Jakarta, Metrosiar – Pergantian kepemimpinan terjadi di tubuh Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI). Norman Ginting resmi ditetapkan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum METI, menggantikan Zulfan Zahar.
Informasi ini diumumkan melalui unggahan Instagram resmi METI pada Senin, 4 Mei 2026. Dalam pernyataannya, organisasi tersebut menegaskan bahwa Norman kini memimpin METI, yang selama ini dikenal aktif mendorong pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia.
Pergantian Kepemimpinan METI
Penunjukan Norman Ginting menjadi Plt Ketua Umum METI menandai babak baru dalam perjalanan organisasi. Sebelumnya, pada Musyawarah Nasional (Munas) IX METI yang digelar di Auditorium PLN Pusat, Jakarta, Sabtu (16 Agustus 2025), Zulfan Zahar terpilih sebagai Ketua Umum melalui mekanisme pemungutan suara demokratis.
Dalam pemilihan tersebut, Zulfan Zahar meraih dukungan mayoritas sebesar 84,9 persen suara, sementara Norman Ginting memperoleh 15,1 persen. Kini, Norman dipercaya melanjutkan kepemimpinan organisasi di tengah tantangan transisi energi yang semakin kompleks.
Profil Norman Ginting
Norman Ginting bukan nama baru di sektor energi. Ia saat ini menjabat sebagai Direktur Proyek & Operasi di PT Pertamina New & Renewable Energy, salah satu entitas strategis dalam pengembangan energi bersih di Indonesia.
Selain aktif di METI, Norman juga terlibat dalam berbagai organisasi energi, termasuk Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI). Pengalaman lintas sektor ini memperkuat kapasitasnya dalam memimpin organisasi energi berskala nasional.
Perjalanan Karier di Sektor Energi
Lulusan Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Februari 2000 ini memulai kariernya di industri metanol dan migas. Ia mengawali perjalanan profesional sebagai Process Engineer di Pabrik Metanol Medco, Bunyu, Kalimantan Timur, pada periode 2000–2002.
Kariernya terus berkembang ketika ia dipercaya sebagai Project & Business Development Engineer hingga tahun 2005. Tidak berhenti di situ, Norman juga memperluas pengalamannya ke berbagai sektor, mulai dari LNG, petrokimia, hingga pembangkit listrik.
Pada 2008, Norman mendapatkan peran strategis sebagai Development Engineer di Joint Operation/KSO Pertamina–PO&G Perlak, Aceh, dengan fokus pada program continuous improvement. Setahun kemudian, ia kembali dipercaya memimpin tim Supply Chain/Procurement untuk PO&G (Perlak) Ltd.
Tantangan dan Harapan di Era Transisi Energi
Pengalaman panjang di berbagai lini industri energi menjadi modal penting bagi Norman Ginting dalam memimpin METI. Terlebih, Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan besar dalam mempercepat transisi menuju energi bersih.
Sebagai organisasi strategis, METI memiliki peran penting dalam mendorong pengembangan energi terbarukan, mulai dari tenaga surya, panas bumi, biomassa, hingga hidrogen hijau.
Kehadiran Norman di kursi pimpinan diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan komunitas energi. Sinergi ini dinilai krusial untuk mencapai target bauran energi nasional yang lebih bersih dan berkelanjutan.









