Pembeli Gabah Akhirnya Tepati Janji, Petani Lega Setelah Penantian Panjang

Avatar photo

Selasa, 18 Maret 2025 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Permohonan maaf Penjual dan Pembeli gabah didampingi Ketua PB Korcam Kemiri (Dok. Kusnadi Bokir)

Foto: Permohonan maaf Penjual dan Pembeli gabah didampingi Ketua PB Korcam Kemiri (Dok. Kusnadi Bokir)

Metrosiar – Petani di Desa Patra Manggala Kecamatan Kemiri Amsah khirnya bisa bernapas lega setelah pembeli gabah Ipul bin Maman yang sempat menunda pembayaran akhirnya menepati janjinya.

Setelah menunggu dalam ketidakpastian, pembayaran yang dijanjikan pun diterima oleh petani, pada hari Selasa 18 Maret 2025.

Sebelumnya, Amsah mengeluhkan keterlambatan pembayaran oleh pembeli gabah Ipul bin Maman yang telah mengambil hasil panen mereka beberapa waktu lalu.

Janji pembayaran yang seharusnya dilakukan dalam waktu singkat justru molor, membuat Amsah resah karena mereka mengandalkan uang hasil penjualan tersebut untuk kebutuhan hidup dan modal tanam berikutnya.

Baca juga:  Hujan dan Angin Robohkan Rumah Warga Kresek, Kapolresta Tangerang Turun Langsung Janjikan Bantuan

“Sempat khawatir karena pembayaran tak kunjung dilakukan, padahal sudah dijanjikan. Alhamdulillah, akhirnya uang kami dibayarkan juga,” ujar Amsah, saat ditemui di kediamannya.

Pembeli gabah yang akhirnya menepati janjinya, Ipul bin Maman, memberikan klarifikasi terkait keterlambatan pembayaran.

Ia menyebut ada kendala teknis yang menyebabkan pembayaran tertunda.

“Kami tidak berniat menunda, hanya saja ada kendala keuangan yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Kami mohon maaf kepada Ibu Amsah atas keterlambatan ini,” jelasnya.

Baca juga:  Basarnas Berhasil Evakuaasi Satu Korban Pesawat ATR 42-500 Di Jurang Bukit Bulusaraung

Dengan selesainya pembayaran ini, para petani berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Mereka juga meminta adanya kejelasan dan kepastian dalam setiap transaksi agar tidak mengalami kesulitan finansial akibat keterlambatan pembayaran.

Sementara itu, pihak terkait, seperti pemerintah desa atau kelompok tani, diharapkan dapat berperan dalam memastikan bahwa transaksi antara petani dan pembeli gabah berjalan lancar dan adil bagi kedua belah pihak.(*)

Editor : Ahmad

Sumber Berita: Metrosiar.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PW Matahari Pagi Indonesia Provinsi Banten Resmi Dikukuhkan, Siap Gerakkan Optimisme dan Program Sosial
Dari Rp179 Ribu Jadi Rp33 Miliar! 40 Tahun Karya Kasih Langa, Kini Tantang Rentenir dengan Rp1 Miliar Modal Usaha
Tiga Jenderal Bertemu, Ada Agenda Penting untuk Jakarta
HAN ke-42 di Ngada Jadi Alarm: Ray Bena Soroti Kekerasan, Bahaya Digital dan Hak Anak
Pengurus PW Matahari Pagi Indonesia Provinsi Banten akan Perkuat Kolaborasi Membangun Daerah
Jaga Kondusivitas Wilayah, Polresta Tangerang Bentuk Sabuk Kamtibmas Libatkan Buruh hingga Ojol
Partai Gelora Kota Tangerang Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Program Makan Gratis untuk Warga
Pengemudi Ojek Online dan Warga Sambut Antusias Program Makan Gratis dari Partai Gelora Kota Tangerang.
Berita ini 78 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:58 WIB

PW Matahari Pagi Indonesia Provinsi Banten Resmi Dikukuhkan, Siap Gerakkan Optimisme dan Program Sosial

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:08 WIB

Dari Rp179 Ribu Jadi Rp33 Miliar! 40 Tahun Karya Kasih Langa, Kini Tantang Rentenir dengan Rp1 Miliar Modal Usaha

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:51 WIB

Tiga Jenderal Bertemu, Ada Agenda Penting untuk Jakarta

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:53 WIB

HAN ke-42 di Ngada Jadi Alarm: Ray Bena Soroti Kekerasan, Bahaya Digital dan Hak Anak

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:52 WIB

Pengurus PW Matahari Pagi Indonesia Provinsi Banten akan Perkuat Kolaborasi Membangun Daerah

Berita Terbaru

TNI POLRI

Tiga Jenderal Bertemu, Ada Agenda Penting untuk Jakarta

Sabtu, 8 Agu 2026 - 08:51 WIB