Kredit Karbon Dunia Kembali Tumbuh Juli 2025, Penerbitan Meningkat, Permintaan Melonjak, India Pimpin Pasar Energi

Avatar photo

Selasa, 19 Agustus 2025 - 07:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi - Pasar karbon global pulih Juli 2025, penerbitan naik 64%. AS dan Brasil dominasi, sementara India jadi pasar terpopuler. (AI Generated/Metrosiar)

Foto Ilustrasi - Pasar karbon global pulih Juli 2025, penerbitan naik 64%. AS dan Brasil dominasi, sementara India jadi pasar terpopuler. (AI Generated/Metrosiar)

Metrosiar – Pasar karbon global kembali bangkit pada (7/25) setelah mengalami tekanan di bulan sebelumnya. Kinerja pasar menunjukkan kenaikan signifikan, baik dari sisi pasokan maupun permintaan kredit karbon secara bulanan.

Menurut laporan BloombergNEF yang disusun oleh Joy Foo, Layla Khanfar, dan Kyle Harrison, volume penerbitan kredit karbon pada Juli 2025 tercatat sebesar 12,4 juta ton setara karbon dioksida (CO2e). Jumlah tersebut melesat 64% dibandingkan Juni 2025 yang hanya mencapai 7,5 juta ton CO2e.

Namun, jika dilihat secara akumulasi, penerbitan sepanjang Januari hingga Juni 2025 hanya mencapai 103 juta ton CO2e. Angka ini masih lebih rendah 12% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Amerika Serikat dan Brasil Dominasi Penerbitan Kredit Karbon

Amerika Serikat tercatat sebagai pemasok terbesar sepanjang Juli dengan volume 3 juta ton CO2e. Kredit karbon dari Negeri Paman Sam berasal dari berbagai sektor, mulai dari penangkapan emisi industri hingga proyek kehutanan.

Baca juga:  Terinspirasi Kerajaan Sriwijaya, Arsjad Rasjid Luncurkan Sriwijaya Group Perusahaan Holding Investasi

Sementara itu, Brasil yang akan menjadi tuan rumah COP30 menerbitkan 1,4 juta kredit dari proyek pencegahan deforestasi (avoided deforestation) di hutan Amazon.

Permintaan Karbon Kembali Pulih

Dari sisi permintaan, jumlah kredit yang kedaluwarsa pada (7/25) mencapai 11,6 juta ton CO2e. Angka ini melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan Juni 2025 yang hanya 5,2 juta ton.

“Total volume kredit karbon yang kedaluwarsa selama Januari–Juli 2025 mencapai 89 juta ton CO2e, terendah sejak 2022. Hal ini menandakan adanya pelemahan permintaan,” tulis riset BloombergNEF.

India Jadi Pasar Populer, Tradewater Pimpin Pembelian

Dari sisi sektor, kredit karbon dari pembangkit energi mendominasi pasar Juli dengan volume 4,9 juta ton CO2e. Tren ini berbalik arah dari bulan sebelumnya, ketika permintaan energi justru mendominasi angka kedaluwarsa.

Baca juga:  Malaysia Pungut Pajak Karbon Mulai 2026, Siap Raup Triliunan Rupiah!

India menjadi pasar paling diminati berkat stok besar untuk kredit energi, sementara Brasil tetap menonjol dengan kontribusi kredit pencegahan deforestasi.

Berdasarkan data pembeli korporasi yang terungkap publik, perusahaan asal Amerika Serikat, Tradewater, mencatat pembelian terbesar dengan volume 308.000 kredit.

Tokyo Gas asal Jepang menyusul dengan 260.000, dan ANWB Energie dengan 240.000 kredit. Menariknya, perusahaan minyak dan gas besar seperti Shell dan Eni tidak terlihat dalam daftar pembeli bulan ini.*

Editor : Nedu Wodo Mezhe

Sumber Berita: Bloomberg

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bangun Industri Kosmetik Berkualitas, PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Utamakan Kepercayaan dan Inovasi
Indo Beauty Expo 2026 Jadi Langkah Strategis PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Perluas Kemitraan Bisnis
Sungguh Malang Trump Disoraki Saat Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026 ke Spanyol
Piala Dunia 2026 Jelang Perancis vs Inggris Perebutan Tempat ke 3
Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina Ada 10 Fakta Menarik
Semi Final Piala Dunia 2026, Perancis Nilai Paling Tinggi, Argentina Paling Subur, Spanyol Paling Minim Kebobolan dan Inggris Dengan Supporter Yang Sangat Berisik.
Israel Ditantang Turki, Segini Teknologi Perangnya
Hamas Resmi Bubar ! Setelah 19 Tahun Kuasai Gaza
Berita ini 38 kali dibaca
Pasar karbon global mencatat pemulihan pada Juli 2025 setelah terkoreksi bulan sebelumnya. Penerbitan kredit karbon melonjak 64% menjadi 12,4 juta ton CO2e dibandingkan Juni 2025 yang hanya 7,5 juta ton, meski akumulasi Januari–Juni 2025 masih turun 12% dari periode tahun lalu.

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Bangun Industri Kosmetik Berkualitas, PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Utamakan Kepercayaan dan Inovasi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Indo Beauty Expo 2026 Jadi Langkah Strategis PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Perluas Kemitraan Bisnis

Senin, 20 Juli 2026 - 19:35 WIB

Sungguh Malang Trump Disoraki Saat Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026 ke Spanyol

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:25 WIB

Piala Dunia 2026 Jelang Perancis vs Inggris Perebutan Tempat ke 3

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:29 WIB

Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina Ada 10 Fakta Menarik

Berita Terbaru