Kabupaten Tangerang, Metrosiar – Kondisi fasilitas pendidikan di Sekolah Dasar Negeri Kutajaya 2 (SDN Kutajaya 2), yang berada di Perumahan Bermis, Kelurahan Kutajaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, cukup memprihatinkan.
Sekolah yang menampung sekitar 890 siswa dan siswi tersebut diketahui mengalami kerusakan pada sejumlah bagian bangunan. Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, Senin (24/8/2026), terlihat sebagian plafon mengalami kerusakan. Selain itu, kayu penahan plafon juga tampak rapuh dan dikhawatirkan sewaktu-waktu dapat ambruk.

Kondisi tersebut dinilai cukup membahayakan, mengingat bagian bangunan yang mengalami kerusakan masih berada di lingkungan sekolah yang setiap hari digunakan untuk berbagai aktivitas.

Awak media kemudian menemui Kepala SDN Kutajaya 2, Kasmin, S.Pd., M.Si., di ruang kerjanya untuk meminta penjelasan terkait kondisi bangunan tersebut.

Kasmin menjelaskan, bangunan lama yang belum pernah tersentuh perbaikan sejak 1994 merupakan bangunan induk yang hingga kini masih digunakan untuk sejumlah ruangan, antara lain ruang kepala sekolah, ruang guru, tata usaha (TU), UKS, dapur, sebagian kamar mandi dan toilet (MCK), serta koperasi.
“Bangunan lama yang belum pernah tersentuh dari tahun 1994 merupakan bangunan induk yang dipakai sebagai ruang kepala sekolah, ruang guru, TU, UKS, dapur, dan sebagian MCK, serta koperasi. Kondisi sangat mengkhawatirkan berkaitan tulang-tulang kayu yang tertutup sudah keropos termasuk lantai, sehingga jika ada genteng yang melorot atau pecah tidak ada yang berani untuk naik memperbaiki.”

Ia berharap pemerintah dan para pemangku kebijakan dapat memberikan perhatian terhadap kondisi bangunan tersebut dan menjadikan rehabilitasi sebagai salah satu prioritas.
“Harapan kepada pemangku kebijakan untuk bisa menjadikan prioritas perbaikan/rehab sesegera mungkin apalagi sudah mendekati musim penghujan,” tutup Kepsek.

Kerusakan bangunan sekolah tersebut menjadi perhatian karena sejumlah bagian masih digunakan untuk menunjang kegiatan administrasi dan pelayanan pendidikan. Terlebih, musim penghujan yang mulai mendekat berpotensi memperburuk kondisi bangunan yang telah mengalami kerusakan.









