Metrosiar – Festival Wolobobo 2025 kembali menjadi sorotan setelah digelar untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.
Ketua DPRD Ngada, Romilus Juji atau yang akrab disapa Romi Juji, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya agenda budaya ini.
“Saya selaku Pimpinan DPRD Kabupaten Ngada mengatas namai Lembaga DPRD Kabupaten Ngada, mengucapakan proficat dan rasa bangga serta respect untuk penyelenggaraan kegiatan Festival Wolobobo yang sudah diselenggarakan tiga kali berturut-turut.”
Dan tentunya ini mendapatkan atensi dari Pemerintah Pusat untuk Kabupaten Ngada dalam pelaksanaan Festival ini,” ungkapnya saat memberikan sambutan dalam launching Desa Edu-Eco Wisata di Kampung Adat Wogo, Jumat (8/8/25).
Festival Terseleksi dan Gaet Perhatian Pusat
Romi Juji menegaskan bahwa Festival Wolobobo telah melalui seleksi ketat. Ia juga memberi apresiasi kepada para pelaku NJO dan pemerhati pariwisata yang telah berkontribusi menjadikan ikon-ikon wisata Ngada sebagai perhatian pemerintah pusat maupun dunia internasional.
Menurutnya, hal ini menggugah masyarakat, khususnya warga Kampung Adat Wogo, untuk menjaga dan melestarikan rumah adat, simbol-simbol, serta tradisi yang menjadi warisan leluhur.
Makna Filosofis Tema ‘Wolobobo’

Lebih lanjut, Romi Juji menjelaskan bahwa pemilihan tema “Wolobobo” bukan kebetulan. Lokasi ini berada di dekat Gunung Ineria, yang puncaknya seolah hampir menyentuh langit.
“Hal ini kata dia, kita harus punya optimisme yang tinggi, mengajak kita untuk menjunjung bahwa Tuhanlah Pencipta,” ujarnya.
Romi mengajak warga Ngada untuk bangga karena pariwisata budaya telah menjadi kesepakatan bersama dan selaras dengan tagline Pemkab Ngada Membangun Desa, Menata Kota.
Sinergi Desa dan Kota untuk Wisata Budaya
Menurutnya, desa memiliki kampung-kampung budaya, simbol, dan tradisi, sementara kota memberikan suguhan terbaik bagi wisatawan.
“Mari kita lewati suasana ini dengan gembira, sembari mengingatkan soal hasil biarkan waktu yang menjawab,” kata Romi.
Harapan untuk Desa Wogo
Menutup sambutannya, Romi Juji berharap masyarakat Desa Wogo terus menjaga, merawat, dan melestarikan budaya agar dapat memberikan dampak positif yang besar. Ia menekankan pentingnya menjadikan Ngada sebagai bagian penting dari Indonesia dalam konteks wisata berbudaya.* (Frans Dhena)
Editor : Lisan Al-Ghaib
Sumber Berita: Metrosiar









