Metrosiar – Dua negara Asia Tenggara, Myanmar dan Thailand, diguncang gempa dahsyat berkekuatan magnitudo 7,7 pada Jumat, 28 Maret 2025. Bencana besar ini menewaskan sedikitnya 152 orang dan menghancurkan berbagai infrastruktur penting di kedua negara.
Di Myanmar, gempa memakan korban terbanyak dengan 144 orang meninggal dunia serta merusak ribuan bangunan, jalan, dan fasilitas umum. Sementara di Thailand, guncangan kuat membuat sebuah gedung pencakar langit yang tengah dibangun di dekat Pasar Jatujak, Bangkok, runtuh. Sedikitnya 8 orang tewas, dan 81 lainnya dilaporkan terjebak di bawah reruntuhan.
Belum sempat pulih dari gempa utama, wilayah terdampak kembali diguncang gempa susulan bermagnitudo 6,4, yang semakin memperparah kondisi di lapangan. Banyak gedung dan jembatan roboh, membuat proses evakuasi dan pencarian korban berjalan lambat dan penuh risiko.
Tim penyelamat masih berjuang keras mencari korban selamat di tengah reruntuhan, sementara alat berat dan pasokan bantuan mulai dikerahkan dari berbagai daerah.
Guncangan gempa ini juga dirasakan hingga ke beberapa negara tetangga, seperti China, Kamboja, Bangladesh, dan India, yang turut melaporkan getaran kuat selama beberapa detik.
Sebagai bentuk solidaritas internasional, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Uni Eropa (UE) telah menawarkan bantuan kemanusiaan untuk membantu korban di wilayah terdampak. Upaya penyelamatan dan pemulihan terus dilakukan, sementara ribuan warga kini berjuang memulihkan kehidupan di tengah kehancuran yang ditinggalkan gempa mematikan ini.
Sumber Berita: Kompas









