Demo Besar Guncang Turki, Bursa Saham Anjlok Sinyal Krisis

Avatar photo

Sabtu, 22 Maret 2025 - 21:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penahanan Imamoglu berdampak pada penurunan bursa saham Turki, sementara nilai Lira terus merosot akibat ketidakpastian politik. (Tangkap Layar YouTube France24 English)

Penahanan Imamoglu berdampak pada penurunan bursa saham Turki, sementara nilai Lira terus merosot akibat ketidakpastian politik. (Tangkap Layar YouTube France24 English)

Metrosiar – Demo besar-besaran mengguncang Turki sejak Rabu (19/3/2025) hingga Jumat (21/3/2025). Aksi ini bahkan berimbas pada anjloknya pasar saham Turki.

Demonstrasi yang meluas hampir ke seluruh negara ini dipicu oleh penangkapan Ekrem Imamoglu, Wali Kota Istanbul yang terkenal, dalam kasus penyelidikan korupsi dan dugaan terorisme.

Penangkapan tersebut memicu reaksi negatif di pasar keuangan, di mana para pemberi pinjaman segera menunjukkan respons buruk.

Imamoglu, yang merupakan saingan politik utama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, ditangkap pada Rabu dini hari, beberapa hari sebelum ia ditetapkan sebagai kandidat partai oposisi utama CHP dalam pemilihan presiden 2028.

300.000 Orang Turun ke Jalan

Pada hari ketiga aksi protes, Jumat (21/3/2025), sekitar 300.000 orang turun ke jalan di Istanbul, menurut pemimpin oposisi, Ozgur Ozel.

Demonstrasi ini didominasi oleh mahasiswa yang menentang keputusan Universitas Istanbul yang mencabut ijazah Imamoglu.

“Kami memprotes penangkapan Imamoglu dan keputusan Universitas Istanbul,” kata jurnalis Al Jazeera, Aksel Zaimovic.

Bursa Saham Jatuh, Lira Terpuruk

Meskipun para demonstran menegaskan tujuan aksi ini adalah untuk menuntut keadilan, bukan untuk mendukung satu partai politik.

Aksi ini awalnya hanya berlangsung di Istanbul, namun sejak hari pertama, Rabu (18/3/2025), 32 provinsi di Turki ikut serta dalam demonstrasi.

Sayangnya, beberapa aksi protes berujung bentrokan antara demonstran dan polisi. Polisi Turki merespons dengan menembakkan peluru karet dan gas air mata untuk membubarkan kerumunan.

Sejak demo dimulai, 88 pengunjuk rasa ditangkap, sementara 54 orang lainnya ditangkap terkait unggahan daring yang dianggap sebagai ujaran kebencian.

Baca juga:  Piala Dunia 16 Besar, Mostaza Ziko, Wasit Telah Merampas Kemenangan Mesir

Imamoglu Ditangkap, Krisis Politik Memburuk

Ekrem Imamoglu ditangkap oleh polisi Turki pada Rabu (20/3/2025) dengan tuduhan korupsi dan mendukung terorisme.

Jaksa menuduhnya membantu Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang, dengan diduga membentuk aliansi dengan kelompok Kurdi untuk pemilihan kota Istanbul.

Penahanan ini terjadi beberapa hari sebelum Imamoglu dinyatakan sebagai kandidat partai oposisi utama CHP dalam pemilihan presiden 2028.

Penahanan Imamoglu memperdalam kekhawatiran atas kondisi demokrasi di Turki dan memicu protes, meskipun ada larangan demonstrasi.

Demo dan Kerusuhan Terus Berkembang

Hal ini juga berdampak pada pasar keuangan, yang mengalami gelombang kejut dan memicu penghentian sementara perdagangan pada hari Rabu.

Presiden Recep Tayyip Erdogan menegaskan pemerintah tidak akan menoleransi protes jalanan dan menuduh Partai Rakyat Republik (CHP) yang dipimpin Imamoglu berusaha menimbulkan kerusuhan.

“Kami tidak akan membiarkan segelintir oportunis menimbulkan kerusuhan di Turki,” kata Erdogan.

