Ketum BKN: Mundurnya KABAIS Bukti Tanggung Jawab Moral atas Kasus Andrie Yunus

Avatar photo

Jumat, 27 Maret 2026 - 09:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Metrosiar– MataElang24.com, Ketua Umum Barisan Ksatria Nusantara (BKN), Cak OFi, menyampaikan apresiasi atas sikap Kepala Badan Intelijen Strategis (KABAIS) yang memilih mengundurkan diri terkait kasus penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus.

 

Menurut Cak OFi, keputusan mundur tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral seorang pimpinan atas tindakan yang dilakukan oleh anak buahnya, sekaligus mencerminkan integritas dan keberanian dalam memegang amanah jabatan.

 

“Ketika seorang pemimpin berani mundur dan mengambil tanggung jawab atas kesalahan bawahannya, apalagi dalam kasus kejahatan luar biasa seperti penyiraman air keras, maka itu adalah sikap yang sangat istimewa dan patut dihormati,” ujar Cak OFi.

 

 

 

Selain itu, Cak OFi juga mengapresiasi langkah cepat dan respons tegas Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menangani kasus tersebut. Ia menilai, tindakan tersebut menunjukkan komitmen institusi dalam menjaga disiplin serta menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

Baca juga:  Kordinator LBH Swastika Advokasi Nusantara Klarifikasi Pemberitaan Soal Kepala Desa Kemiri, Terkait Apa?

 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sikap mundur yang ditunjukkan KABAIS harus menjadi contoh bagi pejabat publik lainnya. Menurutnya, jabatan bukan sekadar simbol kekuasaan, melainkan amanah yang mengandung tanggung jawab besar, baik secara hukum maupun moral.

 

Cak OFi juga menekankan bahwa pertanggungjawaban tidak boleh berhenti pada pelaku langsung, tetapi harus menyentuh level pimpinan sebagai pihak yang memiliki fungsi pengawasan dan kendali.

 

Di sisi lain, ia mendorong agar proses hukum terhadap para pelaku dilakukan secara transparan, objektif, dan bebas dari intervensi, guna menjamin rasa keadilan bagi korban serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

Baca juga:  Ziarah Kubur Keluarga Besar Daenuri, Lestarikan Tradisi Menjelang Bulan Suci Ramadan

 

“Penegakan hukum yang adil dan terbuka adalah kunci untuk mengembalikan kepercayaan publik. Kita semua berharap korban mendapatkan keadilan yang seutuhnya,” tambahnya.

 

Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus sendiri menjadi perhatian luas publik karena dinilai sebagai tindakan kejahatan yang kejam dan tidak berperikemanusiaan. Peristiwa ini sekaligus menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan internal di berbagai lembaga.

 

Di akhir pernyataannya, Cak OFi mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan peristiwa ini sebagai refleksi bersama dalam memperkuat nilai integritas, tanggung jawab, serta keberanian dalam menegakkan keadilan.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Reshuffle Birokrasi Ngada! Ray Bena Lantik 11 Pejabat Eselon II, Sejumlah Jabatan Strategis Masih Kosong
PG-PAUD STKIP Citra Bakti Gandeng Monash University Australia, Perkuat Riset dan Kolaborasi Internasional
Eka Kurniawan buka suara soal video viral keributan warga terkait limbah Bakso Bintang 2 di Semarang. Ia mengaku terpancing emosi.
Sugiono Geram! Dugaan Penyadapan Presiden Disebut Insubordinasi, Mengarah ke Makar
Yusril Ungkap Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo Mengarah ke Makar, Penyidik Dalami Motifnya
FPK Ngada Angkat Suara! Kecam Ujaran Kebencian di Medsos, Serukan Persatuan dan Kerukunan Antar-Suku
Puluhan Tahun Menanti, Hotmix Teni–Lopijo Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Heawea
HP Dibanting hingga LCD Pecah, Polsek Pasar Kemis Mediasi Dua Pekerja
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 11:51 WIB

PG-PAUD STKIP Citra Bakti Gandeng Monash University Australia, Perkuat Riset dan Kolaborasi Internasional

Kamis, 5 November 2026 - 00:02 WIB

Eka Kurniawan buka suara soal video viral keributan warga terkait limbah Bakso Bintang 2 di Semarang. Ia mengaku terpancing emosi.

Rabu, 4 November 2026 - 23:46 WIB

Sugiono Geram! Dugaan Penyadapan Presiden Disebut Insubordinasi, Mengarah ke Makar

Rabu, 4 November 2026 - 23:30 WIB

Yusril Ungkap Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo Mengarah ke Makar, Penyidik Dalami Motifnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:10 WIB

FPK Ngada Angkat Suara! Kecam Ujaran Kebencian di Medsos, Serukan Persatuan dan Kerukunan Antar-Suku

Berita Terbaru