Apa Itu Perdagangan Karbon? Peluang Ekonomi Besar Senilai Rp3.000 Triliun!

Kamis, 8 Mei 2025 - 16:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perdagangan Karbon: Peluang Ekonomi Hijau Capai Rp3.000 Triliun di Indonesia (Ilustrasi/Unsplash)

Perdagangan Karbon: Peluang Ekonomi Hijau Capai Rp3.000 Triliun di Indonesia (Ilustrasi/Unsplash)

Metrosiar – Perdagangan karbon kini menjadi topik yang semakin populer, terutama setelah dikeluarkannya POJK Nomor 14 Tahun 2023.

Mekanisme ini dinilai memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, bahkan diperkirakan bisa mencapai Rp3.000 triliun. Namun, sebenarnya apa itu perdagangan karbon dan bagaimana cara kerjanya?

Memahami Perdagangan Karbon

Berdasarkan POJK No. 14/2023, perdagangan karbon adalah mekanisme pasar yang memfasilitasi jual beli unit karbon. Artinya, seperti komoditas lainnya, karbon memiliki nilai pasar yang ditentukan oleh permintaan dan penawaran.

Tujuan utamanya adalah mengurangi emisi gas rumah kaca, penyebab utama perubahan iklim. Setiap aktivitas manusia, seperti penggunaan listrik berbahan bakar batu bara, transportasi, dan industri, menghasilkan emisi karbon (CO₂).

Dari Emisi ke Unit Karbon yang Diperdagangkan

Pemerintah, melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dapat menghitung jumlah emisi CO₂ yang dihasilkan oleh suatu perusahaan atau kegiatan. Hasil perhitungan ini kemudian dikonversi menjadi unit karbon yang bisa diperjualbelikan.

Baca juga:  Harga Batu Bara Turun setelah Lima Hari Menguat, Dampak Niat India Fokus pada Energi Terbarukan

Contoh:

  • Sebuah pabrik semen memiliki batas emisi 300.000 ton CO₂ per tahun, tetapi menghasilkan 360.000 ton CO₂ (kelebihan 60.000 ton).
  • Di sisi lain, perusahaan energi terbarukan mungkin hanya memproduksi 90.000 ton CO₂ dari batas 150.000 ton, sehingga memiliki sisa 60.000 ton.
  • Perusahaan yang kelebihan emisi dapat membeli kuota dari perusahaan yang memiliki sisa emisi, menciptakan transaksi pasar karbon.

Bagaimana Perdagangan Karbon Menghasilkan Keuntungan?

  1. Perusahaan yang berhasil mengurangi emisi bisa menjual kuota karbonnya dan mendapatkan insentif finansial.
  2. Sementara itu, perusahaan yang melebihi batas emisi harus membeli kuota karbon dari pihak lain.
  3. Sistem ini mendorong industri untuk lebih efisien dalam mengelola emisi sekaligus mendapatkan keuntungan.

Bursa Karbon di Indonesia: Langkah Awal yang Menjanjikan

Pada perdagangan perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), tercatat:

  • 459.000 ton CO₂ diperdagangkan
  • 22 transaksi dengan total nilai Rp29 miliar
  • Harga karbon naik dari Rp69.600 menjadi Rp77.000 per ton
Baca juga:  Agus Sugiharto Tekankan Pentingnya Literasi AI bagi Santri di Pesantren Al Muayyad Windan

Beberapa pelaku pasar karbon di Indonesia:

  • Penjual: Pertamina New & Renewable Energy
  • Pembeli: Bank BCA, CIMB Niaga, Bank Mandiri, BNI Sekuritas, Pertamina Hulu Energi, dan Patra Niaga

Peluang dan Harapan ke Depan

Dengan adanya 99 PLTU batu bara di Indonesia, potensi pasar karbon masih sangat besar. Diharapkan tidak hanya korporasi besar, tetapi juga komunitas dan daerah yang berhasil menekan emisi bisa ikut serta.

Perdagangan karbon bukan sekadar peluang ekonomi, melainkan juga solusi nyata dalam memerangi perubahan iklim.

Semakin banyak pihak yang berpartisipasi, semakin besar dampak positifnya bagi lingkungan dan perekonomian Indonesia.(*)

Editor : Wodo Ndaya Coya

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu
Kapolri Turun ke Cikupa, Ungkap Fakta Penting soal Buruh dan Investasi
Ngada Dibidik Investor, Ketua DPRD Bongkar Potensi Besar yang Belum Tergarap
Ngada Mulai Dilirik! Dewi Cokorda Sentil Peluang Investasi Pariwisata
Optimalkan Layanan Jasa Perbankan, Pemkab Ngada dan Bank NTT Teken PKS
IPMA Gelar Buka Bersama Pengelola Gedung se-Jabodetabek, Soroti Efisiensi Energi hingga Inovasi Teknologi Gedung
Harga Emas semakin Menguat dalam 1 bulan terakhir
Bukan Lagi Beban, ATKARBONIST: Emisi Karbon Kini Jadi Aset Strategis Perusahaan!
Perdagangan karbon adalah mekanisme jual beli emisi CO₂ untuk tekan perubahan iklim. Di Indonesia, potensi ekonominya capai Rp3.000 triliun! Simak cara kerja, aturan POJK 14/2023, pelaku pasar, dan peluangnya bagi bisnis dan lingkungan.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 07:46 WIB

Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Rabu, 15 April 2026 - 06:50 WIB

Kapolri Turun ke Cikupa, Ungkap Fakta Penting soal Buruh dan Investasi

Rabu, 15 April 2026 - 00:41 WIB

Ngada Dibidik Investor, Ketua DPRD Bongkar Potensi Besar yang Belum Tergarap

Selasa, 14 April 2026 - 21:14 WIB

Ngada Mulai Dilirik! Dewi Cokorda Sentil Peluang Investasi Pariwisata

Kamis, 9 April 2026 - 18:50 WIB

Optimalkan Layanan Jasa Perbankan, Pemkab Ngada dan Bank NTT Teken PKS

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi/Gemini

Hukum & Kriminal

Daycare Little Aresha, Ruang Penitipan yang Menjelma Jadi Labirin Trauma

Minggu, 26 Apr 2026 - 17:28 WIB

Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang melalap area gudang, dengan kobaran api masih terlihat cukup besar di latar belakang.

Peristiwa & Bencana

Gudang Packaging di Sepatan Tangerang Dilalap Api, 8 Unit Damkar Dikerahkan!

Minggu, 26 Apr 2026 - 17:07 WIB