Kaleidoskop 2025: Tahun Pergolakan Parlemen dan Gelombang Protes “Reset Indonesia”

Avatar photo

Kamis, 1 Januari 2026 - 21:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret gedung MPR/DPR di Senayan, Jakarta Pusat. (Foto: mpr.go.id)

Potret gedung MPR/DPR di Senayan, Jakarta Pusat. (Foto: mpr.go.id)

Jakarta, Metrosiar – Tahun 2025 menjadi salah satu periode paling krusial bagi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Diwarnai dengan pengesahan berbagai regulasi kontroversial hingga skandal etik anggota dewan, parlemen terus menjadi pusat perhatian publik dan sasaran gelombang unjuk rasa besar-besaran dari berbagai lapisan masyarakat.

Berikut adalah rangkuman peristiwa penting yang mengguncang Senayan sepanjang tahun 2025:

Awal Tahun: Kontroversi UU Minerba dan Isu Dwifungsi TNI

Tahun dibuka dengan ketegangan antara legislatif dan mahasiswa. Pada 18 Februari 2025, DPR resmi mengesahkan revisi UU Minerba.

Meski diklaim untuk kepentingan pendidikan dan pemberdayaan melalui pemberian izin WIUP kepada BUMN hingga ormas keagamaan, kebijakan ini memicu aksi “Indonesia Gelap” pada 20 Februari.

Memasuki bulan Maret, publik kembali dikejutkan dengan pembahasan RUU TNI yang dilakukan secara tertutup di Hotel Fairmont.

Revisi ini memicu kekhawatiran kembalinya dwifungsi TNI karena adanya penambahan jabatan sipil bagi anggota aktif dan perpanjangan masa pensiun.

Tengah Tahun: Krisis Diplomasi dan Isu Gaya Hidup Mewah

Baca juga:  Heboh Pembangunan Koperasi Merah Putih di Buntu Sugi, Harga Jadi Penentu Nasib!
Dinamika sepanjang 2025 menunjukkan semakin kuatnya pengawasan publik terhadap kinerja parlemen, memaksa institusi ini untuk melakukan reformasi internal di tengah kritik tajam mengenai transparansi dan empati sosial.
Demo di depan Gedung DPR Senayan 25 Agustus 2025 (Foto: IG kolakahub)

Di bidang diplomasi, DPR melakukan fit and proper test terhadap 24 calon Duta Besar pada bulan Juli untuk mengisi kekosongan di pos-pos strategis, termasuk Amerika Serikat.

Namun, perhatian publik segera teralih pada bulan Agustus saat isu tunjangan perumahan dan fasilitas mewah anggota Dewan mencuat ke permukaan.

Kekecewaan masyarakat meledak akibat sikap beberapa anggota dewan yang dinilai hedonis dan tidak empati:

  • Nafa Urbach dan Adies Kadir: Disorot karena pamer kemewahan dan pernyataan yang dinilai menyesatkan.
  • Uya Kuya dan Eko Patrio: Menuai kecaman setelah video berjoget pasca-sidang resmi viral.
  • Ahmad Sahroni: Dilaporkan atas penggunaan diksi yang dianggap tidak pantas.

Puncak kemarahan ini melahirkan aksi “Reset Indonesia” dan “17+8”. Situasi sempat mencekam dengan terjadinya penjarahan di rumah beberapa tokoh serta jatuhnya korban jiwa dari pihak pengemudi ojek online akibat kendaraan taktis petugas.

Akhir Tahun: Pemangkasan Tunjangan dan Sanksi Etik

Tajuk Rencana 2025: Mengulas kegagalan empati DPR, polemik UU Minerba dan KUHAP, hingga gelombang protes "Reset Indonesia" yang mengguncang.
Demo di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya Jawa Timur (Foto: Istimewa)

Merespons tekanan massa, pada 5 September 2025, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco mengumumkan langkah efisiensi besar-besaran:

  • Penghentian tunjangan perumahan per 31 Agustus 2025.
  • Moratorium kunjungan luar negeri (kecuali agenda kenegaraan).
  • Pemangkasan biaya operasional (listrik, telepon, dan transportasi).
Baca juga:  Partai Gelora Kota Tangerang Tingkatkan Eksistensi Dengan Program Kerja

Pada November, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) menjatuhkan vonis etik. Ahmad Sahroni dinonaktifkan selama 6 bulan, Eko Patrio 4 bulan, dan Nafa Urbach 3 bulan.

