Prabowo Tegaskan Hapus Pertek demi Efisiensi Regulasi dan Kepastian Hukum

Rabu, 9 April 2025 - 08:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto melakukan dialog bersama sejumlah ekonom dan pengusaha dalam acara Sarasehan Ekonomi yang berlangsung di Menara Mandiri, Jakarta, pada Selasa, 8 April 2025. (Foto: BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Subianto melakukan dialog bersama sejumlah ekonom dan pengusaha dalam acara Sarasehan Ekonomi yang berlangsung di Menara Mandiri, Jakarta, pada Selasa, 8 April 2025. (Foto: BPMI Setpres)

 

Metrosiar – Presiden Prabowo Subianto menegaskan kepada jajaran Kabinet Merah Putih agar menghapus peraturan teknis (Pertek) yang diterbitkan oleh kementerian. Menurutnya, keputusan Presiden sudah cukup sebagai dasar hukum di lapangan tanpa perlu ditambahi regulasi tambahan dari kementerian.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat sesi tanya jawab dalam acara Sarasehan Ekonomi bersama para ekonom dan pengusaha di Menara Mandiri, Jakarta, pada Selasa, 8 April 2025.

“Perizinan jangan dipersulit. Sudah ada keputusan Presiden, jangan lagi ditambah dengan Pertek. Kadang-kadang perteknya lebih keras dari keputusan Presiden,” ujar Prabowo.

Ia menekankan bahwa semua Pertek dari kementerian hanya boleh diterbitkan atas izin Presiden. Hal ini disebutnya sebagai langkah untuk merampingkan birokrasi dan mendorong efisiensi dalam pelayanan publik.

Baca juga:  Pelatihan Pengelolaan Sampah Pertamina Patra Niaga Dukung SDGs

Lebih lanjut, Prabowo memerintahkan jajarannya untuk menyisir dan menghapus regulasi yang dianggap tidak masuk akal serta mempercepat proses perizinan, terutama untuk kepentingan dunia usaha.

“Buang semua regulasi yang tidak logis. Permudah semua proses untuk pengusaha. Kalau ada pelaksanaan di lapangan yang buruk, segera beri tahu, kami akan bertindak,” ujarnya.

Presiden juga meminta seluruh institusi pemerintah, termasuk bea cukai, untuk melakukan evaluasi internal terkait praktik-praktik yang dapat menghambat perekonomian nasional, khususnya dalam hal impor barang dan penyelundupan.

Baca juga:  Coretax dinilai sama sekali belum siap

“Institusi kita harus beres. Jangan buat prosedur yang mengada-ada. Penyelundupan harus dihentikan karena itu mengancam industri dan lapangan kerja rakyat,” kata Prabowo.

Dalam pernyataannya, Prabowo juga mengingatkan semua pejabat negara untuk bertanggung jawab atas kebijakan yang diambil dan tidak terlibat dalam praktik merugikan rakyat. Ia menegaskan bahwa pejabat yang terbukti terlibat dalam penyelundupan akan ditindak tegas.

Mengakhiri pernyataannya, Prabowo mengapresiasi masukan dari para ekonom dan pengusaha, serta mendorong mereka untuk terus memberikan laporan terkait implementasi kebijakan yang tidak berjalan semestinya di lapangan.(*)

Editor : Wodo Ndaya Coya

Sumber Berita: setkab.go.id

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu
Kapolri Turun ke Cikupa, Ungkap Fakta Penting soal Buruh dan Investasi
Ngada Dibidik Investor, Ketua DPRD Bongkar Potensi Besar yang Belum Tergarap
Ngada Mulai Dilirik! Dewi Cokorda Sentil Peluang Investasi Pariwisata
Optimalkan Layanan Jasa Perbankan, Pemkab Ngada dan Bank NTT Teken PKS
Harga Emas semakin Menguat dalam 1 bulan terakhir
Bukan Lagi Beban, ATKARBONIST: Emisi Karbon Kini Jadi Aset Strategis Perusahaan!
Lupakan Greenwashing! Atkarbonist-Sucofindo Tegaskan Data Kredibel Adalah ‘Mata Uang’ Baru di Pasar Karbon
Prabowo Subianto perintahkan penghapusan Pertek Kementerian, penyederhanaan regulasi melalui Keputusan Presiden, perintah untuk efisiensi birokrasi dan dukungan terhadap pengusaha, peringatan keras terhadap pejabat yang terlibat penyelundupan atau membuat regulasi yang menyulitkan rakyat.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 07:46 WIB

Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Rabu, 15 April 2026 - 06:50 WIB

Kapolri Turun ke Cikupa, Ungkap Fakta Penting soal Buruh dan Investasi

Rabu, 15 April 2026 - 00:41 WIB

Ngada Dibidik Investor, Ketua DPRD Bongkar Potensi Besar yang Belum Tergarap

Selasa, 14 April 2026 - 21:14 WIB

Ngada Mulai Dilirik! Dewi Cokorda Sentil Peluang Investasi Pariwisata

Kamis, 9 April 2026 - 18:50 WIB

Optimalkan Layanan Jasa Perbankan, Pemkab Ngada dan Bank NTT Teken PKS

Berita Terbaru

Puluhan buah durian hasil panen tersusun rapi di teras rumah warga sebelum dipasarkan, menunjukkan melimpahnya hasil panen durian

Advertorial

Durian Pelali Tak Habis-Habis, Ternyata Ini Penyebabnya!

Senin, 27 Apr 2026 - 23:31 WIB

Foto Ilustrasi/Gemini

Hukum & Kriminal

Daycare Little Aresha, Ruang Penitipan yang Menjelma Jadi Labirin Trauma

Minggu, 26 Apr 2026 - 17:28 WIB

Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang melalap area gudang, dengan kobaran api masih terlihat cukup besar di latar belakang.

Peristiwa & Bencana

Gudang Packaging di Sepatan Tangerang Dilalap Api, 8 Unit Damkar Dikerahkan!

Minggu, 26 Apr 2026 - 17:07 WIB