Fahri Hamzah: Ramadan Momentum Rekonsiliasi Bangsa Hadapi Ketidakpastian Global

Avatar photo

Sabtu, 28 Februari 2026 - 16:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fahri Hamzah menegaskan pentingnya persatuan dan kekompakan nasional di tengah dinamika dan ketidakpastian politik global.

Fahri Hamzah menegaskan pentingnya persatuan dan kekompakan nasional di tengah dinamika dan ketidakpastian politik global.

Jakarta, Metrosiar – Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia sekaligus Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Fahri Hamzah, menegaskan bahwa situasi global yang penuh ketidakpastian menuntut Indonesia memiliki persiapan matang dalam menghadapi dinamika politik dunia.

“Kita harus banyak bicara tentang tema-tema kebangsaan, kewarganegaraan, pemerintahan, geopolitik dan sebagainya. Karena apa yang terjadi di luar sana bisa saja menciptakan goncangan yang besar,” kata Fahri Hamzah dalam Kajian Pengembangan Wawasan Kebangsaan Bagian ke-7, Jumat (27/2/2026).

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Fahri Hamzah, menyampaikan pandangannya dalam Kajian Pengembangan Wawasan Kebangsaan Bagian ke-7 yang disiarkan Gelora Media Centre.

Menurutnya, goncangan tersebut bahkan bisa mencapai level perang dunia III yang menyeret banyak negara dalam konflik terbuka. Jika tidak bersiap, Indonesia berpotensi kembali menjadi collateral damage atau korban dari situasi global.

Fahri menjelaskan, keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) merupakan bagian dari langkah antisipatif tersebut. Sejak awal kemerdekaan, kata dia, Indonesia telah menegaskan komitmennya untuk ikut serta menciptakan perdamaian dunia dan menolak segala bentuk penjajahan.

“Jadi Indonesia memang meniatkan dan mencita-citakan sejak hari pertama negara ini dibentuk. Dalam pembukaan UUD 1945, ditegaskan bahwa tujuan bernegara itu, antara lain ikut serta dalam perdamaian dunia, yang berdasarkan kepada perdamaian abadi dan keadilan sosial,” katanya.

Baca juga:  Polisi Turun Tangan Tanam Jagung 2 Hektare, Ada Apa di Sukamantri?

Komitmen itu, lanjutnya, telah dirintis oleh para proklamator seperti Soekarno dan Mohammad Hatta dalam berbagai forum internasional.

Karena itu, ketika Presiden Prabowo Subianto membawa Indonesia bergabung dalam BoP dan aktif dalam perencanaan keadilan serta perdamaian global, langkah tersebut dinilai sebagai mandat konstitusi, bukan sekadar kehendak pribadi presiden.

“Itu mandat konstitusi, cita-cita konstitusional yang harus kita laksanakan. Indonesia mengajak bangsanya untuk melakukan persiapan untuk menghadapi keadaan ketidakpastian global. Itu yang dilakukan Pak Prabowo sekarang,” jelasnya.

Partai Gelora pun mengajak seluruh komponen bangsa untuk membangun persatuan dan mendukung upaya tersebut, alih-alih memperkuat narasi perpecahan.

“Terus terang saat ini memang banyak narasi perpecahan yang dikembangkan, terkait BoP ini. Saya sendiri sudah membaca opini publik dan cara masyarakat bereaksi. Kita memang ada problem dalam membangun kekompakan yang kuat,” ujarnya.

Fahri menilai, dalam situasi global yang tidak menentu, kekompakan adalah kebutuhan utama bangsa. Ia juga tidak sepenuhnya menyalahkan masyarakat atas masih adanya nuansa perpecahan, karena menurutnya hal itu tidak terlepas dari kesalahan pemimpin sebelumnya dalam mengorganisir persatuan secara baik.

Baca juga:  Wow, Yuk Rayakan Momen Lebaran di Hotel GGI Batam

Karena itu, Partai Gelora terus mendorong penguatan persatuan melalui berbagai kajian dan diskusi kebangsaan.

“Dari awal koalisi ini terbentuk, kita sudah merencanakan satu rekonsiliasi yang menginginkan agar bangsa ini bersatu. Rekonsiliasi itu harus dioperasikan, sehingga tidak hanya menjadi jargon,” katanya.

Fahri berharap momentum Ramadan dapat menjadi refleksi bersama, khususnya bagi para elite bangsa, untuk merancang langkah konkret memperkuat persatuan nasional.

“Saya berharap dalam suasana Ramadan, hal ini bisa menjadi refleksi bersama. Saya mengajak kita semua khususnya para elite bangsa, marilah kita gunakan bulan yang baik ini untuk memikirkan satu perencanaan untuk meneruskan persatuan nasional,” katanya.

Ia menegaskan, bulan suci Ramadan menjadi momentum tepat untuk membangun peradaban Indonesia yang kuat dan kokoh, dengan elite yang memahami arah bangsa serta rakyat yang percaya pada kepemimpinan nasional.

Fahri optimistis, dengan persatuan dan keterlibatan aktif Indonesia dalam percaturan global, jalan menuju negara superpower baru semakin terbuka.

“Indonesia akan menjadi negara kuat. Kita ingin Indonesia berkontribusi pada peradaban umat manusia. Inilah waktunya, dari perjalanan arah baru Indonesia menuju superpower baru,” pungkas Fahri Hamzah.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Musancab 2026, PKB Ngada Panaskan Mesin Politik: Bidik Tambahan Kursi di Legislatif
Telepon Misterius Setop Rapat, Tak Lama Purbaya Dicopot dari Menkeu
Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun
PDIP NTT Turun Saat Rakyat Terluka oleh Gempa, Patris: Kami Ada Bersama Mereka
Revisi UU Pemilu Disorot, Gelora Dorong Prosedur Lebih Sederhana
DPR Kaji Pembentukan Lembaga Khusus Pengelola Aset Sitaan dan Rampasan Negara
13 Tindak Pidana Masuk RUU Perampasan Aset, Korupsi hingga Pertambangan Jadi Sasaran
Lurah Pakuhaji Pastikan Penyaluran Bansos Beras Lancar dan Tertib
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 00:36 WIB

Musancab 2026, PKB Ngada Panaskan Mesin Politik: Bidik Tambahan Kursi di Legislatif

Selasa, 15 September 2026 - 15:01 WIB

Telepon Misterius Setop Rapat, Tak Lama Purbaya Dicopot dari Menkeu

Minggu, 6 September 2026 - 15:21 WIB

Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun

Minggu, 6 September 2026 - 09:57 WIB

PDIP NTT Turun Saat Rakyat Terluka oleh Gempa, Patris: Kami Ada Bersama Mereka

Selasa, 1 September 2026 - 15:02 WIB

Revisi UU Pemilu Disorot, Gelora Dorong Prosedur Lebih Sederhana

Berita Terbaru

Pendidikan

Belum Tersentuh MBG, Ratusan Santri di Serang Dapat Makan Gratis

Minggu, 20 Sep 2026 - 19:27 WIB

Peristiwa & Bencana

Enam Bulan Kekeringan, Warga Kampung Cerocoh Akhirnya Dapat Bantuan Air Bersih

Minggu, 20 Sep 2026 - 14:27 WIB

oppo_2

Hukum & Kriminal

Geger! Dugaan Kasus LGBT di Yayasan Darul Ihsan Bikin Warga Karacak Resah

Minggu, 20 Sep 2026 - 14:04 WIB