Alasan di Balik Langkah Cepat Menkeu Purbaya Gelontorkan Rp200 T ke Bank Himbara, Pengamat Bandingkan dengan Sri Mulyani

Avatar photo

Sabtu, 20 September 2025 - 11:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menyoroti perbedaan gaya pengelolaan keuangan Menkeu RI Purbaya Yudhi Sadewa dengan pendahulunya, Sri Mulyani. (Kolase Dok. Kemenkeu)

Menyoroti perbedaan gaya pengelolaan keuangan Menkeu RI Purbaya Yudhi Sadewa dengan pendahulunya, Sri Mulyani. (Kolase Dok. Kemenkeu)

Metrosiar – Belum ada satu bulan menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa sudah melakukan gebrakan dalam mengelola keuangan atau dana pemerintah RI.

Terkini salah satu langkah Yudhi, yaitu menggelontorkan dana pemerintah sebanyak Rp200 triliun dari Bank Indonesia (BI).

Bukan tanpa sebab, dana besar itu selanjutnya disalurkan ke Bank Himpunan Milik Negara (Himbara) untuk mendorong perekonomian RI.

“Ini kita kirim ke lima bank, Mandiri, BRI, BTN, BNI, BSI. Jadi dananya akan kita kirim. sudah saya setuju tadi pagi. Jadi saya pastikan dana tersebut akan masuk ke sistem perbankan hari ini,” tegas Purbaya kepada awak media di Jakarta, pada Sabtu (13/9/25).

Berkaca dari hal itu, publik kini menyoroti langkah kebijakan cepat yang dilakukan Menkeu Purbaya usai dirinya menggantikan Sri Mulyani di Kabinet Merah Putih.

1. Rezim Ibu vs Bapak

Dalam kesempatan berbeda, langkah Purbaya dalam menggelontorkan dana Rp200 triliun ke Bank Himbara disoroti mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad dalam siniar podcast YouTube pribadinya ‘SPEAK UP’ yang ditayangkan pada Kamis (18/9/25).

“Sekarang ada kebijakan, orang terkaget-kaget mungkin, katanya (Purbaya) untuk mengatasi krisis ekonomi ini, mungkin kita perlu menarik duit Rp200 triliun dari Bank Indonesia yang selama ini diparkir (mengendap),” ujar Abraham.

Baca juga:  Karawang Tenggelam: Viral Penampakan Rumah Panggung KDM yang Tak Berdaya Dikepung Banjir 3 Meter

“Dana Rp200 triliun ini juga katanya bisa dijadikan kredit untuk mendanai UMKM dan sebagainya,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama Abraham lalu menanyakan langkah Menkeu Purbaya itu kepada Ekonom Senior, Yanwar Rizky.

“Ada hal yang cukup menarik dalam pembahasan publik, yakni rezim ibu-ibu dan rezim bapak-bapak,” ungkap Yanwar.

2. Ibu Hati-hati, Bapak Ancam di Belakang

Dalam pernyataannya, Yanwar lalu membeberkan pandangannya terkait fenomena sebagian publik dalam membandingkan gaya Menkeu Purbaya dengan Menkeu Sri Mulyani.

Pertama, Yanwar menyebut rezim ibu-ibu mencuatkan kemungkinan adanya prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan ekonomi.

“Jadi, kalau ibu-ibu jadi menteri keuangan, itu cenderung pelit. Cenderung misalnya, ‘Bu, saya mau beli yang ibu janjikan’, tapi si ibu ini melihat, ‘yang kemarin saja masih ngaco’, jadi ditahan dulu (uangnya),” tutur Yanwar.

“Ini juga yang menjadi penyebab uang ditahan oleh kebijakan bendahara negara, karena bendahara negara punya penilaian bahwa yang mau merealisasikan belanja itu tidak cukup memenuhi aspek tata kelola, yang menjadi ukurannya.” imbuhnya.

Pengamat ekonomi itu lantas menilai, perbedaan besar terlihat dalam gaya pengelolaan uang dari rezim bapak-bapak.

“Nah, kalau bapak-bapak tidak kan. ‘Kau mau minta berapa?’ lalu dikasih. ‘Tapi kalau misalnya besok ada apa-apa, saya gantung (hukum)’ begitu,” terang Yanwar.

Baca juga:  FORJUMIS Bangkit! Kopdar Perdana Usai Lebaran Ini Jadi Titik Balik

“Jadi artinya, kalau ibu-ibu hati-hati di depan, kalau bapak-bapak cenderung kasih dulu, tapi kalau macam-macam di belakang, siap diganyang,” tambahnya.

