Metrosiar – Harga emas global saat ini tetap berada pada level yang relatif tinggi meskipun sempat terpengaruh oleh ketegangan ekonomi, terutama setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan rencana kenaikan tarif untuk beberapa negara mitra dagangnya.
Pada perdagangan Rabu (3/4/2025), harga emas di pasar spot turun 0,66% menjadi 3.112,83 dola AS per troy ons.
Penurunan ini terjadi setelah harga emas sempat mencapai rekor tertinggi di 3.167,57 dolar AS per troy ons, dan sempat jatuh ke level terendah 3.053,87 dolar AS, mencatatkan penurunan lebih dari 2%.
Namun, meskipun mengalami fluktuasi, harga emas masih tercatat mengalami kenaikan signifikan sepanjang tahun 2025, dengan kenaikan lebih dari 18%.

Salah satu faktor yang turut mendukung kenaikan harga emas adalah aksi beli dari beberapa bank sentral.
Pada bulan Februari 2025, bank sentral global tercatat membeli total 24 ton emas, dengan sembilan bank sentral melakukan pembelian bersih dan dua bank sentral lainnya justru melakukan penjualan.
Bank Nasional Polandia menjadi yang terdepan, menambah 29 ton emas, menjadikannya bulan ke-11 berturut-turut pembelian bersih.
Selain Polandia, beberapa bank sentral lainnya juga tercatat melakukan pembelian bersih emas, seperti Bank Rakyat China, Bank Sentral Republik Turki, Bank Sentral Yordania, Bank Nasional Ceko, dan Bank Sentral Qatar.
Kenaikan cadangan emas global pada Februari 2025 tercatat mencapai 24 ton, dengan negara-negara berkembang seperti Polandia, China, Turki, dan Ceko mendominasi permintaan emas dari bank sentral.
Bank Nasional Polandia (NBP) memimpin dengan pembelian bersih terbesar, menambah 29 ton emas pada Februari, dan total kepemilikan emasnya kini mencapai 480 ton, atau sekitar 20% dari cadangannya.
Sementara itu, Bank Rakyat Tiongkok (PBoC) menambah 5 ton emas, dan Bank Sentral Republik Turki menambah 3 ton.
Begitu juga dengan Bank Sentral Yordania, Bank Sentral Qatar, dan Bank Nasional Ceko, yang masing-masing melaporkan penambahan cadangan emas.
Namun, terdapat juga bank sentral yang melaporkan penurunan cadangan emas, seperti Bank Nasional Kazakhstan dan Bank Sentral Uzbekistan yang melakukan penjualan bersih masing-masing sebanyak 8 ton dan 12 ton pada bulan Februari.
Menurut laporan World Gold Council untuk April 2025, Amerika Se

rikat masih memimpin negara dengan cadangan emas terbanyak, yaitu 8.133,5 ton, diikuti oleh China dengan 2.289,5 ton, dan India dengan 879 ton.
Indonesia sendiri berada di peringkat ke-45 dengan cadangan emas sebanyak 78,6 ton.
Berikut 20 Negara cadangan emas tertinggi:
1. Amerika Serikat
2. Jerman
3. Italia
4. Prancis
5. Rusia
6. Tiongkok
7. Swiss
8. India
9. Jepang
10. Turki
11. Belanda
12. Polandia
13. Taiwan
14. Portugal
15. Uzbekistan
16. Arab Saudi
17. Kazakhstan
18. Lebanon
19. Spanyol
20. Inggris Raya.(*)
Editor : Ndaya Coya
Sumber Berita: CNBCIndonesia









