Ancaman Megathrust Nyata, Ini Saran BMKG Untuk Para Pelaku Wisata

Senin, 23 Desember 2024 - 09:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Efek gempa megathrust disebut sudah dirasakan oleh para pelaku wisata. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) lantas memberikan saran bagi para pelaku wisata untuk menghadapi ini.
Namun, beluk diketahui pasti kapan terjadinya megathrust. BMKG sudah menyatakan pula bahwa gempat itu tidak dapat ditebak atau diprediksi kapan dan seberapa besar gempanya. Tetapi, kita dapat bersiaga melalui mitigasi bencana.

“Saya ingin membagi upaya-upaya mitigasi ini. Yang pertama, bagaimana menyiapkan assessment. Ini artinya adalah kawasan wisata dan para pengelola, dalam hal ini hotel, ataupun pengelola wisata lainnya itu mampu memahami potensi bahaya yang bisa saja melanda wilayahnya,” kata Suci Dewi Anugerah, kepala Bidang Mitigasi Tsunami Samudra Hindia dan Pacific, BMKG dalam The Weekly Brief With Sandi Uno, dikutip Sabtu (21/12/2024).

Setelah mengetahui megathrust dan dampak bahayanya, ia mengatakan masyarakat juga harus bisa mengidentifikasi bagaimana tindakan evakuasi.

Baca juga:  Festival Gayain 2025 Segera Digelar, Sajikan Berbagai Atraksi Hingga Pesta Pangan Lokal

“Berapa kira-kira perkiraan jumlah wisatawan yang akan datang hingga bagaimana rencana evakuasinya. Dan lanjut ke aspek bagaimana membangun kesiap-siagaan. Hotel-hotel coba dicek lagi apakah rambu-rambu evakuasi, jalur evakuasi sudah disiapkan dengan baik?” pungkas Suci.

Ia mengingatkan hotel untuk lebih memperjelas papan petunjuk evakuasi serta jalur evakuasi. Para pemilik usaha hotel juga perlu mengetahui bagaimana kerja dari pintu darurat mereka, dan menyiapkan alarm evakuasi.

“Mitigasi selanjutnya adalah menyiapkan informasi kesiapsiagaan. Dibuat materi-materi edukasi, misalnya dibuat poster-poster lalu tempelkan pada papan informasi hotel,” kata Suci.

Ia menyorot masih banyak hotel yang sering menjadi tempat pertemuan, tidak memberikan safety briefing kepada para pengunjungnya. Padahal, safety briefing merupakan prosedur standar dalam keselamatan evakuasi.

“Hotel yang berada di wilayah rawan gempa bumi dan tsunami ini harus melakukan safety briefing sebelum pertemuan, sehingga tamu memahami apabila dalam kondisi darurat mereka tahu harus melakukan apa. Juga upayakan pegawai hotel terlatih dan sering mengikuti sosialisasi dan simulasi rutin,” tegas Suci.

Baca juga:  Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan: Jadwal dan Ketentuannya

Ia juga kembali menegaskan bahwa gempa megathrust bukanlah sekadar isu, melainkan fakta dan memang sudah pernah terjadi di Indonesia.

“Tidak hanya berdasarkan kajian, tetapi faktanya memang itu pernah terjadi. Jangan lupa tsunami Aceh 2004 yang kekuatannya lebih dari 9 magnitudo, jangan lupa juga tsunami Mentawai yang kekuatannya 7,9 tetapi membangkitkan tsunami yang sangat besar. Tsunami Pangandaran 2006 ataupun tsunami Nias di 2005 itu adalah gempa tsunami yang dibangkitkan oleh gempa bumi di wilayah megathrust. Jadi ini semua adalah fakta yang tidak bisa kita elakkan,” imbuh Suci.

Sumber Berita: https://www.cnbcindonesia.com/news/20241221085424-4-597807/ancaman-megathrust-nyata-ini-saran-bmkg-untuk-para-pelaku-wisata

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menyusuri Lereng Gunung Bunder Menikmati Pemandangan Kawah Ratu Yang Eksotis
Video: Kapolsek Kronjo, AKP I Nyoman Nariana, S.M., S.Pd. melakukan pemantauan di obyek wisata Pulau Cangkir
Libur Nataru Ramai, Polisi Siaga di Pulau Cangkir untuk Jamin Keamanan Wisatawan
Hari Pertama 2026, Kapolda Banten Turun ke Anyer: Ada Apa di Jalur Wisata Favorit Ini?
Bamboo Park, Destinasi Hijau di Tangerang yang Sejuk ala Pedesaan
Relawan Rumah Zakat Tangerang Aksi Volunteer Go Green di Pesisir
Ketua IPKB, Bang Nahidudin: Amanah Ini Berat, Tapi Demi Budaya Betawi Saya Siap
Sejajarkan Riung dengan Destinasi Unggulan Lain, Pemkab Ngada Dukung In Flores Siapkan Roadmap Pariwisata

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 11:10 WIB

Menyusuri Lereng Gunung Bunder Menikmati Pemandangan Kawah Ratu Yang Eksotis

Sabtu, 3 Januari 2026 - 06:58 WIB

Video: Kapolsek Kronjo, AKP I Nyoman Nariana, S.M., S.Pd. melakukan pemantauan di obyek wisata Pulau Cangkir

Sabtu, 3 Januari 2026 - 05:43 WIB

Libur Nataru Ramai, Polisi Siaga di Pulau Cangkir untuk Jamin Keamanan Wisatawan

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:27 WIB

Hari Pertama 2026, Kapolda Banten Turun ke Anyer: Ada Apa di Jalur Wisata Favorit Ini?

Rabu, 5 November 2025 - 12:23 WIB

Bamboo Park, Destinasi Hijau di Tangerang yang Sejuk ala Pedesaan

Berita Terbaru

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada Yohanes Ghae (tengah) didampingi jajaran perangkat daerah saat memberikan keterangan usai apel gabungan terkait penertiban aset dan kepatuhan pajak kendaraan dinas di halaman Kantor Bupati Ngada.

Nusantara

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Kamis, 23 Apr 2026 - 22:44 WIB

“Jusuf Hamka (kanan) berbincang dengan Hary Tanoesoedibjo (kiri) dalam suasana persidangan, terkait putusan gugatan perdata yang berujung kewajiban ganti rugi sebesar Rp 531 miliar.”

Hukum

Gugatan Jusuf Hamka Dikabulkan, MNC Kena Rp531 Miliar!

Kamis, 23 Apr 2026 - 14:50 WIB