ITB Dorong Alih Teknologi Pengembangan Pengolahan Bambu di Kabupaten Ngada

Avatar photo

Kamis, 29 Januari 2026 - 08:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Peneliti dari ITB Bandung ketika mengunjungi UPTD Sentra IKM Bambu didampingi Kadis Perindag, Johanes Rodja. (Foto: Istimewa)

Tim Peneliti dari ITB Bandung ketika mengunjungi UPTD Sentra IKM Bambu didampingi Kadis Perindag, Johanes Rodja. (Foto: Istimewa)

Kabupaten Ngada.Metrosiar- Institut Teknologi Bandung (ITB) dorong pengalihan teknologi pengembangan pengolahan bambu di UPTD Sentra IKM Bambu.

Melalui tim peneliti yang mewakili pihak ITB Bandung, memastikan bahwa pengolahan di UPTD Sentra IKM Bambu bisa dialihkan untuk dikembangkan menjadi Bambu Laminasi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Riset Equity DRI 2025 Berdampak yang bertujuan meningkatkan nilai tambah bambu sebagai salah satu potensi unggulan daerah.

Tim penelitian yang dipimpin Ihak Sumardi, PhD, didampingi Poetro, PhD, dan Dr. Yoyo Suhaya ini diawali dengan survei lapangan untuk memetakan potensi bambu, kesiapan teknologi pengolahan, serta peluang diversifikasi produk bambu yang dapat dikembangkan di Kabupaten Ngada.

Dalam arahannya selaku ketua tim, Ihak Sumardi, mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Baca juga:  INFORMASI LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH (ILPPD) KABUPATEN NGADA 2024

“Penelitian ini diharapkan tidak hanya menghasilkan kajian ilmiah, tetapi juga menjadi sarana alih teknologi bagi para pengrajin bambu di Kabupaten Ngada, sehingga kualitas dan daya saing produk dapat meningkat,” ujarnya, Rabu (26/1/26).

Kegiatan penelitian ini mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kabupaten Ngada.

Bupati Ngada, Raymundus Bena yang menerima langsung Tim dari ITB ini, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan penelitian tersebut.

“Kami menyambut baik kegiatan penelitian ini karena sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Ngada dalam meningkatkan potensi unggulan daerah, khususnya bambu. Ini menjadi momentum kebangkitan pengolahan bambu dari pola tradisional menuju pemanfaatan teknologi yang lebih maju,” ungkap Raymundus Bena.

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ngada, Johanes Rodja.

Baca juga:  Bupati Ngada Hadiri Konser Justy Aldrin, Ajak Generasi Muda Terus Berkarya

Pria yang akrab Joni Rodja ini menyatakan pihaknya siap mendukung dan bersinergi dengan Tim ITB dalam pengembangan pengolahan bambu ke depan.

Dia bilang, selama kunjungan, tim peneliti dan pemerintah daerah melakukan berbagai diskusi terkait kemungkinan penerapan teknologi pengolahan bambu di masa mendatang, termasuk pengembangan produk bambu yang lebih beragam dan berorientasi pasar.

Kegiatan ini tukas Joni Rodja, merupakan kerja sama antara Tim ITB dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) serta Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ngada dalam pengembangan pengolahan bambu tahun 2025.

Penelitian ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan industri bambu di Kabupaten Ngada secara berkelanjutan serta berdampak langsung bagi kesejahteraan pengrajin, tutup dia.*

Editor : Frans Dhena

Sumber Berita: Metrosiar

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Riung Disiapkan Jadi Ikon Pariwisata Berkelanjutan Flores, BDN: Masyarakat Harus Jadi Pelaku Utama
Terungkap! Ratusan Vape Narkoba Beredar di Batam, Tiga Orang Diciduk BNN
Tengah Malam Disisir Polisi, Ini Hasil Patroli Serentak di Serang
Momen Haru Jelang Hari Bhayangkara, Kapolda Banten Sambangi Mantan Kapolda
Anis Matta: “Partai Politik Kalau Hanya Ikut Arus, Kita Bukan Pemimpin!”
Pesan Menyentuh Kapolres Cilegon di Hari Donor Darah Sedunia, Ajak Warga Selamatkan Nyawa
Rapimnas LMP 2026 Bongkar Arah Baru Organisasi
Anis Matta Yakin Gelora Tembus Senayan 2029, Ini Strateginya
Berita ini 36 kali dibaca
Melalui tim peneliti yang mewakili pihak ITB Bandung, memastikan bahwa pengolahan di UPTD Sentra IKM Bambu bisa dialihkan untuk dikembangkan menjadi Bambu Laminasi. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Riset Equity DRI 2025 Berdampak yang bertujuan meningkatkan nilai tambah bambu sebagai salah satu potensi unggulan daerah.

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:43 WIB

Riung Disiapkan Jadi Ikon Pariwisata Berkelanjutan Flores, BDN: Masyarakat Harus Jadi Pelaku Utama

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:25 WIB

Terungkap! Ratusan Vape Narkoba Beredar di Batam, Tiga Orang Diciduk BNN

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:21 WIB

Tengah Malam Disisir Polisi, Ini Hasil Patroli Serentak di Serang

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:12 WIB

Momen Haru Jelang Hari Bhayangkara, Kapolda Banten Sambangi Mantan Kapolda

Senin, 15 Juni 2026 - 11:21 WIB

Pesan Menyentuh Kapolres Cilegon di Hari Donor Darah Sedunia, Ajak Warga Selamatkan Nyawa

Berita Terbaru

Emas mulai naik di awal pekan, Investor mulai semangat lagi mengamankan emas sebagai Safe Haven sebelum harga emas semakin naik tinggi.

Bisnis & Investasi

Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven

Senin, 15 Jun 2026 - 12:37 WIB