Tren Energi Terbarukan 2030 dan Modernisasi PLTP Wayang Windu

Avatar photo

Senin, 22 Desember 2025 - 22:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Wayang Windu di Jawa Barat yang kini menggunakan sistem kontrol digital ABB untuk efisiensi energi. (Foto: Dok. SEG)

Potret infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Wayang Windu di Jawa Barat yang kini menggunakan sistem kontrol digital ABB untuk efisiensi energi. (Foto: Dok. SEG)

Jakarta, Metrosiar – Laporan wawasan industri terbaru, Asia Pacific Energy Transition Readiness Index 2025 yang dirilis oleh ABB Energy Industries, memproyeksikan percepatan signifikan dalam adopsi energi hijau.

Penggunaan energi terbarukan diperkirakan akan meningkat lebih dari 20 persen dalam lima tahun ke depan hingga tahun 2030, dengan tenaga surya, air, dan panas bumi sebagai tiga pilar utamanya.

Sejalan dengan proyeksi tersebut, upaya modernisasi infrastruktur energi di Indonesia terus digenjot, salah satunya melalui peningkatan teknologi di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Wayang Windu, Jawa Barat.

Panas Bumi: Tulang Punggung Kemandirian Energi

Anders Maltesen, President Energy Industries Division Asia ABB, menekankan bahwa pengembangan kapasitas panas bumi memiliki dampak strategis ganda.

Tidak hanya memperkuat kemandirian energi nasional, tetapi juga menciptakan sistem kelistrikan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

“Kami percaya bahwa teknologi adalah salah satu pengungkit utama untuk menjadikan energi terbarukan, seperti panas bumi, sebagai sumber listrik yang andal dan dapat terus dikembangkan di Indonesia,” ujar Maltesen, Minggu (21/12/25) dikutip Kumparan.com.

Transformasi Digital di PLTP Wayang Windu

Potret infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Wayang Windu di Jawa Barat yang kini menggunakan sistem kontrol digital ABB untuk efisiensi energi.
Logo ABB (Dok. ABB)

Sebagai implementasi nyata, Star Energy Geothermal (SEG)—anak perusahaan Barito Renewables menggandeng ABB untuk melakukan pembaruan teknologi di PLTP Wayang Windu.

Baca juga:  Prabowo Dorong Revisi Aturan TKDN agar Lebih Adaptif

Pembangkit ini memiliki peran vital sebagai pemasok jaringan listrik Jamali (Jawa, Madura, dan Bali) yang melayani jutaan rumah tangga.

Modernisasi difokuskan pada penerapan sistem kontrol terdistribusi (Distributed Control System/DCS) terbaru pada Unit 1 dan Unit 2.

ABB mengaplikasikan solusi ABB Ability™ Symphony Plus DCS untuk menggantikan sistem lama.

Langkah ini memungkinkan SEG mengelola fluktuasi kebutuhan daya secara lebih efektif sekaligus menjaga kestabilan pasokan.

Peningkatan ini mencakup transisi sistem antarmuka manusia-mesin (Human Machine Interface/HMI) dari platform lawas ke platform Symphony Plus (S+).

Teknologi yang sama juga diterapkan pada Unit 3 yang saat ini sedang dalam tahap pengembangan.

“Modernisasi ini tidak hanya meningkatkan skalabilitas, tetapi juga memungkinkan integrasi tanpa hambatan antara unit eksisting dengan unit baru tanpa perlu perombakan infrastruktur besar-besaran,” jelas Maltesen dikutip Kumparan.com.

Potensi Raksasa yang Belum Tergarap

Langkah modernisasi ini krusial mengingat besarnya potensi panas bumi Indonesia.

Menurut Asosiasi Panas Bumi Indonesia, cadangan panas bumi yang tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi mencakup hampir separuh (49 persen) dari total cadangan dunia.

Baca juga:  XLSmart Resmi Hadir: Kolaborasi XL Axiata dan Smartfren untuk Indonesia yang Lebih Terkoneksi

Namun, dari potensi sekitar 24.000 MW tersebut, tingkat pemanfaatannya baru mencapai sekitar 10 persen.

Saat ini, PLTP Wayang Windu memiliki kapasitas 230,5 MW dan akan bertambah seiring rampungnya Unit 3.

