Bajawa.Metrosiar- Potensi sektor perikanan Kabupaten Ngada kian mendapat pengakuan. Tidak hanya berkembang sebagai sentra produksi, daerah ini kini mulai dilirik sebagai pusat pembelajaran vokasi.
Buktinya, SMKN 1 Larantuka memilih Kolam Pembesaran Ikan (KPI) Bejo sebagai lokasi Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi para siswanya untuk mengasah kompetensi langsung di dunia industri perikanan.
Kepercayaan tersebut menjadi sinyal bahwa KPI Bejo dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman yang mampu menjembatani kebutuhan dunia pendidikan dengan tuntutan industri, sekaligus membuka ruang bagi lahirnya tenaga kerja perikanan yang profesional dan siap pakai.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Ngada, Dominikus Bobi Isu, membenarkan pelaksanaan PKL tersebut. Menurutnya, sebanyak tiga siswa didampingi seorang guru pembimbing menjalani praktik di KPI Bejo.
“Benar, ada tiga orang siswa dan satu guru pendamping yang melaksanakan PKL di KPI Bejo,” ujar Bobi Isu kepada media ini, Kamis (23/7/2026).
Belajar dari Praktik, Bukan Sekadar Teori
Selama menjalani PKL, para siswa tidak hanya mengamati proses kerja, tetapi terlibat langsung dalam berbagai tahapan kegiatan industri perikanan.
Mereka memperoleh pengalaman nyata mulai dari penanganan bahan baku, proses pengolahan hasil perikanan, pengendalian mutu, hingga teknik pengemasan produk sesuai standar industri.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal penting bagi para siswa untuk memahami dinamika dunia kerja sekaligus meningkatkan kompetensi yang selama ini diperoleh di ruang kelas.
Lebih dari itu, program PKL juga menjadi sarana membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan bekerja dalam tim, serta etos kerja yang menjadi kebutuhan utama di dunia usaha dan dunia industri.
Ngada Semakin Dipercaya sebagai Pusat Pembelajaran Vokasi
Dipilihnya KPI Bejo sebagai lokasi PKL menjadi bukti bahwa sektor perikanan Kabupaten Ngada memiliki daya tarik yang semakin kuat di mata lembaga pendidikan kejuruan. Selain memiliki potensi sumber daya yang besar, fasilitas tersebut juga dinilai mampu menghadirkan proses pembelajaran berbasis praktik yang sesuai dengan kebutuhan industri modern.
Sinergi antara sekolah vokasi dan dunia usaha ini diharapkan terus diperkuat agar mampu mencetak sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan sektor kelautan dan perikanan.
Ke depan, kerja sama semacam ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi berkembang menjadi kemitraan berkelanjutan yang mampu melahirkan generasi muda perikanan yang inovatif, profesional, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat posisi Ngada sebagai salah satu pusat pengembangan sektor perikanan di Nusa Tenggara Timur.*