Krisis Ekonomi Melanda Turki

Perekonomian Turki saat ini menghadapi ancaman krisis setelah pasar keuangan mengalami kehancuran akibat protes besar-besaran masyarakat terkait penahanan Ekrem Imamoglu, Wali Kota Istanbul dan rival politik utama Presiden Tayyip Erdogan.

Penangkapan Imamoglu, yang dianggap sebagai tokoh penting dalam politik Turki, telah memicu reaksi negatif di pasar keuangan dan menambah ketidakpastian yang sudah ada.

Lira Terjun Bebas, Bursa Saham Terkapar

Baca juga:  Lady Gaga Siap Guncang Coachella 2025: Kembali ke Panggung Utama Setelah Delapan Tahun

Mengacu pada laporan Bloomberg, mata uang Lira Turki mengalami penurunan 0,5 persen pada level 37,9482 per dolar pada Jumat, 21 Maret 2025.

Penurunan ini merupakan kelanjutan dari tren negatif, di mana Lira telah anjlok 37 persen selama lima hari terakhir, menjadikannya kinerja terburuk sejak Juni 2023.

Obligasi dan Bursa Saham Turki Anjlok

Tak hanya Lira, obligasi negara Turki yang berdenominasi dolar juga menunjukkan penurunan yang signifikan selama tiga hari berturut-turut.

Obligasi bertenor panjang bahkan kehilangan 2 sen, yang merupakan penurunan terbesar sejak Januari 2024.

Bursa saham Turki pun mengalami kejatuhan yang drastis, sehingga pemerintah terpaksa memberlakukan trading halt.

Bursa ditutup di level terendah 904.464 dan mencatat penurunan sebesar 16,73 persen dalam empat hari, menjadikannya sebagai rekor terburuk sejak Krisis Keuangan Global pada 2008.

Bank Sentral Turki Tanggapi Krisis

Menyusul penangkapan tersebut, para pemberi pinjaman di pasar keuangan segera menunjukkan reaksi negatif.

Mereka menjual saham Turki senilai 9 miliar dollar AS, yang berdampak pada penurunan nilai mata uang Lira dan bursa saham.

Seorang pejabat bank sentral menjelaskan kepada Bloomberg bahwa upaya dilakukan untuk mengekang volatilitas arus keluar simpanan Lira di awal minggu, namun hasilnya malah memicu aksi jual massal.

Dalam upaya untuk merespons ketidakstabilan yang disebabkan oleh situasi politik ini, Bank Sentral Turki menaikkan suku bunga overnight. Kebijakan ini diambil sebagai langkah untuk menahan krisis ekonomi yang semakin mendalam.(*)

Editor : Konrad

Sumber Berita: Bloomberg

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sungguh Malang Trump Disoraki Saat Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026 ke Spanyol
Piala Dunia 2026 Jelang Perancis vs Inggris Perebutan Tempat ke 3
Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina Ada 10 Fakta Menarik
Semi Final Piala Dunia 2026, Perancis Nilai Paling Tinggi, Argentina Paling Subur, Spanyol Paling Minim Kebobolan dan Inggris Dengan Supporter Yang Sangat Berisik.
Israel Ditantang Turki, Segini Teknologi Perangnya
Hamas Resmi Bubar ! Setelah 19 Tahun Kuasai Gaza
Kunjungan PM. Modi, India Akan Pasok Rudal BrahMos ke Indonesia
Piala Dunia 16 Besar, Mostaza Ziko, Wasit Telah Merampas Kemenangan Mesir
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 19:35 WIB

Sungguh Malang Trump Disoraki Saat Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026 ke Spanyol

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:25 WIB

Piala Dunia 2026 Jelang Perancis vs Inggris Perebutan Tempat ke 3

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:29 WIB

Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina Ada 10 Fakta Menarik

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:54 WIB

Semi Final Piala Dunia 2026, Perancis Nilai Paling Tinggi, Argentina Paling Subur, Spanyol Paling Minim Kebobolan dan Inggris Dengan Supporter Yang Sangat Berisik.

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:47 WIB

Israel Ditantang Turki, Segini Teknologi Perangnya

Berita Terbaru

TNI POLRI

Tiga Jenderal Bertemu, Ada Agenda Penting untuk Jakarta

Sabtu, 8 Agu 2026 - 08:51 WIB