Selamatkan Puncak Bogor, Kembalikan Fungsi Alam untuk Mencegah Bencana, Ini yang Disorot Gubernur Jabar Dedi Mulyadi

Avatar photo

Kamis, 6 Maret 2025 - 12:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat dikenal dengan fokusnya pada isu lingkungan dan keberlanjutan. Ia sering menyoroti pentingnya menjaga ekosistem, khususnya dalam menghadapi bencana alam yang disebabkan oleh kerusakan lingkungan, serta mendukung upaya restorasi kawasan alam seperti Puncak di Kabupaten Bogor. (X.com/@mocidesu - Instagram.com/dedimulyadi71)

Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat dikenal dengan fokusnya pada isu lingkungan dan keberlanjutan. Ia sering menyoroti pentingnya menjaga ekosistem, khususnya dalam menghadapi bencana alam yang disebabkan oleh kerusakan lingkungan, serta mendukung upaya restorasi kawasan alam seperti Puncak di Kabupaten Bogor. (X.com/@mocidesu - Instagram.com/dedimulyadi71)

 

Metrosiar – Bencana alam yang terjadi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, seperti banjir dan longsor, tengah menjadi perhatian publik Indonesia.

Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhendi, menyoroti kerusakan infrastruktur akibat terputusnya delapan jembatan penghubung di beberapa titik, akibat hujan deras dan banjir bandang dari Kali Ciliwung.

Enam di antaranya berada di kawasan Puncak, Kecamatan Cisarua.

Ade Ruhendi mengungkapkan hal tersebut setelah rapat yang mengidentifikasi delapan jembatan yang rusak parah akibat bencana tersebut.

“Dari hasil rapat, kami menemukan ada delapan jembatan yang putus,” kata Ade saat meninjau jembatan yang rusak di kawasan Puncak, Bogor, pada Senin, 3 Maret 2025.

Baca juga:  Pengangkatan CASN 2024 Dilakukan Serentak pada 1 Oktober 2025, Ini Penjelasan Menteri Rini

Di sisi lain, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengaitkan bencana alam di Bogor dengan masalah kerusakan lingkungan, terutama di kawasan Puncak.

Menurut Dedi, salah satu penyebab utama bencana tersebut adalah perubahan fungsi lahan yang semakin meluas, dari yang seharusnya menjadi daerah resapan air dan hutan, kini beralih menjadi kawasan industri dan komersial.

Dedi juga menyoroti dampak penyewaan lahan oleh PTPN yang berfokus pada kepentingan bisnis, yang dinilai mengganggu keseimbangan ekosistem Bogor.

Menurutnya, penting untuk melakukan audit lingkungan untuk mengidentifikasi penyebab kerusakan, meskipun dia berasumsi bahwa kerusakan di kawasan Puncak menjadi faktor utama.

Baca juga:  Misa Paskah Dijaga Ketat, Polisi dan Gegana Siaga Penuh di Pasar Kemis

“Mari kita fokus pada audit lingkungan untuk mengetahui faktor penyebabnya, karena kerusakan di Puncak sangat jelas,” ujarnya.

Dedi juga mengajak pemerintah pusat dan Kementerian Lingkungan Hidup untuk bekerja sama dalam mengembalikan fungsi kawasan Puncak seperti semula, sebagai daerah resapan air yang alami.

“Puncak harus dikembalikan menjadi kawasan resapan air, tempat tumbuhnya pohon, dan tempat disimpannya air,” kata Dedi.

Ia juga mendesak agar langkah pemulihan dilakukan segera agar daerah tersebut bisa kembali menjalankan perannya dalam menjaga ekosistem dan mencegah bencana serupa di masa depan.(*)

Sumber Berita: Media Sosial

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi
Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban
Pemda Ngada Lepas PSN Ngada ke Liga 3 Nusantara, 30 Slot Pemain Disiapkan untuk Berburu Prestasi
Sentuh Hati Lansia di Desa Tarawali, Bhabinkamtibmas dan Dokkes Polres Ngada Turun Berbagi Sembako
Stadion Lebijaga Dilirik untuk PON 2028, KONI Pusat Soroti Fasilitas yang Masih Perlu Dibenahi
Wabup BDN Lepas 60 Atlet Pelajar Ngada ke POPDA VIII 2026, Targetkan Prestasi dan Nama Besar Daerah
Kalemdiklat Polri Beri Penghargaan kepada Kapolres Ngada, Dedikasi Tangani Pascagempa Flores Jadi Sorotan
Kemarau Panjang Buka Jejak Kampung yang Tenggelam di WGM
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:20 WIB

KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Pemda Ngada Lepas PSN Ngada ke Liga 3 Nusantara, 30 Slot Pemain Disiapkan untuk Berburu Prestasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Sentuh Hati Lansia di Desa Tarawali, Bhabinkamtibmas dan Dokkes Polres Ngada Turun Berbagi Sembako

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:21 WIB

Stadion Lebijaga Dilirik untuk PON 2028, KONI Pusat Soroti Fasilitas yang Masih Perlu Dibenahi

Berita Terbaru

Nusantara

KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi

Selasa, 20 Okt 2026 - 22:20 WIB

Petugas Satpol PP Kabupaten Tangerang bersama aparat terkait melakukan pemantauan dan penataan lapak pedagang di kawasan Kutabaru, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

Tata Kelola & Konservasi

SP3 PKL Kutabaru Terbit, Penertiban Mandek Sebulan: Ada Apa?

Senin, 19 Okt 2026 - 17:00 WIB