JAKARTA, Metrosiar — Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP) RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Fahri Hamzah, menyampaikan duka cita mendalam atas musibah besar yang melanda Pulau Sumatera, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Saya terlibat emosi dan merasa sangat berduka atas musibah yang dialami saudara-saudara kita di tiga provinsi tersebut,” ujar Fahri saat membuka kajian Wawasan Kebangsaan Edisi ke-9 pada Jumat (4/12/2025) malam.
Fahri mengatakan, ribuan warga menjadi korban jiwa dalam bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi, di mana banyak jenazah masih belum ditemukan. Atas nama pimpinan dan seluruh kader Partai Gelora, ia menyampaikan belasungkawa yang sebesar-besarnya dan berharap para korban diberi kekuatan.
Partai Gelora telah mengeluarkan instruksi untuk menggerakkan seluruh struktur di lapangan dalam membantu penanganan bencana.
Instruksi tersebut mencakup aktivasi relawan, pemantauan kondisi wilayah, hingga tindakan langsung membantu masyarakat terdampak.
“Kerja-kerja konkret harus dilakukan untuk meringankan beban masyarakat, sekaligus mendoakan para korban agar diberi ketabahan,” tegas Fahri.
Sebagai mantan Wakil Ketua DPR RI Bidang Kokesra, Fahri menilai bencana besar ini menjadi cermin penting bagi wawasan kebangsaan. Menurutnya, musibah di Sumatera bukan sekadar tragedi lokal, tetapi ujian bagi solidaritas nasional.
Partai Gelora melalui tim kemanusiaan Blue Helmet telah terjun ke lokasi terdampak bekerja sama dengan instansi kebencanaan. Mereka melakukan evakuasi ke titik-titik sulit seperti Tanjung Pura, Pangkalan Brandan, Besitang, Aceh Tamiang, dan wilayah lain.
Sementara DPW dan DPD Gelora se-Sumatera menggalang donasi, serta DPP membuka dompet kemanusiaan bersama Fordika untuk membantu para korban.
Data Terbaru BNPB (Sabtu, 5/12/2025)
- Korban meninggal: 883 orang
- Korban hilang: 520 orang
- Korban luka: 4.200 orang
- Rumah rusak: 121.000 unit
- Daerah terdampak: 51 kabupaten/kota
- Pengungsi: 835.000 jiwa (terbanyak di Aceh Tamiang, 281.300 jiwa)
Kerusakan infrastruktur:
- 405 jembatan
- 270 fasilitas kesehatan
- 509 fasilitas pendidikan
- 1.100 fasilitas umum
BNPB menegaskan angka korban dapat terus bertambah seiring proses evakuasi yang masih terkendala jaringan jalan terputus, listrik belum stabil, dan komunikasi yang belum sepenuhnya normal.









