Harga Beras Masih Tinggi, Perpadi Ungkap Penyebab Utama

Avatar photo

Kamis, 28 Agustus 2025 - 16:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi - Harga beras belum turun, Perpadi ungkap penyebab mulai dari mahalnya gabah, HET tak sesuai, hingga intervensi pasar yang lambat. (Freepik)

Foto Ilustrasi - Harga beras belum turun, Perpadi ungkap penyebab mulai dari mahalnya gabah, HET tak sesuai, hingga intervensi pasar yang lambat. (Freepik)

Metrosiar – Harga beras di sejumlah wilayah Indonesia hingga kini belum juga turun, meski pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pengendalian.

Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) mengungkap beberapa faktor yang menjadi akar masalahnya.

Ketua Umum Perpadi, Sutarto Alimoeso, menjelaskan penyebab utama tingginya harga beras adalah kenaikan harga gabah yang tidak seimbang dengan harga eceran tertinggi (HET) beras.

Ia menuturkan, harga gabah di tingkat petani saat ini mencapai sekitar Rp8.000 per kilogram, sedangkan HET beras medium masih ditetapkan Rp12.500 per kilogram.

“Dengan rendemen penggilingan yang rata-rata 50 persen, biaya produksi beras bisa tembus Rp16.000 per kilogram. Jelas ini membuat harga di pasar sulit mengikuti HET,” kata Sutarto, Kamis (28/8/25), dikutip dari Kompas.com.

Selain itu, kata Sutarto, intervensi pasar dari pemerintah juga belum optimal.

Baca juga:  Jelang Tahun Baru, Wakapolda Banten Turun Langsung Cek Pospam Merak, Ada Apa?

Gerakan Pasar Murah (GPM) yang dilakukan Bulog dinilai terlambat, sehingga tidak mampu menahan lonjakan harga sejak awal panen.

Perpadi juga menyoroti praktik pembelian gabah oleh Bulog yang dianggap terlalu dominan.

Hal ini membuat penggilingan padi skala kecil kesulitan mendapatkan bahan baku.

“Kalau penggilingan lokal tidak dapat gabah, otomatis pasokan beras ke pasar makin berkurang,” ujarnya.

Baca juga:  Bulan Muharram Bulannya Allah Ini Amalan dan Keutamannya

Untuk mengatasi masalah ini, Perpadi mendorong pemerintah melakukan penyesuaian HET agar sesuai dengan kondisi riil di lapangan, sekaligus memperkuat distribusi gabah ke penggilingan lokal.

Selain itu, langkah intervensi pasar melalui operasi beras murah perlu dilakukan lebih cepat dan masif.

Hingga pekan ketiga (8/25), Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras medium rata-rata Rp14.000 per kilogram, sedangkan beras premium mencapai Rp15.437 per kilogram.

Angka tersebut masih berada di atas HET yang ditetapkan pemerintah.*

Editor : Nedu Wodo Mezhe

Sumber Berita: Kompas.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PERNYATAAN BERSAMA TIGA PILAR KELURAHAN KUTABUMI
Pelantikan Tim Pembina dan Pendamping Inovasi Remaja Pelopor Anti Narkoba RW 14 Kelurahan Kutabumi.
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid Terus Kawal Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin Mauk
130.490 Pemilih Dipastikan Valid, KPU Ngada Perkuat Pondasi Demokrasi: Tak Ada Hak Pilih yang Boleh Hilang
Tak Ada Lagi Mimpi yang Terhenti karena Biaya, RB–BDN Hadirkan Program Murni Kasih untuk Membangun Generasi Emas Ngada
HUT Bhayangkara ke-80, Ketua DPRD Ngada Romilus Juji: Polri Harus Semakin Presisi, Humanis, dan Terdepan Mengawal Keamanan serta Pembangunan Daerah
Maroko Pantas Menang Satu Hal Yang Tak Disangka Berlanda Main Bertahan
Gema Shalawat Hari Bhayangkara ke-80 Mengangkasa, 7.000 Jemaah Padati Lapangan Lugjag Banyuwangi
Berita ini 32 kali dibaca
Hingga pekan ketiga Agustus 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras medium rata-rata Rp14.000 per kilogram, sedangkan beras premium mencapai Rp15.437 per kilogram. Angka tersebut masih berada di atas HET yang ditetapkan pemerintah.

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:07 WIB

PERNYATAAN BERSAMA TIGA PILAR KELURAHAN KUTABUMI

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:02 WIB

Pelantikan Tim Pembina dan Pendamping Inovasi Remaja Pelopor Anti Narkoba RW 14 Kelurahan Kutabumi.

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:41 WIB

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid Terus Kawal Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin Mauk

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:02 WIB

130.490 Pemilih Dipastikan Valid, KPU Ngada Perkuat Pondasi Demokrasi: Tak Ada Hak Pilih yang Boleh Hilang

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:21 WIB

Tak Ada Lagi Mimpi yang Terhenti karena Biaya, RB–BDN Hadirkan Program Murni Kasih untuk Membangun Generasi Emas Ngada

Berita Terbaru

Keterangan poto. Binmas kutabumi Bipka Andri Wijaya, Lurah Kutabumi Ade Sunaryo, Babinsa Kutabumi Sertu  Sudirno

Politik & Pemerintahan

PERNYATAAN BERSAMA TIGA PILAR KELURAHAN KUTABUMI

Kamis, 2 Jul 2026 - 23:07 WIB