Volume Sampah 290 Ton per Hari, DPRD Minta Pemkab Jombang Bertindak Cepat

Minggu, 5 Oktober 2025 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPRD Jombang desak Pemkab segera cari solusi konkret atasi 290 ton sampah per hari yang belum tertangani. (Foto: Istimewa)

DPRD Jombang desak Pemkab segera cari solusi konkret atasi 290 ton sampah per hari yang belum tertangani. (Foto: Istimewa)

Metrosiar – Volume sampah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang mencapai sekitar 290 ton per hari menjadi perhatian serius DPRD setempat.

Wakil Ketua DPRD Jombang, M Syarif Hidayatulloh atau Gus Sentot, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang segera mengambil langkah nyata untuk menanggulangi penumpukan sampah yang belum tertangani secara optimal.

“Saya berharap segera ada solusi, karena kita ingin sampah bisa dikelola dengan baik. Bahkan kalau bisa diolah menjadi energi terbarukan. Kami mendorong agar Pemkab Jombang segera mengambil langkah nyata,” kata Gus Sentot, Minggu (5/10/25).

Menurutnya, permasalahan sampah di Jombang memerlukan tambahan sumber daya manusia (SDM) serta sinergi lintas sektor antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa. Ia menilai, jika hanya mengandalkan SDM yang ada, penanganan sampah tidak akan maksimal.

“Pemkab harus sinergi dengan desa dalam mengelola sampah. Desa perlu dibina dan didampingi agar sebagian sampah bisa diolah di tingkat desa,” ujarnya.

Gus Sentot juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah berbasis desa untuk mencegah kebiasaan masyarakat membuang sampah ke sungai, yang kerap menjadi pemicu banjir saat musim hujan.

Baca juga:  Percepatan Pemulihan Lingkungan: KLH/BPLH Kerahkan Bantuan Teknis dan Awasi Konsesi Banjir Sumut

“Setiap desa sebaiknya memiliki tempat penampungan dan sistem pengelolaan sampah agar warga tidak membuangnya ke sungai,” tuturnya.

Selain itu, DPRD Jombang meminta Pemkab segera melakukan normalisasi sedimentasi sungai menjelang musim hujan guna mencegah banjir akibat saluran air tersumbat.

“Menjelang musim hujan, normalisasi sedimentasi harus segera dilakukan. Jangan sampai dibiarkan, karena bisa memicu banjir,” tambahnya.

Sebelumnya, timbunan sampah di Kabupaten Jombang mencapai sekitar 530 ton per hari. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 157 ton yang berhasil dikelola, sementara sisanya menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gedangkeret, Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang, M. Amin Kurniawan, mengatakan sebagian besar sampah di wilayahnya masih belum terkelola dengan baik. Kondisi ini, kata dia, tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya karena jumlah penduduk Jombang sekitar 1,4 juta jiwa relatif stabil.

Baca juga:  Terbongkar! Senpi Ilegal Diselundupkan dari Lampung, Dua Orang Diciduk di Merak

“Jumlah timbulan sampah hampir sama dengan tahun lalu. Karena jumlah penduduk kita diestimasikan 1,4 juta jiwa dan tidak naik secara regresif,” ujar Amin, Sabtu (27/9/2025).

Amin menjelaskan, area landfill lama di TPA Gedangkeret seluas 4 hektare resmi ditutup sejak akhir 2024 karena sudah penuh. Penutupan itu menjadi bagian dari komitmen pembangunan TPA baru oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Landfill lama selain sudah penuh, juga ditutup sebagai bagian dari komitmen kami terhadap program pembangunan TPA dari Kementerian PUPR,” katanya.

Kini, pembuangan sampah dialihkan ke area baru seluas 4,5 hektare di sisi barat TPA lama. Di lokasi tersebut, alat berat dioperasikan setiap hari untuk mengurai tumpukan sampah yang terus berdatangan.

“Namun, dari total timbulan 530 ton per hari, sekitar 290 ton masih belum tertangani,” tutur Amin.*

Editor : Wodo Ndaya Coya

Sumber Berita: jombangkab.go.id

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Tangerang Hadir di Paskah GKB Aletheia, Tegaskan Tak Ada Larangan Ibadah
Rakernis Bidkum 2026 Dibuka, Kapolda Banten Tekankan Hukum Harus Adaptif dan Berkeadilan
40 Negara Kompak “Perang” Vape, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!
Jembatan Merah Putih Presisi Dibangun Kilat, Target Rampung 2 Bulan!
Meter Air Buram dan Rusak Kini Bisa Diganti Gratis, Ini Caranya
Mahkamah Agung Menghentikan Diskriminasi Hukum Terhadap Hendra Lie, Gus Rofi : “Harusnya Korupsinya Di Usut”
Mengupas Rahasia Hidup Tenang, Komunitas RUBIK Hadirkan Kajian Bersama Ust Kiswoko Al Ghifari S.Pd
Wakil Ketua DPRD Jombang minta Pemkab segera bertindak tangani 290 ton sampah per hari yang menumpuk di TPA Gedangkeret.

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 23:26 WIB

Bupati Tangerang Hadir di Paskah GKB Aletheia, Tegaskan Tak Ada Larangan Ibadah

Jumat, 24 April 2026 - 06:05 WIB

Rakernis Bidkum 2026 Dibuka, Kapolda Banten Tekankan Hukum Harus Adaptif dan Berkeadilan

Jumat, 24 April 2026 - 00:45 WIB

40 Negara Kompak “Perang” Vape, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Kamis, 23 April 2026 - 22:44 WIB

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Kamis, 23 April 2026 - 22:01 WIB

Jembatan Merah Putih Presisi Dibangun Kilat, Target Rampung 2 Bulan!

Berita Terbaru

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada Yohanes Ghae (tengah) didampingi jajaran perangkat daerah saat memberikan keterangan usai apel gabungan terkait penertiban aset dan kepatuhan pajak kendaraan dinas di halaman Kantor Bupati Ngada.

Nusantara

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Kamis, 23 Apr 2026 - 22:44 WIB