Bambu Ngada Siap Tembus Pasar Nasional! ITB Latih Pengrajin Produksi Papan Laminasi Bernilai Tinggi

Avatar photo

Selasa, 12 Mei 2026 - 12:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Bambu Ngada Siap Tembus Pasar Nasional!” ITB dan Pemkab Ngada Latih Pengrajin Produksi Papan Laminasi Bernilai Tinggi. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

“Bambu Ngada Siap Tembus Pasar Nasional!” ITB dan Pemkab Ngada Latih Pengrajin Produksi Papan Laminasi Bernilai Tinggi. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

Bajawa, Metrosiar – Bambu di Kabupaten Ngada kini tak lagi dipandang sekadar bahan baku kerajinan tradisional.

Melalui kolaborasi serius antara Institut Teknologi Bandung dan Pemerintah Kabupaten Ngada, para pengrajin lokal mulai “naik kelas” dengan menguasai teknologi produksi papan bambu laminasi yang berpotensi menembus pasar nasional hingga ekspor.

Langkah besar itu diwujudkan lewat pelatihan pengolahan bambu yang digelar pada 6–8 Mei 2026 di UPTD Pusat Kegiatan Pengolahan Bambu.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Program Penelitian Berdampak Tahun 2025 yang diarahkan untuk memastikan hasil riset kampus tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.

Pelatihan dibuka resmi oleh Bupati Ngada yang diwakili Asisten III Kabupaten Ngada, Drh. A.M. Felisitas Kila. Hadir pula Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ngada, Johanes Rodja, SE, bersama para pengrajin dan pelaku usaha bambu dari berbagai wilayah di Ngada.

Sementara dari pihak Institut Teknologi Bandung, hadir tim peneliti yang terdiri dari Ihak Sumardi, Yoyo Suhaya, dan Susana Paulina Dewi yang langsung membimbing peserta selama pelatihan berlangsung.

Baca juga:  Kapolresta Tangerang Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional, Tekankan Disiplin dan Penguatan Kamtibmas di Bulan Ramadan

Bukan sekadar teori, para peserta diajak masuk ke dunia industri bambu modern.

Mereka belajar mulai dari pemilihan bahan baku berkualitas, pembuatan strip bambu, teknik pengeleman, pengepresan, hingga proses finishing papan laminasi yang memiliki nilai jual jauh lebih tinggi dibanding produk bambu konvensional.

Atmosfer pelatihan berlangsung hidup. Para pengrajin tampak antusias karena teknologi ini dinilai mampu menjadi jalan keluar atas sulitnya produk bambu tradisional bersaing di pasar yang lebih luas.

“Selama ini bambu hanya dipandang sebagai kerajinan tradisional. Setelah ikut pelatihan ini, kami mulai melihat bahwa bambu bisa menjadi produk industri dengan nilai jual lebih tinggi,” ungkap salah satu peserta.

Teknologi papan laminasi membuka peluang baru bagi pengrajin Ngada untuk memproduksi furniture modern, dekorasi interior, hingga berbagai produk kreatif dengan sistem pengemasan lebih praktis dan siap dipasarkan melalui marketplace maupun jaringan distribusi nasional.

Pemerintah Kabupaten Ngada pun menyambut positif kolaborasi tersebut. Potensi bambu di daerah ini dinilai sangat besar, namun selama bertahun-tahun belum dikelola secara maksimal menjadi produk industri bernilai tinggi.

Baca juga:  Hari Kedua Operasi Keselamatan Maung 2026, Polisi Lebak Turun ke Jalan Bagikan Pamflet dan Stiker Imbauan

Dalam sambutannya, Asisten III Kabupaten Ngada menegaskan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah harus terus diperkuat agar inovasi teknologi benar-benar bisa menjawab kebutuhan masyarakat di daerah.

