Jakarta, Metrosiar– MataElang24.com, Ketua Umum Barisan Ksatria Nusantara (BKN), Cak OFi, menyampaikan apresiasi atas sikap Kepala Badan Intelijen Strategis (KABAIS) yang memilih mengundurkan diri terkait kasus penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus.
Menurut Cak OFi, keputusan mundur tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral seorang pimpinan atas tindakan yang dilakukan oleh anak buahnya, sekaligus mencerminkan integritas dan keberanian dalam memegang amanah jabatan.
“Ketika seorang pemimpin berani mundur dan mengambil tanggung jawab atas kesalahan bawahannya, apalagi dalam kasus kejahatan luar biasa seperti penyiraman air keras, maka itu adalah sikap yang sangat istimewa dan patut dihormati,” ujar Cak OFi.
Selain itu, Cak OFi juga mengapresiasi langkah cepat dan respons tegas Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menangani kasus tersebut. Ia menilai, tindakan tersebut menunjukkan komitmen institusi dalam menjaga disiplin serta menegakkan hukum tanpa pandang bulu.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sikap mundur yang ditunjukkan KABAIS harus menjadi contoh bagi pejabat publik lainnya. Menurutnya, jabatan bukan sekadar simbol kekuasaan, melainkan amanah yang mengandung tanggung jawab besar, baik secara hukum maupun moral.
Cak OFi juga menekankan bahwa pertanggungjawaban tidak boleh berhenti pada pelaku langsung, tetapi harus menyentuh level pimpinan sebagai pihak yang memiliki fungsi pengawasan dan kendali.
Di sisi lain, ia mendorong agar proses hukum terhadap para pelaku dilakukan secara transparan, objektif, dan bebas dari intervensi, guna menjamin rasa keadilan bagi korban serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
“Penegakan hukum yang adil dan terbuka adalah kunci untuk mengembalikan kepercayaan publik. Kita semua berharap korban mendapatkan keadilan yang seutuhnya,” tambahnya.
Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus sendiri menjadi perhatian luas publik karena dinilai sebagai tindakan kejahatan yang kejam dan tidak berperikemanusiaan. Peristiwa ini sekaligus menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan internal di berbagai lembaga.
Di akhir pernyataannya, Cak OFi mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan peristiwa ini sebagai refleksi bersama dalam memperkuat nilai integritas, tanggung jawab, serta keberanian dalam menegakkan keadilan.









