Metrosiar, Jakarta, 8 April 2025 — Nilai tukar rupiah kembali melemah dan diperkirakan menembus level Rp17.050 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Selasa (8/4/2025), usai libur panjang Lebaran.
Tekanan terhadap rupiah didorong oleh faktor eksternal, terutama kebijakan tarif impor yang diumumkan Presiden AS Donald Trump.
Di pasar Non-Deliverable Forward (NDF), rupiah sempat menyentuh Rp17.000 per dolar AS akibat kebijakan tarif impor AS yang menargetkan sejumlah negara, termasuk Indonesia.
Sebagai catatan, sebelum libur Lebaran pada 27 Maret 2025, rupiah ditutup di level Rp16.562 per dolar AS. Sepanjang kuartal I/2025, mata uang ini tercatat melemah 2,25%.
Setelah pengumuman resmi Trump pada 2 April 2025, kontrak rupiah di pasar NDF terus tertekan.
Pada Jumat (4/4), nilai tukar rupiah di NDF mencapai Rp17.006 per dolar AS, sementara pada Senin (7/4), posisinya turun lagi ke Rp16.940,5.
Bank Indonesia merespons situasi ini dengan melakukan intervensi agresif di pasar NDF, seperti disampaikan oleh Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso.
Intervensi dilakukan di pasar Asia, Eropa, dan New York, serta akan dilanjutkan di pasar domestik mulai hari ini.
Selain itu, BI juga akan membeli SBN di pasar sekunder dan mengoptimalkan instrumen likuiditas rupiah guna menjaga stabilitas nilai tukar.
Tekanan terhadap mata uang tidak hanya terjadi di Indonesia. Baht Thailand, dolar Taiwan, dan yuan China juga tercatat melemah. Sementara itu, yen Jepang justru menguat 0,90%.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan rupiah dipengaruhi oleh data tenaga kerja AS yang lebih baik dari perkiraan serta pernyataan The Fed yang menunda penurunan suku bunga acuan.
Selain itu, konflik geopolitik di Timur Tengah dan Eropa turut memperburuk sentimen pasar.
Dalam pergerakan hari ini, rupiah sempat melemah bertahap sejak pagi.
Pada pukul 09.20 WIB dibuka di Rp16.853 per dolar AS, lalu turun ke Rp16.835 pada pukul 10.59 WIB, kemudian Rp16.862 pada pukul 12.32 WIB.
Hingga penutupan siang ini, rupiah tercatat melemah 0,41% ke Rp16.891 per dolar AS. Indeks dolar AS sendiri juga bergerak turun tipis ke level 103,22.(*)
Editor : Wodo Ndaya Coya
Sumber Berita: bisnis.com









