PDIP NTT Turun Saat Rakyat Terluka oleh Gempa, Patris: Kami Ada Bersama Mereka

Avatar photo

Minggu, 6 September 2026 - 09:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PDIP NTT Turun Saat Rakyat Terluka oleh Gempa, Patris: Kami Ada Bersama Mereka. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

PDIP NTT Turun Saat Rakyat Terluka oleh Gempa, Patris: Kami Ada Bersama Mereka. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

Nagekeo.Metrosiar- Ketika gempa bumi meninggalkan ketakutan, kerusakan dan trauma di tengah masyarakat, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Nusa Tenggara Timur memilih untuk turun langsung dan berada di tengah warga terdampak.

Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP NTT, Patris Lali Wolo, menegaskan partainya tidak ingin hanya menjadi penonton ketika masyarakat sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana.

Komitmen tersebut kembali ditunjukkan melalui penyerahan bantuan berupa tenda dan permainan anak-anak kepada TK Pembina Boawae, Kabupaten Nagekeo, Jumat (4/9/2026).

Bagi Patris, penanganan pascabencana tidak cukup hanya dengan membagikan bantuan logistik. Ada luka lain yang tidak terlihat, namun dirasakan masyarakat, yakni trauma akibat bencana.

Karena itu, menurutnya, pemulihan psikologis atau trauma healing harus menjadi bagian penting dalam penanganan masyarakat terdampak gempa.

 

“Yang paling penting pascagempa adalah bagaimana masyarakat diberikan penguatan dan motivasi agar bisa kembali bangkit, move on, dan bersahabat dengan kondisi bencana. Jangan terus-menerus terbawa dalam suasana sedih berkepanjangan,” ujar Patris.

Ia mengatakan, masyarakat yang mengalami langsung dampak gempa membutuhkan pendampingan dan penguatan agar perlahan mampu bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal.

Namun demikian, Patris mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi gempa susulan masih bisa terjadi.

Ia meminta masyarakat terus mengikuti perkembangan informasi resmi serta arahan pemerintah, khususnya dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Rumah Warga hingga Sekolah Harus Segera Dipulihkan

Selain persoalan trauma, Patris menyoroti pentingnya percepatan pemulihan infrastruktur yang rusak akibat gempa.

Menurutnya, masyarakat tidak boleh terlalu lama hidup dalam ketidakpastian, sementara rumah, sekolah, fasilitas kesehatan dan berbagai fasilitas publik lainnya mengalami kerusakan.

Baca juga:  Berbagi Takjil di Bulan Ramadan, Awak Media Metrosiar Lakukan Aksi Sosial di Jalan Raya Bumi Indah

 

“Pemerintah harus segera melaksanakan tugas pemulihan kembali infrastruktur, terutama rumah warga dan fasilitas publik, khususnya pendidikan yang juga terdampak,” katanya.

Ia menegaskan, pemulihan pascabencana harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak boleh meninggalkan kelompok masyarakat tertentu.

Patris juga mengingatkan pentingnya transparansi, keadilan dan pemerataan dalam penggunaan anggaran penanganan serta pemulihan pascabencana.

Menurutnya, anggaran yang telah disiapkan pemerintah harus benar-benar dikelola secara terbuka dan dipastikan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Harus ada transparansi, keadilan dan pemerataan anggaran bagi semua komponen yang terdampak, baik pendidikan, kesehatan, lembaga publik lainnya maupun rumah-rumah warga,” tegasnya.

Instruksi Megawati, Kader PDIP Diminta Turun Bersama Rakyat

Patris menjelaskan, sejak gempa terjadi pada 15 Agustus 2026, jajaran PDIP langsung bergerak melakukan berbagai aksi kemanusiaan.

Politisi asal Nagekeo itu mengatakan, pada malam setelah peristiwa gempa, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri langsung memberikan instruksi kepada seluruh kader partai, khususnya di Nusa Tenggara Timur, untuk segera turun dan berada bersama masyarakat terdampak.

 

Instruksi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan berbagai kegiatan kemanusiaan di sejumlah wilayah yang terdampak bencana.

Tidak hanya di wilayah yang mengalami dampak gempa bumi, kegiatan kemanusiaan juga dilakukan di daerah yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur.