3. Alasan di Balik Langkah Cepat Purbaya

Menurut pengamatan ekonom senior, Yanwar Rizky, perbedaan antara rezim ibu vs bapak dinilainya sebagai gambaran sederhana tentang gaya pengelolaan ekonomi Purbaya dengan Sri Mulyani.

“Nah, dua perbedaan ini menggambarkan satu penyederhanaan yang menurut saya bisa saja terjadi, bahwa Purbaya berbeda dengan gaya Sri Mulyani yang penuh dengan kehati-hatian,” tegasnya.

Di sisi lain, Yanwar menjelaskan hal tersebut sebagai perbedaan karakter sang Menkeu baru dengan pendahulunya, Sri Mulyani.

“Ini yang menurut saya membedakan dahulu tentang perbedaan karakter (Purbaya),” jelasnya.

Terkait langkah cepat Purbaya dalam menggelontorkan dana Rp200 triliun ke Bank Himbara, Yanwar menilai salah satu faktornya karena sang Menkeu baru itu menganut mazhab teori likuiditas Milton Friedman.

“Perbedaan karakter ini bisa kita lihat tentang ucapan Purbaya tentang mazhabnya,” ungkap Yanwar.

“Dia sendiri yang bilang, dirinya menganut teori likuiditas Milton Friedman. Jadi teori likuditas ini memang artinya tidak boleh ada dana mengendap. Uang itu harus ke luar, harus jalan,” tukasnya.*

Editor : Wodo Ndaya Coya

Sumber Berita: YouTube Abraham Samad SPEAK UP

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Partai Gelora Kota Tangerang Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Program Makan Gratis untuk Warga
Pengemudi Ojek Online dan Warga Sambut Antusias Program Makan Gratis dari Partai Gelora Kota Tangerang.
Pahlawan Nasional dari Papua yang Mengukuhkan Semangat Persatuan Indonesia
Indo Beauty Expo 2026 Jadi Langkah Strategis PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Perluas Kemitraan Bisnis
Kapolres Baru Langsung Diuji! GMNI Ngada Tantang Berantas Dugaan Rokok Ilegal: “Jangan Sampai Hukum Tumpul ke Pelanggar”
Efisiensi Anggaran Tak Halangi Mimpi Anak Ngada! Strategi RB-BDN Gaet 15 Kampus, 464 Calon Mahasiswa Siap Kuliah dengan Beasiswa Miliaran Rupiah
Omoda & Jaecoo Optimis raih target 4000 SPK di GIIAS 2026, antusiasme konsumen terus meningkat
BAZNAS Kabupaten Tangerang Dukung Khitanan Massal dan Gebyar Bakti Sosial RW 05 Kutabaru
Berita ini 38 kali dibaca
Belum ada satu bulan menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa sudah melakukan gebrakan dalam mengelola keuangan atau dana pemerintah RI. Terkini salah satu langkah Yudhi, yaitu menggelontorkan dana pemerintah sebanyak Rp200 triliun dari Bank Indonesia (BI). Bukan tanpa sebab, dana besar itu selanjutnya disalurkan ke Bank Himpunan Milik Negara (Himbara) untuk mendorong perekonomian RI. "Ini kita kirim ke lima bank, Mandiri, BRI, BTN, BNI, BSI. Jadi dananya akan kita kirim. sudah saya setuju tadi pagi. Jadi saya pastikan dana tersebut akan masuk ke sistem perbankan hari ini," tegas Purbaya kepada awak media di Jakarta, pada Sabtu (13/9/25). Berkaca dari hal itu, publik kini menyoroti langkah kebijakan cepat yang dilakukan Menkeu Purbaya usai dirinya menggantikan Sri Mulyani di Kabinet Merah Putih.

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Partai Gelora Kota Tangerang Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Program Makan Gratis untuk Warga

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:50 WIB

Pengemudi Ojek Online dan Warga Sambut Antusias Program Makan Gratis dari Partai Gelora Kota Tangerang.

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:57 WIB

Pahlawan Nasional dari Papua yang Mengukuhkan Semangat Persatuan Indonesia

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:08 WIB

Kapolres Baru Langsung Diuji! GMNI Ngada Tantang Berantas Dugaan Rokok Ilegal: “Jangan Sampai Hukum Tumpul ke Pelanggar”

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Efisiensi Anggaran Tak Halangi Mimpi Anak Ngada! Strategi RB-BDN Gaet 15 Kampus, 464 Calon Mahasiswa Siap Kuliah dengan Beasiswa Miliaran Rupiah

Berita Terbaru