Ketua Tim ITB, Ihak Sumardi, menyebut keberhasilan para peserta mempraktikkan teknologi pengolahan bambu menjadi indikator penting bahwa inovasi tersebut sangat mungkin diterapkan langsung oleh masyarakat lokal.

Menariknya, geliat pasar ternyata langsung mulai terlihat bahkan saat pelatihan masih berlangsung. Salah satu staf Dinas Perindustrian mencoba membagikan dokumentasi dan contoh produk hasil pelatihan melalui Facebook.

Respons publik ternyata di luar dugaan. Banyak warganet mulai menanyakan harga hingga tertarik melakukan pemesanan.

Fenomena itu menjadi sinyal kuat bahwa produk bambu laminasi memiliki peluang pasar yang nyata. Kini tantangan berikutnya adalah menjaga kualitas produksi, memperkuat desain produk, dan memastikan usaha pengolahan bambu dapat berjalan berkelanjutan.

Jika dikelola serius, bambu yang selama ini tumbuh melimpah di Ngada bukan tidak mungkin berubah menjadi “emas hijau” baru yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus mengangkat nama daerah ke pasar yang lebih luas.*

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPC Squad Nusantara Kabupaten Tangerang Resmi Bubar, Ada Apa?
BNPB Turun ke Jantung Bencana Ngada, Isroil Samihardjo Bawa Bantuan dan Kobarkan Semangat Warga
Mendikdasmen Abdul Mu’ti Turun ke Pelosok Ngada, Sekolah Terdampak Gempa Dipastikan Direvitalisasi
STKIP Citra Bakti Bergerak untuk Korban Gempa Nagekeo, Bantuan Disalurkan ke 13 Desa dan Kelurahan
Pemkab Ngada dan BNI Teken PKS, Tata Kelola Dana Penanganan Gempa Flores Diperkuat
BNPB Siapkan Huntara dan Huntap, Data Valid Jadi Kunci Pemulihan Gempa Ngada
Gubernur Melki Turun ke Riung, Tegaskan Korban Gempa Flores Tak Boleh Kekurangan Makan hingga Tempat Aman
Pastikan Korban Gempa Tak Kelaparan, Wabup Ngada Tinjau Dapur Tanggap Bencana
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:09 WIB

DPC Squad Nusantara Kabupaten Tangerang Resmi Bubar, Ada Apa?

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:53 WIB

BNPB Turun ke Jantung Bencana Ngada, Isroil Samihardjo Bawa Bantuan dan Kobarkan Semangat Warga

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Turun ke Pelosok Ngada, Sekolah Terdampak Gempa Dipastikan Direvitalisasi

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:13 WIB

STKIP Citra Bakti Bergerak untuk Korban Gempa Nagekeo, Bantuan Disalurkan ke 13 Desa dan Kelurahan

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:46 WIB

BNPB Siapkan Huntara dan Huntap, Data Valid Jadi Kunci Pemulihan Gempa Ngada

Berita Terbaru

Jajaran pengurus dan anggota DPC Squad Nusantara Kabupaten Tangerang bersama jajaran DPW Squad Nusantara Banten berfoto bersama dalam kegiatan di RM Talang Balaraja, Kabupaten Tangerang, Senin (24/8/2026).

Sosial Kemasyarakatan

DPC Squad Nusantara Kabupaten Tangerang Resmi Bubar, Ada Apa?

Senin, 24 Agu 2026 - 23:09 WIB

Brigjen Pol. Auliansyah Lubis, Karo Binops Stamaops Polri (kiri), Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, Karo Penmas Divhumas Polri (tengah), dan Brigjen Pol. Mohammad Irhamni, Dirtipidter Bareskrim Polri (kanan), saat menyampaikan keterangan dalam konferensi pers terkait penanganan karhutla di Jakarta.

Hukum & Kriminal

72 Tersangka Karhutla Terungkap, Polri Kejar Dalang Pembakaran

Senin, 24 Agu 2026 - 18:12 WIB