Pemprov Banten Salurkan Rp123,8 Miliar untuk Desa, Gubernur Andra Soni: Tingkatkan Kualitas Pelayanan Desa

Avatar photo

Jumat, 16 Mei 2025 - 18:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Gubernur Banten Andra Soni menyerahkan bantuan keuangan desa secara simbolis kepada perwakilan kepala desa pada upacara peringatan HUT Pemadam Kebakaran, Satpol PP, dan Linmas di Kota Serang (Dok. Biroadpimprov)

Foto: Gubernur Banten Andra Soni menyerahkan bantuan keuangan desa secara simbolis kepada perwakilan kepala desa pada upacara peringatan HUT Pemadam Kebakaran, Satpol PP, dan Linmas di Kota Serang (Dok. Biroadpimprov)

Metrosiar – Pemerintah Provinsi Banten di bawah kepemimpinan Gubernur Andra Soni meluncurkan program Bantuan Keuangan (Bankeu) Desa Tahun 2025, dengan total anggaran mencapai Rp123,8 miliar yang akan disalurkan kepada 1.238 desa di seluruh wilayah Provinsi Banten.

Langkah ini bertujuan untuk mendukung peningkatan kualitas layanan pemerintahan desa serta memperkuat pembangunan desa secara menyeluruh.

Peluncuran program ini dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Andra Soni kepada perwakilan kepala desa dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-106 Pemadam Kebakaran, Satpol PP, dan ke-63 Linmas Provinsi Banten yang berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang pada Jumat (16/5/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Andra Soni menyampaikan bahwa Bankeu Desa dari Pemerintah Provinsi Banten bersifat melengkapi anggaran utama yang bersumber dari Dana Desa APBN.

Ia menegaskan, “Bantuan keuangan desa ini kita harapkan dapat membantu pemerintah desa dalam penyediaan sarana dan prasarana desa, mendukung biaya operasional transformasi Posyandu desa, memperkuat program ketahanan pangan, hingga penyertaan modal untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).”

Tidak hanya itu, Gubernur juga menambahkan bahwa Bankeu Desa di tahun 2025 diarahkan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui program Sarjana Penggerak Desa.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Banten, Rd Berly Rizki Natakusumah, merinci bahwa masing-masing desa akan memperoleh Rp100 juta.

Alokasi tersebut difokuskan untuk beberapa program prioritas, antara lain operasional New Posyandu yang kini menjalankan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), mendukung program ketahanan pangan melalui PKK, penguatan penyertaan modal BUMDes, serta pembentukan Koperasi Merah Putih di setiap desa.

Baca juga:  Irawan Setiadi Ucapkan Terima Kasih Kepada Warga RW 05 Dipelantikan RW dan RT Pondok Rejeki Kutabaru

Berly mengungkapkan, “Setiap desa wajib memiliki Koperasi Desa Merah Putih. Bankeu tersebut, mendukung pembiayaan pembuatan akte notaris untuk koperasi tersebut.” Ia juga menjelaskan bahwa hingga Mei 2025, sebanyak 30 persen desa telah melaksanakan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) guna mempersiapkan pembentukan koperasi dan susunan pengurusnya.

Proses pembuatan akta notaris ditargetkan rampung pada Juni 2025, dan menjadi prasyarat pencairan Bankeu Desa.

Berly juga menegaskan, program Sarjana Penggerak Desa mendapat alokasi untuk satu orang per desa, di mana sisa anggaran akan dialihkan untuk pembangunan infrastruktur desa serta mendukung program Asta Cita ke-7 Presiden dan Wakil Presiden RI terkait pemberantasan penyalahgunaan narkoba di desa.

Alokasi beasiswa untuk program ini awalnya dirancang sebesar Rp17 juta untuk Uang Kuliah Tunggal (UKT), namun masih dalam proses penyesuaian kebutuhan.

Adapun untuk biaya hidup telah ditetapkan Rp1 juta per bulan. Penerima beasiswa berasal dari masyarakat yang terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan prestasi akademik yang baik untuk lulusan tahun 2023 hingga 2025.

Gubernur Banten melalui DPMD juga telah menjalin komunikasi dengan berbagai perguruan tinggi berakreditasi minimal Baik (B), termasuk memungkinkan mahasiswa memilih kampus di luar Provinsi Banten.

