Cara Warren Buffett Kelola Dana dengan Strategi 90/10, Apa Maksudnya?

Avatar photo

Jumat, 22 Agustus 2025 - 12:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warren Buffett merekomendasikan strategi investasi 90/10, kombinasi saham indeks dan obligasi pemerintah untuk hasil konsisten dan risiko rendah. (Foto: X.com/@KilianRannou)

Warren Buffett merekomendasikan strategi investasi 90/10, kombinasi saham indeks dan obligasi pemerintah untuk hasil konsisten dan risiko rendah. (Foto: X.com/@KilianRannou)

Metrosiar – Investor legendaris Warren Buffett dikenal dengan gaya investasinya yang sederhana namun konsisten menghasilkan keuntungan.

Salah satu strategi andalannya yang hingga kini banyak dijadikan acuan adalah strategi 90/10.

Dalam laporan Investopedia yang dikutip pada Kamis (21/8/25), Buffett menyarankan agar investor menempatkan 90 persen dana pada reksa dana indeks S&P 500 berbiaya rendah, sementara 10 persen sisanya dialokasikan ke obligasi pemerintah jangka pendek.

Strategi ini pertama kali dijelaskan Buffett melalui surat tahunan kepada pemegang saham Berkshire Hathaway pada 2013. Menurutnya, pendekatan tersebut sangat cocok untuk investor pemula yang tidak memiliki keahlian khusus dalam menganalisis laporan keuangan perusahaan.

Buffett sendiri terinspirasi dari gurunya, Benjamin Graham, yang menekankan bahwa investasi pada dasarnya adalah membeli “potongan kecil dari sebuah bisnis.” Namun, ia sadar tidak semua orang punya waktu dan kemampuan untuk melakukan analisis mendalam.

Baca juga:  Investasi di Ngada, Manajemen PT. BIS Bawa Misi Baru Jajaki Petani Kemiri Sunan

Bahkan, strategi 90/10 ini dimasukkan Buffett dalam wasiatnya untuk sang istri. Saham Berkshire Hathaway miliknya akan disumbangkan ke yayasan, sementara dana tunai yang tersisa akan dikelola dengan metode sederhana tersebut.

Secara garis besar, strategi 90/10 terbagi dalam dua komponen utama:

  1. 90% aset ditempatkan pada reksa dana indeks S&P 500, sebagai sumber pertumbuhan jangka panjang.
  2. 10% dialokasikan ke obligasi jangka pendek, seperti Treasury Bills, untuk menjaga stabilitas dan likuiditas.
Baca juga:  Ngada Mulai Dilirik! Dewi Cokorda Sentil Peluang Investasi Pariwisata

Kombinasi ini bertujuan menyeimbangkan potensi keuntungan dari pasar saham dengan perlindungan aset lewat obligasi. Dengan begitu, investor tetap memiliki cadangan aman ketika pasar bergejolak.

Keunggulan strategi 90/10 tidak hanya pada potensi imbal hasil, tetapi juga kemudahan pengelolaan portofolio. Investor tidak perlu repot memilih saham satu per satu, cukup melakukan penyesuaian secara berkala.

Selain itu, metode ini juga membantu mengurangi stres akibat fluktuasi pasar. Diversifikasi sederhana membuat investor lebih tenang dan fokus pada tujuan jangka panjang.

Melalui strategi 90/10, Warren Buffett membuktikan investasi yang efektif tidak harus rumit. Justru dengan pendekatan sederhana, hasil yang konsisten bisa lebih mudah tercapai.*

Editor : Lisan Al-Ghaib

Sumber Berita: Investopedia

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven
Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia
KUR Obor Mas Mengalir Lebih dari Rp1 Miliar di Bajawa! Bupati Ngada Bergabung Jadi Anggota, Sinergi dengan Koperasi Merah Putih Kian Menguat
Obor Mas Jangan Hanya Besar, Tapi Harus Terus Bertumbuh! Bupati Ngada Ajak Anggota Bersatu dan Berani Bermimpi Lebih Tinggi
Danantara Garap Eksportir Tunggal, Fauzan Fadel ingatkan Negara Harus Jadi Mitra Strategis, Bukan Monopoli
Pasar Sentral Sudu: Ikon Masyarakat yang Kini Tampak Kumuh dan Semrawut
Gubernur Andra Soni Dukung DOB Cilangkahan: Siap Mekar, Infrastruktur Dikebut
Uang Rusak Masih Banyak Beredar, Warga Kesulitan Bertransaksi
Berita ini 32 kali dibaca
Warren Buffett merekomendasikan strategi investasi 90/10, kombinasi saham indeks dan obligasi pemerintah untuk hasil konsisten dan risiko rendah.

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 12:37 WIB

Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:00 WIB

Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:03 WIB

KUR Obor Mas Mengalir Lebih dari Rp1 Miliar di Bajawa! Bupati Ngada Bergabung Jadi Anggota, Sinergi dengan Koperasi Merah Putih Kian Menguat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:34 WIB

Obor Mas Jangan Hanya Besar, Tapi Harus Terus Bertumbuh! Bupati Ngada Ajak Anggota Bersatu dan Berani Bermimpi Lebih Tinggi

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:54 WIB

Danantara Garap Eksportir Tunggal, Fauzan Fadel ingatkan Negara Harus Jadi Mitra Strategis, Bukan Monopoli

Berita Terbaru

Internasional

Bentuk Penghormatan Terhadap Bendera Arab Saudi Pada Piala Dunia 2026

Kamis, 18 Jun 2026 - 14:50 WIB