Kontribusi ini melengkapi total kapasitas 910 MW energi panas bumi yang dikelola SEG di wilayah Jawa Barat.

Berdasarkan laporan ABB Index 2025, pasar energi terbarukan diprediksi akan mengalami kenaikan lebih dari 20 persen hingga tahun 2030, dengan fokus utama pada sumber tenaga surya, air, dan panas bumi.

Salah satu proyek kunci dalam transisi ini adalah modernisasi PLTP Wayang Windu yang dikelola oleh Star Energy Geothermal.

Dalam proyek tersebut, teknologi yang diterapkan adalah ABB Ability™ Symphony Plus DCS pada Unit 1, 2, dan 3.

Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas pasokan listrik bagi jaringan Jamali serta menciptakan integrasi yang mulus antar-unit pembangkit.

Pengembangan ini sangat penting mengingat konteks nasional Indonesia yang memiliki 49 persen cadangan panas bumi dunia, namun hingga kini baru sekitar 10 persen yang berhasil dimanfaatkan.*

Editor : Nedu Wodo

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven
Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia
KUR Obor Mas Mengalir Lebih dari Rp1 Miliar di Bajawa! Bupati Ngada Bergabung Jadi Anggota, Sinergi dengan Koperasi Merah Putih Kian Menguat
Obor Mas Jangan Hanya Besar, Tapi Harus Terus Bertumbuh! Bupati Ngada Ajak Anggota Bersatu dan Berani Bermimpi Lebih Tinggi
Danantara Garap Eksportir Tunggal, Fauzan Fadel ingatkan Negara Harus Jadi Mitra Strategis, Bukan Monopoli
Pasar Sentral Sudu: Ikon Masyarakat yang Kini Tampak Kumuh dan Semrawut
Gubernur Andra Soni Dukung DOB Cilangkahan: Siap Mekar, Infrastruktur Dikebut
Uang Rusak Masih Banyak Beredar, Warga Kesulitan Bertransaksi
Berita ini 22 kali dibaca
Laporan ABB Index 2025 memprediksi penggunaan energi terbarukan di Asia Pasifik akan melonjak hingga 20% pada tahun 2030. Indonesia memperkuat posisi ini melalui modernisasi PLTP Wayang Windu oleh Star Energy Geothermal dan teknologi ABB Ability™ Symphony Plus DCS. Langkah ini bertujuan mengoptimalkan potensi panas bumi nasional yang mencapai 49% cadangan dunia demi menjaga stabilitas listrik di jaringan Jamali secara berkelanjutan.

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 12:37 WIB

Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:00 WIB

Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:03 WIB

KUR Obor Mas Mengalir Lebih dari Rp1 Miliar di Bajawa! Bupati Ngada Bergabung Jadi Anggota, Sinergi dengan Koperasi Merah Putih Kian Menguat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:34 WIB

Obor Mas Jangan Hanya Besar, Tapi Harus Terus Bertumbuh! Bupati Ngada Ajak Anggota Bersatu dan Berani Bermimpi Lebih Tinggi

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:54 WIB

Danantara Garap Eksportir Tunggal, Fauzan Fadel ingatkan Negara Harus Jadi Mitra Strategis, Bukan Monopoli

Berita Terbaru

Emas mulai naik di awal pekan, Investor mulai semangat lagi mengamankan emas sebagai Safe Haven sebelum harga emas semakin naik tinggi.

Bisnis & Investasi

Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven

Senin, 15 Jun 2026 - 12:37 WIB

Politik & Pemerintahan

Anis Matta: “Partai Politik Kalau Hanya Ikut Arus, Kita Bukan Pemimpin!”

Senin, 15 Jun 2026 - 11:51 WIB

Jajaran pengurus pusat dan daerah Laskar Merah Putih berfoto bersama usai pelaksanaan Rapimnas 2026 di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Sabtu (13/6/2026).

Nusantara

Rapimnas LMP 2026 Bongkar Arah Baru Organisasi

Senin, 15 Jun 2026 - 10:15 WIB

Suasana penyampaian keterangan kepada awak media usai rapat paripurna DPRD DKI Jakarta terkait pengesahan Peraturan Daerah tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN), di Gedung DPRD DKI Jakarta.

Hukum & Kriminal

137 Wilayah Jakarta Rawan Narkoba, DPRD Sahkan Perda Baru!

Senin, 15 Jun 2026 - 07:14 WIB