Riung: Permata yang Masih Tersembunyi, Kaya Budaya dan Pariwisata tetapi Sepi Promosi

Avatar photo

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keindahan Alam Riung. (Foto: Istimewa)

Keindahan Alam Riung. (Foto: Istimewa)

Oleh: Elfrat Dhena

RIUNG, NGADA.Metrosiar- Pagi baru saja menyingsing di Riung. Sinar matahari perlahan memantul di permukaan laut yang tenang, sementara deretan pulau kecil tampak berdiri anggun di cakrawala.

Di sudut-sudut kampung, kehidupan masyarakat berjalan sederhana. Nelayan menyiapkan perahu, ibu-ibu membersihkan hasil tangkapan, dan anak-anak berlarian di tepi pantai.

Namun di balik ketenangan itu, Riung menyimpan sebuah ironi. Wilayah yang dianugerahi kekayaan alam dan budaya luar biasa ini masih belum mendapatkan panggung promosi yang layak.

Padahal, ketika berbicara tentang destinasi unggulan di Flores, Riung memiliki hampir semua yang dibutuhkan untuk menjadi magnet wisata kelas dunia.

Di kawasan ini terdapat Taman Wisata Alam Laut 17 Pulau yang terkenal dengan gugusan pulau-pulau eksotis, pantai berpasir putih, laut yang jernih, serta keanekaragaman hayati bawah laut yang memikat wisatawan. Pemandangan matahari terbenam di Riung bahkan kerap disebut sebagai salah satu yang terbaik di Flores.

Namun Riung bukan hanya tentang laut dan pulau.
Lebih dari itu, Riung adalah rumah bagi kekayaan budaya yang masih hidup dan terjaga hingga hari ini.

Di berbagai kampung adat, masyarakat masih mempertahankan tradisi leluhur yang diwariskan secara turun-temurun. Ritual adat, tarian tradisional, cerita rakyat, hingga nilai gotong royong tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.
Budaya di Riung tidak sekadar dipertontonkan untuk wisatawan. Ia hidup, tumbuh, dan menjadi identitas masyarakat.

Baca juga:  Sejajarkan Riung dengan Destinasi Unggulan Lain, Pemkab Ngada Dukung In Flores Siapkan Roadmap Pariwisata

“Kalau wisatawan datang ke Riung, mereka tidak hanya melihat alam, tetapi juga bisa merasakan langsung kehidupan budaya masyarakat yang autentik,” ungkap seorang tokoh masyarakat setempat.

Sayangnya, kekayaan itu belum sepenuhnya dikenal luas.

Banyak wisatawan yang mengenal Flores melalui Taman Nasional Komodo, Danau Kelimutu, atau Labuan Bajo. Sementara Riung kerap hanya menjadi destinasi persinggahan, bukan tujuan utama perjalanan.

Minimnya promosi menjadi salah satu penyebab utama.

Di era digital saat ini, destinasi wisata berlomba-lomba membangun citra melalui media sosial, video promosi, festival budaya, hingga kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata. Riung justru masih berjalan dengan langkah yang relatif lambat.

Banyak potensi wisata dan budaya yang belum terdokumentasi secara maksimal. Cerita tentang kampung-kampung adat, kuliner khas, tradisi masyarakat pesisir, hingga keindahan alam yang tersembunyi masih jarang muncul dalam ruang promosi nasional maupun internasional.

Baca juga:  Imbauan Nataru: Camat Kemiri Minta Warga Utamakan Keamanan dan Ketertiban Lingkungan

Akibatnya, Riung seolah menjadi “permata tersembunyi” yang belum banyak diketahui orang.
Padahal, jika dikelola dengan baik, sektor pariwisata dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Kehadiran wisatawan akan membuka peluang bagi usaha homestay, kuliner lokal, transportasi wisata, kerajinan tangan, hingga produk UMKM.
Harapan itu kini mulai tumbuh.

Pemerintah daerah bersama berbagai pihak terus mendorong pengembangan destinasi Riung melalui pendekatan pariwisata berkelanjutan. Konsep ini menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama sekaligus penerima manfaat terbesar dari pembangunan pariwisata.

Karena sesungguhnya, kekuatan Riung bukan hanya terletak pada laut biru dan gugusan pulaunya yang memukau.

Kekuatan Riung ada pada cerita-cerita yang hidup di tengah masyarakatnya. Ada pada budaya yang tetap dijaga di tengah arus modernisasi. Ada pada keramahan warga yang menyambut setiap tamu seperti keluarga sendiri.

Riung memiliki semua syarat untuk menjadi destinasi unggulan Flores.

Yang masih kurang hanyalah satu hal: perhatian dan promosi yang lebih besar.

Sebab sebuah permata, seindah apa pun bentuknya, akan tetap tersembunyi jika tidak pernah diperlihatkan kepada dunia. Dan Riung, dengan segala pesona alam dan budayanya, sedang menunggu saat itu tiba.*

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lurah Kutabumi Dukung Penuh Lomba Posko Tiga Pilar Tingkat Polresta Tangerang 2026.
Polda Banten Terima Penghargaan atas Keberhasilan Angkutan Lebaran 2026.
Polda Banten Raih Penghargaan Bergengsi, Ini Rahasia Sukses Angkutan Lebaran 2026
Riung Disiapkan Jadi Ikon Pariwisata Berkelanjutan Flores, BDN: Masyarakat Harus Jadi Pelaku Utama
Terungkap! Ratusan Vape Narkoba Beredar di Batam, Tiga Orang Diciduk BNN
Tengah Malam Disisir Polisi, Ini Hasil Patroli Serentak di Serang
Momen Haru Jelang Hari Bhayangkara, Kapolda Banten Sambangi Mantan Kapolda
Anis Matta: “Partai Politik Kalau Hanya Ikut Arus, Kita Bukan Pemimpin!”
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:12 WIB

Lurah Kutabumi Dukung Penuh Lomba Posko Tiga Pilar Tingkat Polresta Tangerang 2026.

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:50 WIB

Polda Banten Terima Penghargaan atas Keberhasilan Angkutan Lebaran 2026.

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:20 WIB

Polda Banten Raih Penghargaan Bergengsi, Ini Rahasia Sukses Angkutan Lebaran 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:18 WIB

Riung: Permata yang Masih Tersembunyi, Kaya Budaya dan Pariwisata tetapi Sepi Promosi

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:25 WIB

Terungkap! Ratusan Vape Narkoba Beredar di Batam, Tiga Orang Diciduk BNN

Berita Terbaru

Internasional

Bentuk Penghormatan Terhadap Bendera Arab Saudi Pada Piala Dunia 2026

Kamis, 18 Jun 2026 - 14:50 WIB