Metrosiar – Ribuan buruh menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/25). Aksi tersebut juga diikuti oleh mahasiswa dan pelajar.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, mengatakan agar keberadaan mahasiswa yang turun ke jalan tidak dipandang buruk.
“Mahasiswa itu baik, jangan dibuat framing negatif. Kita bisa menikmati kebebasan saat ini juga berkat perjuangan mahasiswa,” ujar Said Iqbal.
Ia menambahkan, mahasiswa merupakan gerakan moral, sementara buruh adalah gerakan ekonomi.
“Terima kasih untuk mahasiswa. Mereka bagian penting dari gerakan bersama,” katanya.
Pelajar Ikut Sampaikan Aspirasi
Selain mahasiswa, sekitar 120 pelajar dari tingkat STM dan SMA juga hadir dalam aksi tersebut. Said Iqbal menilai partisipasi pelajar perlu dihargai.
“Mereka generasi bangsa. Jangan dipancing melakukan hal-hal di luar tujuan aksi. Pelajar ingin menyampaikan aspirasi dengan caranya sendiri,” ucapnya.
Menurutnya, aparat diimbau untuk melakukan pendekatan persuasif. “Hadapi dengan tenang, jangan berlebihan. Kami juga mengingatkan agar aksi tetap berlangsung damai dan tanpa kekerasan,” lanjutnya.
Enam Tuntutan Buruh
Dalam aksi ini, buruh menyampaikan enam tuntutan kepada pemerintah, yakni:
- Menghapus sistem outsourcing.
- Menolak kebijakan upah murah.
- Menuntut kenaikan upah minimum 2026 sebesar 8,5–10,5 persen.
- Mendesak pencabutan PP Nomor 35 Tahun 2021 tentang outsourcing.
- Meminta pemerintah menghentikan gelombang PHK dengan membentuk satgas khusus.
- Melaksanakan reformasi pajak, termasuk menaikkan PTKP dari Rp4,5 juta menjadi Rp7,5 juta per bulan.
Aksi berjalan dengan penjagaan aparat keamanan di sekitar kompleks DPR/MPR, Jakarta Pusat.*
Editor : Lisan Al-Ghaib
Sumber Berita: YouTube