Menurut Patris, relawan dan badan penanggulangan bencana yang dibentuk PDIP terus bergerak bersama jajaran partai untuk menjangkau masyarakat terdampak, terutama warga di wilayah yang membutuhkan perhatian.

Sejumlah tokoh dan pengurus PDIP juga disebut turut mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan tersebut, di antaranya Ketua DPP PDIP dr. Ribka Tjiptaning, Ganjar Pranowo, Tri Rismaharini hingga jajaran DPD PDIP NTT.

“Kegiatan kemanusiaan dan pengobatan gratis terus dilakukan, terutama di kampung-kampung terdampak yang belum terjangkau oleh relawan lainnya. Kita ingin memastikan masyarakat tetap sehat, tidak kelaparan dan tetap memiliki semangat untuk bangkit,” ujarnya.

Baca juga:  Deklarasi Frent Banten Bersatu di Kota Tangerang: Janji Integritas atau Sekadar Seremoni

Patris menegaskan dirinya bersama seluruh kader PDIP akan terus berada di tengah masyarakat selama warga masih membutuhkan bantuan dan pendampingan.

Ia bahkan menggambarkan kedekatan partainya dengan masyarakat melalui sebuah pernyataan yang penuh emosi.

“Rakyat menangis, kami juga turut menangis. Rakyat tertawa, kita juga sama-sama tertawa,” ungkap Patris.

Tak Hanya Sembako, Anak-anak hingga Ibu Hamil Jadi Perhatian

Dalam aksi kemanusiaan tersebut, PDIP tidak hanya menyalurkan bantuan berupa sembako.

Berbagai kebutuhan masyarakat lainnya juga ikut disalurkan, mulai dari obat-obatan, makanan untuk balita dan ibu hamil, permainan anak-anak, popok bayi, kebutuhan perempuan, selimut hingga terpal.

Bantuan terpal juga diberikan kepada sejumlah sekolah untuk mendukung proses belajar mengajar yang harus dilakukan di luar gedung akibat fasilitas pendidikan terdampak bencana.

Menurut Patris, keberlangsungan pendidikan anak-anak tidak boleh terhenti hanya karena bangunan sekolah mengalami kerusakan.

“Kita akan terus melakukan penyaluran secara bertahap dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah. Terutama untuk dunia pendidikan yang saat ini membutuhkan tenda agar proses belajar mengajar tetap berjalan,” pungkasnya.

Patris mengakui bantuan yang tersedia masih terbatas. Namun, ia memastikan penyaluran bantuan akan terus dilakukan secara bertahap melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

Bagi PDIP, kata dia, kehadiran di tengah masyarakat bukan hanya diperlukan ketika situasi normal. Justru ketika rakyat sedang berada dalam kesulitan, kehilangan tempat tinggal dan berjuang bangkit dari trauma, kehadiran nyata menjadi sebuah tanggung jawab.

“Ketika rakyat menangis karena bencana, kami tidak boleh tinggal diam.”*

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ratna Jumila A.Md.Keb., Ingatkan Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau bagi Kesehatan
Hadirnya Prof Hermanu Jadi Kekuatan Baru STIPER FB, Siap Cetak SDM Pertanian Unggul dan Entrepreneur
Мостбет зеркало рабочее сегодня: особенности и обновления платформы
Recenze online kasina Betor: Bezpečné zahraniční kasino pro české hráče
The Most Popular Table Games at Casinozer
N1 Casino: How to Stay Responsible While Playing
Как использовать мостбет коины для повышения шансов на выигрыш?
Best Practices for Betting at Casumo Casino
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 11:42 WIB

Ratna Jumila A.Md.Keb., Ingatkan Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau bagi Kesehatan

Minggu, 6 September 2026 - 09:57 WIB

PDIP NTT Turun Saat Rakyat Terluka oleh Gempa, Patris: Kami Ada Bersama Mereka

Minggu, 6 September 2026 - 09:15 WIB

Hadirnya Prof Hermanu Jadi Kekuatan Baru STIPER FB, Siap Cetak SDM Pertanian Unggul dan Entrepreneur

Sabtu, 5 September 2026 - 17:57 WIB

Мостбет зеркало рабочее сегодня: особенности и обновления платформы

Sabtu, 5 September 2026 - 15:37 WIB

Recenze online kasina Betor: Bezpečné zahraniční kasino pro české hráče

Berita Terbaru