Ditemukan di Dasar Samudra Atlantik Dunia Yang Hilang

Avatar photo

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Samudra Atlantik

Foto : Samudra Atlantik

Kabupaten Tangerang, Metrosiar – Sebuah “dunia yang hilang” dilaporkan berhasil ditemukan. Lokasinya berada lebih dari 700 meter di bawah permukaan laut Samudra Atlantik, dekat puncak gunung bawah laut sebelah barat Mid-Atlantic Ridge.
Kota yang dikenal dengan Lost City Hydrothermal Field memiliki struktur karbonat menjulang seperti menara dan monolit. Ketinggiannya beragam, yakni dari beberapa meter hingga monolit setinggi 60 meter disebut sebagai Poseidon.

Science Alert menuliskan kota tersebut telah ditemukan pertama kali pada 2000. Hingga puluhan tahun kemudian lokasinya menjadi ladang ventilasi hidrotermal tertua yang diketahui berada di laut yang diperkirakan berusia 120 ribu tahun.

Lost City memiliki keunikan pada proses kimia. Mantel Bumi bereaksi langsung dengan air laut, menghasilkan hidrogen, metana serta hidrokarbon tanpa melibatkan sinar matahari dan karbondioksida dari atmosfer.


Selain itu, ekosistem Lost City berbeda dengan ventilasi vulkanik bawah laut yang dikenal dengan black smokers. Kota yang hilang itu memproduksi hidrogen dan metana berjumlah hingga 100 kali lebih besar dan membentuk cerobong kalsit berukuran raksasa.

Ini berbeda dengan black smokers yang bergantung akan panas magma dan menghasilkan mineral kaya besi serta sulfur.

Namun, keberadaan Lost City cukup terancam karena adanya aktivitas penambangan. Polandia diketahui mengantongi hak penambangan laut dalam di sekitar kawasan pada 2018.

Ladang hidrotermal di sekitar lokasi sebenarnya tidak mengandung sumber daya bernilai ekonomi. Akan tetapi aktivitas penambangan dikhawatirkan bisa merusak habitat di Lost City.

Sejumlah ahli mendorong Lost City bisa ditetapkan menjadi Situs Warisan Dunia. Dengan begitu kota yang hilang bisa mendapatkan perlindungan jangka panjang.

Baca juga:  Indonesia Dorong Percepatan Energi Terbarukan untuk Daerah Terpencil di Forum UN ESCAP Rusia
Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun
Ratna Jumila A.Md.Keb., Ingatkan Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau bagi Kesehatan
Ada Limbah B3 di Sawah Cikande? Hasil Deteksi Brimob Terungkap
Masyarakat Sudah Diminta Pilah Sampah, Lalu Pemerintah Mau Apa? Penggiat Lingkungan Soroti Sistem Tangsel
GMKI Palangka Raya Kritik Penanganan Karhutla Kalteng: Negara Harus Hadir Sebelum Asap
Karhutla Kalteng Jadi Sorotan GMKI Palangka Raya Bukan Sekadar Api
150 Rumah Ludes Terbakar, Desa Adat Sade Lombok Tengah NTB
72 Tersangka Karhutla Terungkap, Polri Kejar Dalang Pembakaran
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 15:21 WIB

Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun

Minggu, 6 September 2026 - 11:42 WIB

Ratna Jumila A.Md.Keb., Ingatkan Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau bagi Kesehatan

Jumat, 4 September 2026 - 13:50 WIB

Ada Limbah B3 di Sawah Cikande? Hasil Deteksi Brimob Terungkap

Selasa, 1 September 2026 - 22:20 WIB

Masyarakat Sudah Diminta Pilah Sampah, Lalu Pemerintah Mau Apa? Penggiat Lingkungan Soroti Sistem Tangsel

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:09 WIB

GMKI Palangka Raya Kritik Penanganan Karhutla Kalteng: Negara Harus Hadir Sebelum Asap

Berita Terbaru

Mahfuz Sidik, Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, memaparkan analisis mengenai skenario persaingan geopolitik Amerika Serikat dan Tiongkok.

Internasional

Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:21 WIB