Kritisi Program Strategis Nasional, Patris Lali Wolo Sentil MBG, KMP dan Sekolah Rakyat: Masyarakat Butuh Pendidikan Gratis

Avatar photo

Selasa, 17 Maret 2026 - 08:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Patrianus Lali Wolo (berdiri) didampingi, Ketua PAC PDIP Kecamatan Bajawa, Raghi Yohanes (kanan) dan Kepala Desa Ubedolumolo Satu, Simon Bheku Bolo (kiri) Foto : Elfrat Frans Dhena.

Patrianus Lali Wolo (berdiri) didampingi, Ketua PAC PDIP Kecamatan Bajawa, Raghi Yohanes (kanan) dan Kepala Desa Ubedolumolo Satu, Simon Bheku Bolo (kiri) Foto : Elfrat Frans Dhena.

Ngada.Metrosiar- Anggota DPRD Provinsi NTT, Patrianus Lali Wolo mengkritisi Program Strategis Nasional mulai dari Makanan Bergizi Gratis, Koperasi Merah Putih hingga Sekolah Rakyat.

Kritikan Politisi PDIP asal Nagekeo ini disampaikan saat Kunjungan Kerja dan Reses di Desa Ubedolumolo Satu, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Sabtu (14/3/26).

Ikut hadir, Jajaran Pengurus DPC, PAC dan Ranting PDI Perjuangan, Kepala Desa, BPD, tokoh masyarakat, serta warga Desa Ubedolumolo Satu.

Patrianus yang saat itu didampingi Istri tercinta, Efrida Anita da Silva, mengatakan, Dana Desa dipotong untuk urusan Koperasi Merah Putih (KMP), sementara di Desa sudah ada BumDes.

“Koperasi Merah Putih pake anggaran yang dipotong dari dana desa. BumDes urus ekonomi desa, Koperasi juga urus ekonomi desa. Uang itu kumpul semua ke pusat lalu kirim kembali ke desa, aneh..!!,” ketus Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi NTT ini.

Baca juga:  Tebus Sembako Cuma Setengah Harga, Warga Pasar Kemis Diserbu Paket Murah Jelang Idul Adha
Patrianus Lali Wolo ketika bersenda gurau dengan warga. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

Lali Wolo bahkan menyentil pembangunan kantor koperasi merah putih yang dikendalikan langsung dari pusat tanpa papan nama hingga tidak memberdayakan jasa tenaga kerja di daerah masing-masing.

Dia kemudian mengisahkan sejumlah fakta yang ditemukan langsung saat menyambangi lokasi pekerjaan pembangunan kantor KMP mulai dari Atambua hingga Kabupaten Kupang.

Jika kondisi ini terus dibiarkan itu artinya potensi pelanggaran hukum dan korupsi ada didepan mata tapi tidak diketahui, duga Lali Wolo.

Lebih lanjut Lali Wolo mengkritisi pembangunan Sekolah Rakyat. Dia bilang, saat ini sudah ada sekolah dimana-mana, lalu untuk apa bangun sekolah rakyat.

Seharusnya, anggaran itu lanjut dia, digunakan untuk memperbaiki sekolah-sekolah yang sudah ada, naikkan kesejahteraan guru, sarana prasarana sekolah ditingkatkan sehingga tepat sasaran, tukasnya.

Baca juga:  Wabup Tangerang Resmikan Infrastruktur di Kutabumi, Ada Momen Tak Terduga!

Pada kesempatan itu, Patrianus Lali Wolo juga mengkritisi program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut dia, yang paling penting saat ini adalah pendidikan gratis. Rakyat butuh pendidikan gratis, pungkasnya.

MBG kata Lali Wolo tidak bisa disebut gratis, karena anggarannya dihasilkan dari pajak yang dibayar masyarakat.

“Bagaimana bisa sebut makanan bergizi gratis, tapi uangnya dari pajak yang bapak ibu bayar. Kalau gratis itu harusnya anggaran dari kantung sendiri,” humor Lali Wolo.

Patrianus menegaskan, jika anggaran dari KMP, MBG dan Sekolah Rakyat ini dikumpulkan maka dia berkeyakinan pendidikan gratis bisa dijalankan di Indonesia.

Untuk itu, PDI Perjuangan lanjut Lali Wolo berkomitmen akan terus menjadi partai penyeimbang dalam mengontrol sekaligus mengawal agar seluruh program tersebut berjalan sesuai aturan dan tepat sasar.*

Editor : Frans Dhena

Sumber Berita: Metrosiar

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sikap Gibran Kemungkinan Disebut Perintah Jokowi Bukan Diatur Prabowo
Mendorong Pilkada Asimetris 2029
PERNYATAAN BERSAMA TIGA PILAR KELURAHAN KUTABUMI
Pelantikan Tim Pembina dan Pendamping Inovasi Remaja Pelopor Anti Narkoba RW 14 Kelurahan Kutabumi.
130.490 Pemilih Dipastikan Valid, KPU Ngada Perkuat Pondasi Demokrasi: Tak Ada Hak Pilih yang Boleh Hilang
Camat Pasar Kemis Jelaskan Soal Anggaran Konsumsi Rapat :” Itu Hitungan Setahun Untuk 4 Kelurahan”
Aklamasi di Musda XI! Andreas Paru Kembali Nahkodai Golkar Ngada, Siap Satukan Kader dan Rebut Kemenangan Politik
Musda XI Golkar Ngada Jadi Momentum Kebangkitan, Kader Rapatkan Barisan Menuju Kemenangan Politik
Berita ini 80 kali dibaca
Kritikan Politisi PDIP asal Nagekeo ini disampaikan saat Kunjungan Kerja dan Reses di Desa Ubedolumolo Satu, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Sabtu (14/3/26). Ikut hadir, Jajaran Pengurus DPC, PAC dan Ranting PDI Perjuangan, Kepala Desa, BPD, tokoh masyarakat, serta warga Desa Ubedolumolo Satu. Patrianus mengatakan, Dana Desa dipotong untuk urusan Koperasi Merah Putih (KMP), sementara di Desa sudah ada BumDes.

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:40 WIB

Sikap Gibran Kemungkinan Disebut Perintah Jokowi Bukan Diatur Prabowo

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:15 WIB

Mendorong Pilkada Asimetris 2029

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:07 WIB

PERNYATAAN BERSAMA TIGA PILAR KELURAHAN KUTABUMI

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:02 WIB

Pelantikan Tim Pembina dan Pendamping Inovasi Remaja Pelopor Anti Narkoba RW 14 Kelurahan Kutabumi.

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:02 WIB

130.490 Pemilih Dipastikan Valid, KPU Ngada Perkuat Pondasi Demokrasi: Tak Ada Hak Pilih yang Boleh Hilang

Berita Terbaru

Penyerahan SK oleh Rudi Ongky G selaku Ketua Markas Daerah Provinsi Banten kepada Panji Kuswanto selaku Ketua Markas Cabang Kabupaten Lebak yang baru

Sosial Kemasyarakatan

LMP Banten Resmi Punya Pangda Baru, Tiga Jabatan Strategis Sekaligus Dilantik

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:47 WIB