Tak Lagi Sekadar Alternatif: Dari Pistachio hingga Singkong Inovasi Susu Nabati Makin Beragam, Peluang Usaha Lokal Makin Terbuka

Selasa, 12 Agustus 2025 - 19:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasar susu nabati melonjak berkat tren kesehatan dan lingkungan, buka peluang bisnis besar dari bahan lokal hingga inovasi global. (Unsplash.com/WengangZhai)

Pasar susu nabati melonjak berkat tren kesehatan dan lingkungan, buka peluang bisnis besar dari bahan lokal hingga inovasi global. (Unsplash.com/WengangZhai)

Metrosiar – Dulu, susu nabati hanya menjadi opsi alternatif bagi segelintir orang yang menghindari konsumsi susu sapi.

Kini, tren itu berubah drastis. Mulai dari kedai kopi kecil hingga jaringan ritel besar seperti Dunkin’ Donuts, susu nabati semakin populer dan bahkan tidak lagi dikenakan biaya tambahan.

Perubahan ini membuka potensi bisnis yang luas, baik bagi produsen bahan baku maupun pelaku UMKM minuman kekinian.

Laporan Vogue menyebut, pertumbuhan pasar didorong oleh meningkatnya kesadaran akan kesehatan, keberlanjutan lingkungan, dan gaya hidup modern.

“Data Global Market Insights mencatat, nilai pasar susu nabati pada tahun 2019 telah menembus 12 miliar dolar AS atau setara Rp195,71 triliun dan diproyeksikan tumbuh 11 persen per tahun hingga 2026 mendatang,” tulis Vogue, Selasa (12/8/25).

Baca juga:  Jelang Lebaran 2026, Polisi Cek Kondisi Jalan dari Bitung hingga Jayanti

Susu kedelai, almond, dan kelapa sebenarnya sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu, namun baru pada era 2000-an mulai menembus pasar arus utama.

Keberhasilan merek besar seperti Oatly membuktikan bahwa inovasi rasa, desain kemasan, dan strategi pemasaran mampu mengubah produk niche menjadi kebutuhan harian.

Kini, konsumen juga mulai mencari alternatif baru yang lebih ramah lingkungan.

Popularitas almond mulai menurun akibat isu tingginya konsumsi air dalam produksinya. Hal ini membuka ruang bagi bahan lain seperti pistachio, macadamia, mete, hingga biji bunga matahari.

Contohnya, merek Tache mengusung pistachio sebagai bahan utama. Selain memerlukan 75 persen lebih sedikit air dibanding almond, pistachio memiliki cita rasa dan tekstur creamy alami tanpa tambahan bahan.

Baca juga:  Polsek Kronjo Dukung Ketahanan Pangan Melalui Program Pekarangan Pangan Lestari P2L

Sementara itu, Lattini menawarkan inovasi berbasis biji bunga matahari yang bebas alergen, sehingga cocok bagi konsumen dengan alergi kacang.

Tak hanya itu, fermentasi juga menjadi tren baru. Merek Koatji, hasil kreasi chef berbintang Michelin, menggabungkan oat dan beras koji fermentasi untuk menciptakan rasa kompleks dan tekstur creamy.

Desain kemasan menjadi aspek penting lain yang memengaruhi minat beli. Konsumen modern cenderung memilih produk yang tidak hanya enak, tetapi juga menarik secara visual.

Bagi pelaku bisnis, tren ini menjadi momentum untuk bereksperimen, termasuk dengan mengembangkan susu nabati lokal berbahan khas Indonesia seperti kacang hijau hingga singkong.

Melalui perpaduan inovasi rasa, kemasan yang memikat, dan narasi brand yang kuat, peluang sukses terbuka semakin lebar.*

Editor : Frans Dhena

Sumber Berita: Metrosiar

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu
Kapolri Turun ke Cikupa, Ungkap Fakta Penting soal Buruh dan Investasi
Ngada Dibidik Investor, Ketua DPRD Bongkar Potensi Besar yang Belum Tergarap
Ngada Mulai Dilirik! Dewi Cokorda Sentil Peluang Investasi Pariwisata
Optimalkan Layanan Jasa Perbankan, Pemkab Ngada dan Bank NTT Teken PKS
Harga Emas semakin Menguat dalam 1 bulan terakhir
Bukan Lagi Beban, ATKARBONIST: Emisi Karbon Kini Jadi Aset Strategis Perusahaan!
Lupakan Greenwashing! Atkarbonist-Sucofindo Tegaskan Data Kredibel Adalah ‘Mata Uang’ Baru di Pasar Karbon
Pasar susu nabati melonjak berkat tren kesehatan dan lingkungan, buka peluang bisnis besar dari bahan lokal hingga inovasi global.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 07:46 WIB

Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Rabu, 15 April 2026 - 06:50 WIB

Kapolri Turun ke Cikupa, Ungkap Fakta Penting soal Buruh dan Investasi

Rabu, 15 April 2026 - 00:41 WIB

Ngada Dibidik Investor, Ketua DPRD Bongkar Potensi Besar yang Belum Tergarap

Selasa, 14 April 2026 - 21:14 WIB

Ngada Mulai Dilirik! Dewi Cokorda Sentil Peluang Investasi Pariwisata

Kamis, 9 April 2026 - 18:50 WIB

Optimalkan Layanan Jasa Perbankan, Pemkab Ngada dan Bank NTT Teken PKS

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi/Gemini

Hukum & Kriminal

Daycare Little Aresha, Ruang Penitipan yang Menjelma Jadi Labirin Trauma

Minggu, 26 Apr 2026 - 17:28 WIB

Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang melalap area gudang, dengan kobaran api masih terlihat cukup besar di latar belakang.

Peristiwa & Bencana

Gudang Packaging di Sepatan Tangerang Dilalap Api, 8 Unit Damkar Dikerahkan!

Minggu, 26 Apr 2026 - 17:07 WIB