan energi, yang diperburuk oleh ketegangan geopolitik dan konflik dagang, turut mendorong pemanfaatan EBT.

Graham menyebutkan bahwa lonjakan tarif impor oleh Presiden AS Donald Trump terhadap 180 negara menciptakan ketidakpastian di pasar energi dan pasar saham, yang meningkatkan risiko resesi global dan dapat mempercepat peralihan menuju energi terbarukan.

Baca juga:  Pertamina NRE Pimpin Satuan Tugas Energi Bersih ASEAN

Ember mencatat bahwa sumber listrik dari tenaga angin, air, dan surya mengalami pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun lalu.

Kenaikan permintaan listrik sebesar 0,7 persen didorong oleh penggunaan teknologi baru seperti kecerdasan buatan, pusat data, kendaraan listrik, dan pompa panas. Selain itu, gelombang panas menyumbang tambahan 208 terawatt jam (TWh) karena peningkatan penggunaan pendingin udara.

Pembangkit listrik berbahan bakar gas menghasilkan 22 persen dari total listrik dunia, sementara batu bara masih mendominasi dengan porsi 34 persen, turun dari 36 persen pada 2023. Listrik dari pembangkit nuklir menyumbang 9 persen, sedikit lebih rendah dari 9,1 persen tahun sebelumnya.

Baca juga:  Thaksin Shinawatra Bergabung sebagai Dewan Penasihat Danantara, Dampingi Ray Dalio dan Tokoh Terkemuka Lainnya

Graham menambahkan bahwa kebijakan impor Amerika Serikat bisa memberikan keuntungan bagi EBT, meskipun dampaknya terhadap permintaan listrik global masih perlu diteliti lebih lanjut. Ia juga mencatat bahwa semakin banyak negara kini memprioritaskan ketahanan energi nasional, menjadikan EBT seperti angin dan surya sebagai alternatif yang menarik.

Sementara itu, CEO Global Renewables Alliance, Bruce Douglas, menyampaikan bahwa sepanjang 2024, sektor EBT berhasil menghasilkan 858 TWh listrik secara global. Angka ini melampaui total konsumsi listrik tahunan gabungan Inggris dan Prancis.(*)

Editor : Wodo Ndaya Coya

Sumber Berita: Reuters

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bentuk Penghormatan Terhadap Bendera Arab Saudi Pada Piala Dunia 2026
Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven
Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia
Pengamat Curigai Ada Upaya Destabilisasi Pasar Terkait Narasi Sell Indonesia Dari Singapore
Ditemukan di Dasar Samudra Atlantik Dunia Yang Hilang
KUR Obor Mas Mengalir Lebih dari Rp1 Miliar di Bajawa! Bupati Ngada Bergabung Jadi Anggota, Sinergi dengan Koperasi Merah Putih Kian Menguat
Obor Mas Jangan Hanya Besar, Tapi Harus Terus Bertumbuh! Bupati Ngada Ajak Anggota Bersatu dan Berani Bermimpi Lebih Tinggi
Viral! Ribuan Jamaah Haji Jalan Kaki di Tengah Panas 42 Derajat
Berita ini 14 kali dibaca
Energi baru terbarukan suplai 32% listrik global 2024, dipicu permintaan tinggi, krisis energi, dan lonjakan suhu dunia.

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:50 WIB

Bentuk Penghormatan Terhadap Bendera Arab Saudi Pada Piala Dunia 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 12:37 WIB

Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:00 WIB

Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:24 WIB

Pengamat Curigai Ada Upaya Destabilisasi Pasar Terkait Narasi Sell Indonesia Dari Singapore

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:16 WIB

Ditemukan di Dasar Samudra Atlantik Dunia Yang Hilang

Berita Terbaru

Internasional

Bentuk Penghormatan Terhadap Bendera Arab Saudi Pada Piala Dunia 2026

Kamis, 18 Jun 2026 - 14:50 WIB