Sementara Uya Kuya dan Adies Kadir dinyatakan tidak bersalah secara etik.

Penutup Tahun: Pengesahan UU KUHAP

Sebagai penutup tahun yang penuh tensi, DPR mengesahkan UU KUHAP pada 18 November 2025.

Meski telah diteken oleh Presiden Prabowo dan akan berlaku 2 Januari 2026, aturan ini masih menyisakan polemik dari Koalisi Masyarakat Sipil yang mengkritik minimnya partisipasi publik dan adanya potensi “pasal karet” dalam penahanan tersangka.

Catatan Redaksi:

Dinamika sepanjang 2025 menunjukkan semakin kuatnya pengawasan publik terhadap kinerja parlemen, memaksa institusi ini untuk melakukan reformasi internal di tengah kritik tajam mengenai transparansi dan empati sosial.*

Editor : Nedu Wodo

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PERNYATAAN BERSAMA TIGA PILAR KELURAHAN KUTABUMI
Pelantikan Tim Pembina dan Pendamping Inovasi Remaja Pelopor Anti Narkoba RW 14 Kelurahan Kutabumi.
130.490 Pemilih Dipastikan Valid, KPU Ngada Perkuat Pondasi Demokrasi: Tak Ada Hak Pilih yang Boleh Hilang
Camat Pasar Kemis Jelaskan Soal Anggaran Konsumsi Rapat :” Itu Hitungan Setahun Untuk 4 Kelurahan”
Aklamasi di Musda XI! Andreas Paru Kembali Nahkodai Golkar Ngada, Siap Satukan Kader dan Rebut Kemenangan Politik
Musda XI Golkar Ngada Jadi Momentum Kebangkitan, Kader Rapatkan Barisan Menuju Kemenangan Politik
Warga Pasar Kemis Serbu Layanan Pemkab Tangerang, Ada Apa di Sindangsari?
Pesan Penting Lurah Kutabumi di Ajang PMR Pasar Kemis, Apa Isinya?
Berita ini 22 kali dibaca
Tahun 2025 menjadi salah satu periode paling krusial bagi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Diwarnai dengan pengesahan berbagai regulasi kontroversial hingga skandal etik anggota dewan, parlemen terus menjadi pusat perhatian publik dan sasaran gelombang unjuk rasa besar-besaran dari berbagai lapisan masyarakat.

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:07 WIB

PERNYATAAN BERSAMA TIGA PILAR KELURAHAN KUTABUMI

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:02 WIB

Pelantikan Tim Pembina dan Pendamping Inovasi Remaja Pelopor Anti Narkoba RW 14 Kelurahan Kutabumi.

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:02 WIB

130.490 Pemilih Dipastikan Valid, KPU Ngada Perkuat Pondasi Demokrasi: Tak Ada Hak Pilih yang Boleh Hilang

Minggu, 28 Juni 2026 - 17:34 WIB

Camat Pasar Kemis Jelaskan Soal Anggaran Konsumsi Rapat :” Itu Hitungan Setahun Untuk 4 Kelurahan”

Sabtu, 27 Juni 2026 - 00:02 WIB

Aklamasi di Musda XI! Andreas Paru Kembali Nahkodai Golkar Ngada, Siap Satukan Kader dan Rebut Kemenangan Politik

Berita Terbaru

Internasional

Hamas Resmi Bubar ! Setelah 19 Tahun Kuasai Gaza

Kamis, 9 Jul 2026 - 11:21 WIB