Berly menyampaikan, “Kerjasama dengan perguruan tinggi untuk beasiswa Sarjana Penggerak Desa ini juga memperbolehkan pilihan universitas di luar daerah, misalnya UNPAD dan beberapa perguruan tinggi di Jawa Barat.”

Baca juga:  Kwartir Wilayah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Banten Mengadakan Pengukuhan Dan Rapat Kerja Periode 2024-2029

Dalam hal ini, program pendidikan yang diprioritaskan adalah yang mendukung ketahanan pangan, seperti jurusan pertanian, peternakan, perkebunan, kelautan, serta bidang pendukung seperti ekonomi dan akuntansi.

Selain fokus utama tersebut, Bankeu Desa juga dialokasikan untuk peningkatan infrastruktur desa, termasuk rehabilitasi kantor desa dan konektivitas antar wilayah.

Berly menambahkan, mekanisme pengajuan Bankeu Desa masih mengikuti ketentuan tahun sebelumnya, dengan penekanan khusus pada penyertaan modal BUMDes dan program Sarjana Penggerak Desa yang memerlukan Musyawarah Desa sebagai proses penentuan target sasaran dan analisis kondisi BUMDes.

Di sisi lain, Gubernur Andra Soni turut mengingatkan pentingnya pengawasan partisipatif dari seluruh lapisan masyarakat desa terhadap program Sarjana Penggerak Desa.

“Sesuai arahan Pak Gubernur seluruh masyarakat desa maupun perangkat desa lainnya dapat melakukan pengawasan langsung terhadap pelaksanaan program ini. Tujuannya adalah untuk mewujudkan visi Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, yaitu pembangunan yang adil dan merata,” terang Berly.

Ia juga mengajak seluruh elemen, mulai dari masyarakat, perangkat desa, kecamatan hingga pemerintah kabupaten/kota untuk bersama-sama mengawal implementasi program Bankeu Desa agar dapat mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Banten.

Hal ini sejalan dengan visi kepemimpinan Gubernur Andra Soni dan Wakil Gubernur Dimyati dalam mewujudkan Banten yang maju, adil, merata, dan bebas dari korupsi.(*)

Sumber Berita: Siaran pers

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indo Beauty Expo 2026 Jadi Langkah Strategis PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Perluas Kemitraan Bisnis
Kapolres Baru Langsung Diuji! GMNI Ngada Tantang Berantas Dugaan Rokok Ilegal: “Jangan Sampai Hukum Tumpul ke Pelanggar”
Efisiensi Anggaran Tak Halangi Mimpi Anak Ngada! Strategi RB-BDN Gaet 15 Kampus, 464 Calon Mahasiswa Siap Kuliah dengan Beasiswa Miliaran Rupiah
Omoda & Jaecoo Optimis raih target 4000 SPK di GIIAS 2026, antusiasme konsumen terus meningkat
BAZNAS Kabupaten Tangerang Dukung Khitanan Massal dan Gebyar Bakti Sosial RW 05 Kutabaru
Viral! Kereta Nusantara Explorer Hadir dengan Kabin Hotel, Lounge Piano, dan Balkon VIP
JAECOO OMODA Tampil percaya diri di GIIAS 2026, minat Konsumen terus meningkat.
DP3AKKB Provinsi Banten: Gebyar Bakti Sosial RW 05 Kutabaru, Wujud Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Indo Beauty Expo 2026 Jadi Langkah Strategis PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Perluas Kemitraan Bisnis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:08 WIB

Kapolres Baru Langsung Diuji! GMNI Ngada Tantang Berantas Dugaan Rokok Ilegal: “Jangan Sampai Hukum Tumpul ke Pelanggar”

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Efisiensi Anggaran Tak Halangi Mimpi Anak Ngada! Strategi RB-BDN Gaet 15 Kampus, 464 Calon Mahasiswa Siap Kuliah dengan Beasiswa Miliaran Rupiah

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:17 WIB

Omoda & Jaecoo Optimis raih target 4000 SPK di GIIAS 2026, antusiasme konsumen terus meningkat

Senin, 3 Agustus 2026 - 06:05 WIB

Viral! Kereta Nusantara Explorer Hadir dengan Kabin Hotel, Lounge Piano, dan Balkon VIP

Berita Terbaru