Kabupaten Ngada.Metrosiar- Institut Teknologi Bandung (ITB) dorong pengalihan teknologi pengembangan pengolahan bambu di UPTD Sentra IKM Bambu.
Melalui tim peneliti yang mewakili pihak ITB Bandung, memastikan bahwa pengolahan di UPTD Sentra IKM Bambu bisa dialihkan untuk dikembangkan menjadi Bambu Laminasi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Riset Equity DRI 2025 Berdampak yang bertujuan meningkatkan nilai tambah bambu sebagai salah satu potensi unggulan daerah.
Tim penelitian yang dipimpin Ihak Sumardi, PhD, didampingi Poetro, PhD, dan Dr. Yoyo Suhaya ini diawali dengan survei lapangan untuk memetakan potensi bambu, kesiapan teknologi pengolahan, serta peluang diversifikasi produk bambu yang dapat dikembangkan di Kabupaten Ngada.
Dalam arahannya selaku ketua tim, Ihak Sumardi, mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Penelitian ini diharapkan tidak hanya menghasilkan kajian ilmiah, tetapi juga menjadi sarana alih teknologi bagi para pengrajin bambu di Kabupaten Ngada, sehingga kualitas dan daya saing produk dapat meningkat,” ujarnya, Rabu (26/1/26).
Kegiatan penelitian ini mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kabupaten Ngada.

Bupati Ngada, Raymundus Bena yang menerima langsung Tim dari ITB ini, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan penelitian tersebut.
“Kami menyambut baik kegiatan penelitian ini karena sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Ngada dalam meningkatkan potensi unggulan daerah, khususnya bambu. Ini menjadi momentum kebangkitan pengolahan bambu dari pola tradisional menuju pemanfaatan teknologi yang lebih maju,” ungkap Raymundus Bena.
Dukungan penuh juga disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ngada, Johanes Rodja.
Pria yang akrab Joni Rodja ini menyatakan pihaknya siap mendukung dan bersinergi dengan Tim ITB dalam pengembangan pengolahan bambu ke depan.
Dia bilang, selama kunjungan, tim peneliti dan pemerintah daerah melakukan berbagai diskusi terkait kemungkinan penerapan teknologi pengolahan bambu di masa mendatang, termasuk pengembangan produk bambu yang lebih beragam dan berorientasi pasar.
Kegiatan ini tukas Joni Rodja, merupakan kerja sama antara Tim ITB dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) serta Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ngada dalam pengembangan pengolahan bambu tahun 2025.
Penelitian ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan industri bambu di Kabupaten Ngada secara berkelanjutan serta berdampak langsung bagi kesejahteraan pengrajin, tutup dia.*
Editor : Frans Dhena
Sumber Berita: Metrosiar









